PALEMBANG EMAS

Selama ini Hanya Seikhlasnya, Guru Ngaji/TK/TPA di Palembang Dapat Insentif Rp 1 Juta/Bulan

ASsSAJIDIN.COM —  Guru ngaji yang bertugas tanpa pamrih di TK/TPA di Palembang insyaallah akan bernafas lega. Mulai tahun depan guru ngaji di Palembang akan mendapatkan insentif dari Pemkot Palembang sebesar Rp 1 juta per unit atau TK TPA.

Kepastian insentif bagi guru ngaji di kota Palembang tersebut diketahui setelah Panitia Khusus (Pansus) V rampung menyelesaikan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif DPRD Palembang mengenai pedoman penyelenggaraan taman pendidikan Alquran.

Ketua Pansus V Ade Victoria mengatakan, pihaknya telah menyepakati untuk pemberian insentif kepada guru TK TPA di Palembang.

Sesuai hasil pembahasan bersama Kemenag dan BKPRMI Kota Palembang disepakati insentif diberikan per unit sebesar Rp 1 juta tiap bulannya.

“Kita sudah menyempurnakan Raperda mengenai insentif guru ngaji ini tinggal menunggu koreksi dari provinsi dan penomoran Raperda,” kata Ade, Selasa (10/9/2019) sesuai rapat di Komisi IV DPRD Kota Palembang..

Lihat Juga :  Syukuri Kemerdekaan, Tak Perlu Bermegahan, Sederhana Saja tapi Bermakna

Ade mengatakan, saat ini TK TPA yang resmi terdaftar di Kemenag Kota Palembang sebanyak 606 unit TK TPA.

Alasan memberikan insentif per unit karena data guru ngaji belum rapi. “Kami sudah meminta kepada Kemenag untuk mempermudah kepada TK TPA yang akan mengurus izin,” kata dia.

Menurut dia, untuk sertifikasi guru ngaji dan TK TPA diberikan wewenangnya kepada Kemenag kota Palembang, sehingga memudahkan kepada bagian kesra Pemkot Palembang untuk mendata guru guru ngaji.

Sementara itu, Ketua BKPRMI Kota Palembang Kgs Ahmad Ridwan mengatakan, menyambut baik apresiasi kepada guru ngaji oleh Pemkot Palembang.

Menurut dia, sudah lima tahun terakhir dari 2014 sampai 2019 tak ada bantuan dari pemerintah untuk guru ngaji.

Lihat Juga :  Jalan Akses BKB akan Steril dari Kendaraan

Sehingga adanya payung hukum melalui perda ini bisa memotivasi guru guru ngaji di Palembang untuk mendidik santri dan santriwati untuk belajar Alquran. “Kami minta izinnya nanti dipermudah, dan kami siap mensinkronisasikan data data TK TPA dengan kemenag,” kata dia.

Saat ditanyai soal nominal intensif dirinya tak mempermasalahkannya, yang penting bagi mereka guru ngaji bisa mendapatkan tambahan intensif.

“Selama ini tidak ada gaji tetap bagi guru ngaji, hanya seikhlasnya dari wali murid itu nominalnya tak cukup,” kata dia.

Sehingga dengan adanya bantuan ini kondisi TK TPA di Palembang bisa kembali hidup dan berdampak nya bagi anak anak yang belajar ilmu agama. (*/sumber: palembang.tribunnews)

Tags

Berita Terkait

Close