NASIONAL

BJ Habibie Shalat Sambil Berbaring

AsSAJIDIN.COM — Sudah sejak beberapa hari terakhir, Presiden ke-3 RI H Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie dirawat di RSPAD Gatot Subroto Jakarta. Habibie dirawat di ruang ICU dan terus dipantau perkembangan kesehatannya.
Terbaru, keluarga Presiden ke-3, mengeluarkan pernyataan terkait kondisi terkini kesehatan BJ Habibie disampaikan oleh putra kedua BJ Habibie, Thareq Kemal Habibie dalam konferensi pers pada Selasa petang di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, tempat Habibie dirawat.

Menurut Thareq, kondisi Habibie saat ini stabil dan membaik. Thareq melanjutkan, sakit yang dialami oleh Habibie lebih disebabkan oleh faktor kelelahan seiring usia lanjut Habibie.

“Mohon dimengerti, beliau itu memang sudah agak sepuh ya, sudah di usia di atas 80 tahun, yakni 83 (tahun) berjalan 84 (tahun). beliau beraktifitas sangat tinggi sehingga beliau suka lupa bahwa beliau itu udah 80,” kata Thareq sebagaimana dikutip dari tayangan BreakingNews KompasTV.

Aktivitas yang tinggi itu, kata Thareq tidak diimbangi dengan kerja jantung. Terlebih, sejak muda Habibie sudah memiliki masalah pada jantung.

Hal itu yang kemudian membuat Habibie kelelahan dan kesehatannya menurun hingga kemudian dilarikan ke rumah sakit.

Thareq menambahkan, pihak keluarga sengaja merawat Habibie di rumah sakit agar bisa istirahat total. Pasalnya, jika dirawat di rumah, dipastikan banyak yang bakal menjenguk.

Lihat Juga :  PAN Usung Herman Deru Sebagai Calon Gubernur, ini Alasannya

Hal itu justru membuat Habibie tidak bisa beristirahat. Untuk saat ini, hanya orang-orang tertentu yang diizinkan untuk menjenguk Habibie.

Termasuk keluarga pun hanya terbatas pada keluarga inti. Hal ini bertujuan agar Habibie betul-betul bisa istirahat. Dalam pernyataanya, Thareq juga menyinggung soal hoaks.

Thareq meminta agar masyarakat tidak percaya dengan berita hoaks yang menyatakan Habibie meninggal.

Saat ini kondisi Habibie tidak kritis. “Tidak (kritis). Hanya belum siuman dari bangun saja. Agak istirahat, karena beliau lemah. Malam istirahat, tadi belum bangun. tidak ada kritis apa-apa,” ujar dia.

Informasi atas kondisi kesehatan Habibie akan disampaikan langsung oleh Thareq secara berkala. Thareq mengatakan hingga saat ini tidak ada rencana membawa BJ Habibie berobat ke luar negeri.

“Tidak, tim dokter sini cukup. Kenapa harus dibawa ke Jerman? Lagipula sebagai orang tua yang sakit, kalau terbang dalam jarak jauh, dalam kondisi kayak gini lebih bahaya,” kata dia.

Sholat Berbaring

Sementara, cukup banyak tamu yang membesuk BJ Habibie, salah satunya politikus senior Partai Golkar Theo L Sambuaga menyambangi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Dia menjenguk Presiden ke-3 RI BJ Habibie yang terbaring sakit.

Lihat Juga :  Harapan Eyang BJ Habibie Terbangkan Pesawat Kapasitas 90 Orang di Tahun 2025

Usai menjenguk, Theo mengaku kalau kondisi Habibie terus mengalami peningkatan yang positif dan dikabarkan telah melewati masa kritis.

Dia mengatakan, sempat melihat BJ Habibie menunaikan ibadah salat zuhur meskipun di atas ranjang.

“Saya sempat melihat dan kita melihat dari kaca. Pak Habibie sempat salat, salat sambil baring,” kata mantan Menteri Negara Perumahan Rakyat dan Permukiman Indonesia pada era Kabinet Reformasi Pembangunan atau era Presiden Habibie.

BJ Habibie dirawat di RSPAD Gatot Soebroto karena kondisi kesehatannya menurun.

“Kami konfirmasikan bahwa Bapak B.J. Habibie saat ini sedang menjalani perawatan yang intensif oleh Tim Dokter Kepresidenan (TDK) di RSPAD Gatot Soebroto,” ujar Rubijanto, Sekretaris Pribadi (Sespri) BJ Habibie saat dikonfirmasi, Minggu 8 September 2019.

Habibie sempat menjalani perawatan di Jerman setelah mengalami kebocoran klep jantung. Kebocoran jantung yang dialami Habibie saat itu mirip dengan sakit yang diderita sang istri Ainun Habibie. (*/sumber: tribunnews/liputan6)A

Tags

Berita Terkait

Close