Luncurkan Percepatan Vaksinasi, Ribuan Santri Se Sumsel akan Divaksin Covid-19

AsSAJIDIN.COM — Sumatera Selatan saat ini memiliki lebih dari 400 pondok pesantren dengan jumlah santri mencapai 98 ribu santri. Dari jumlah tersebut, terdapat 8000 santri yang sudah mengikuti vaksinasi.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumsel, Mukhlisuddin saat menggelar Launching Percepatan Vaksinasi Santri Pondok Pesantren se-Sumatera Selatan Tahun 2021 di Pesantren Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Rabu (22/9/2021).
Kegiatan ini diresmikan langsung oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru SH, MM serta dihadiri Kapolda Sumsel Irjen Polisi Drs. Toni Harmanto MH, Irdam II Sriwijaya Brigjen TNI Henra Hari Sutaryo, Kakanwil Kemenag Sumsel Dr. Drs. H. Mukhlisuddin SH, Kepala Bidang PAKIS Evi Zurfiana Azom SE, M.Pd.I. dan Kakankemenag Kota Palembang H. Deni Priansyah S.Ag, M.Pd.I.
“Ditambah hari ini 500 orang berarti ada sekitar 8.500 santri yang sudah divaksin. Vaksinasi dilakukan dalam upaya mencegah penularan Covid19, Saya harap pondok pesantren di kabupaten/kota segera berkoordinasi dengan Kemenag kabupaten/kota dan pemerintah daerah masing-masing agar bisa segera divaksin,” katanya.
Tak lupa ia pesankan agar santri dan pengurus pesantren disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.
“Pengasuh pondok dan para ustadz/ustadzah agar benar-benar memperhatikan ini. Jangan sampai pesantren menjadi klaster penyebaran Covid-19. Meskipun sudah divaksin, protokol kesehatan harus tetap dijaga,” katanya.
Di tempat yang sama, Gubernur Sumsel, H Herman Deru mengatakan bahwa kegiatan vaksinasi merupakan kegiatan yang sangat mulia. Bahkan bisa dikatakan jihad, yakni jihad melawan wabah. “Jihad itu tidak mesti perang dengan senjata, ini juga bagian jihad,” katanya.
Deru melanjutkan, percepatan vaksinasi di pondok pesantren merupakan program pemerintah untuk seluruh pondok pesantren dan sekolah agar dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka tanpa kendala. “Semoga dengan program percepatan vaksinasi ini mempermudah jalannya proses pembelajaran tatap muka di pesantren,” harap Deru. (*/rilis/tri jumartini)
