Perjuangan Anak Tukang Jasa Bengkel Motor Dapatkan Beasiswa Full Fended Hingga Lulus Predikat Terbaik Fakultas
AsSAJIDIN.COM – Amrullah Maulana Fiqri, baru saja didaulat sebagai mahasiswa terbaik Fakultas Sains dan Teknologi (Sainstek) Jurusan Sistem Informasi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang predikat sangat memuaskan dengan IPK 3,68 pada saat Yudisium ke X dengan tema ‘Sistem Informasi Menuju Peradaban Teknologi Dunia di Era Milenial’ yang digelar di VIP Room Restoran Sri Melayu, Kamis (25/09).
Am sapaan akrabnya terlahir dari keluarga sederhana. Sang ayah Amin berprofesi sebagai wiraswasta yang membuka bengkel las dan motor di rumahnya, sedangkan sang ibunda Isnaini berjualan kue.
Meski demikian, pria berkaca mata tersebut berhasil membuat kedua orang tuanya bangga akan prestasi yang dicapai.
Tak hanya mendapatkan predikat sangat memuaskan, am juga salah satu mahasiswa penerima beasiswa Full Fended Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) dari Baznas Sumsel hingga lulus. Namun, perjuangan mendapatkan beasiswa full tidaklah mudah.
“Sebelum dapat beasiswa, sempat berutang untuk bayar UKT pertama kali sebanyak Rp 2.550.000. Alhamdulillah di semester ketiga dapat beasiswa meski ngurus berkas bolak balik Palembang dusun, ikut seleksi berkas, wawancara sampai akhirnya di terima jadi salah satu penerima beasiswa full funded dan dibiayai sampai tamat,” Katanya usai yudisium berlangsung.
Mahasiswa angkatan 2014 tersebut aktif di beberapa kegiatan jurusan maupun kegiatan tahunan Fakultas dan banyak mendapatkan berbagai prestasi di bangku kuliah.
“Alhamdulillah pernah dapat Juara 3 LKTI nasional bidang teknologi informasi di Unsri, Finalis LKTI Nasional di Universitas Jambi, lolos paper Asia Pacific Youth Exchange, Manila. Juara Harapan 3 LKTI Pemuda Sumatera Selatan dari dispora Sumsel, Peraih Student Awards Rektor UIN Raden Fatah Palembang 2018, lomba bidang penelitian Ilmiah Tingkat Nasional dan terakhir jadi Presenter Paper Penelitian di ASEAN English Language Teaching Conference ,” Katanya.
Sementara itu, sang ibunda Isnaini sangat senang dan bangga dengan apa yang diraih oleh anak pertamanya itu. “Am ini anak pertama dari empat saudara, Alhamdulillah dengan penuh perjuangan akhirnya sampai di titik ini, Karena untuk dapat melanjutkan anak ke jenjang pendidikan di perguruan tinggi tidak mudah, Perlu semangat dan motivasi,” Katanya didampingi suami dan anaknya. (*)
Penulis: tri jumartini
