MOZAIK ISLAM

Keutamaan Tasbih, Tahmid dan Takbir Setelah Shalat

ASSAJIDIN.COM — Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

“Barang siapa yang bertasbih sebanyak 33x, bertahmid sebanyak 33x, dan bertakbir sebanyak 33x setelah melaksanakan shalat fardhu sehingga berjumlah 99, kemudian menggenapkannya untuk yang keseratus dengan ucapan Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalahu lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syai-in qodiir, maka kesalahannya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.”_
(HR. Muslim No. 597)

Salah satu dzikir yang dianjurkan setelah shalat fardhu adalah membaca tasbih, tahmid, dan takbir sebanyak tiga puluh tiga kali setelah shalat fardhu.

Tasbih berati membaca Subhanallah, tahmid membaca Alhamdulillah,dan takbir membaca Allahu Akbar.

Lihat Juga :  Silakan Mengucapkan Minal A'idin Wal Faidzin

Merujuk hadis di atas, maka orang yang membiasakan setelah shalat fardhu membaca tasbih, tahmid, dan takbir sebanyak tiga puluh tiga kali, maka dosanya akan diampuni, meskipun sebanyak buih di lautan. Dengan syarat setelah itu menutupnya dengan kalimat:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalahu lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syai-in qodiir.”_

“Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kekuasaan, dan bagi-Nya segala pujian dan Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatunya.”

Suatu saat, pernah datang sekelompok orang miskin mengadu kepada Nabi SAW. Mereka mengadu bahwa orang-orang kaya dengan hartanya bisa mendapatkan kedudukan yang tinggi dan kenikmatan yang abadi. Orang kaya dapat melaksankan shalat, seperti juga orang miskin melakukannya. Orang kaya berpuasa, orang miskin juga berpuasa. Namun orang-orang kaya memiliki kelebihan disebabkan hartanya sehingga dapat menunaikan ibadah haji dan umrah, juga dapat bersedekah dan berjihad.

Lihat Juga :  Tempaan Ramadhan Harus Berdampak di Sebelas Bulan Setelahnya

Rasulullah Saw. menanggapi keluhan orang-orang miskin yang merasa kalah beramal dengan orang-orang kaya karena harta mereka, dengan bersabda :

“Maukah kalian aku ajarkan sesuatu yang dapat membuat kalian mengejar orang-orang yang mendahului kalian, dan yang dapat membuat kalian mendahului orang-orang yang sesudah kalian, serta tidak ada seorang pun yang lebih utama kecuali ia melakukan seperti yang kalian lakukan?”
Mereka (para orang miskin) menjawab:
“Tentu, ya Rasulullah.”
Rasulullah Saw. kemudian menjelaskan :

“Kalian bertsabih, dan bertahmid, dan bertakbir setiap selesai shalat sebanyak 33x.
(HR. Bukhari No. 843 dan HR. Muslim No. 595). (*/Sumber/ artikel:maryono parsiyo)

Tags
Close