Alhamdulillah, Dua Warga Sumsel yang Suspect Corona, Hasil Laboratorium Nyatakan Negatif Virus Corona
ASSAJIDIN.COM — Dua warga Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang di isolasi di Ruang Khusus Rumah Sakit Moehammad Hoesin RSMH) Palembang dinyatakan negatif virus corona. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumsel, Lesty Nurainy saat diwawancarai, kemarin.
Lesty mengatakan, dua warga Sumsel yang sempat diisolasi diruang khusus RSMH Palembang karena diduga virus corona dinyatakan negatif virus corona. “Ya, pasien MA dan F yang baru pulang dari melaksanakan ibadah umroh dinyatakan negatif virus corona,” katanya
Pernyataan dua warga Sumsel negatif virus Corona tersebut berdasarkan hasil laporan pemeriksaan Laboratorium Litbangkes Jakarta. “Setelah dua kali pemeriksaan di Laboratorium Litbangkes Jakarta hasil yang kita terima yaitu MA dan F ini negatif virus corona,” ujar Lesty
Lesty menjelaskan, setelah keluarnya hasil tersebut maka penanganan kedua pasien (MA dan F) diserahkan dan akan ditindaklanjuti pihak RSMH sesuai prosedur yang berlaku. “Hasil yang kita terima melalui Public Health Emergency Operation Center (PHEOC) Kemenkes RI Jakarta pada tanggal 8 Maret 2020 ini akan segera kita kirim ke RSMH Cq Tim Penyakit Infeksi Emerging (PIE) untuk ditindaklanjuti,” jelasnya
Sementara itu, Gubernur Sumsel, H Herman Deru mengatakan, terkait hasil pemeriksaan ini dirinya meminta masyarakat Sumsel untuk tetap tenang. “Hasilnya negatif virus coronya, maka masyarakat harus tetap tenang,” katanya
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, dirinya juga meminta agar warga meningkatkan kewaspadaan dengan meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kebersihan diri dan lingkungan. “Jaga daya tahan tubuh dengan cara sering mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, menutup hidung atau mulut dengan atau tisu saat batuk, menghindari kontak dengan orang bergejala flu, memasak telur dan daging sampai matang, dan menghindari kontak dengan hewan liar,” ujar Deru
Deru menambahkan, masyarakat jangan mudah menyebarluaskan atau memforward informasi dan kepanikan terkait seseorang yang baru diduga terjangkit virus Corona serta tidak mudah percaya akan informasi yang belum terkonfirmasi (hoaks) oleh pihak berwenang dengan meneliti sumber berita atau foto yang tersebar. “Jangan pula menyebarkan identitas sesorang yang baru terduga atau positif Virus Corona. Serta harus memiliki empati terhadap orang yang baru diduga terkena virus atau yang sudah dinyatakan positif Corona,” ungkapnya (*/sumber: sibernas/mn)
