HAJI & UMROH

Bocah Asal Malang, Hafal Alquran 20 Juz, Bawa Ortu Berhaji

ASSAJIDIN.COM — Usianya masih belia, 10 tahun. Meski demikian, Aida sudah hafal 20 juz Alquran dan membawa kedua orang tuanya berhaji.

Dialah Zahra Fuaida Hakim. Takdir Allah jua, bocah ceria ini sudah mengajak orang tuanya untuk ke Tanah Suci. Menunaikan rukun Islam ke lima. Haji.

Bocah asal Malang, Jawa Timur, itu berangkat bersama kedua orang tuanya berkat hafalan 20 juz Alquran. Setelah memenangi kompetisi menghafal Alquran, bocah yang karib disapa Aida mendapat apresiasi dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk berangkat haji.

Tak sendiri, Aida ditemani kedua orang tuanya, yang juga dibiayai oleh DMI. ” Alhamdulillah senang sudah berhaji,” ujar Zahra, dikutip dari Liputan6.com, saat Aida dan keluarga pulang dari Tanah Suci.

Lihat Juga :  Mina Dikabarkan Banjir dan tak Kondusif, Begini Kondisi Sebenarnya

Murid kelas lima Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda ini belajar Alquran sejak berumur empat tahun. Dia belajar dari seorang ustaz di dekat rumahnya. Dimulai dari iqro, hingga Alquran.

Setelah lancar membaca Alquran, Aida mulai menghafal ayat demi ayat Alquran. ” Kemudian diulang terus (hafalan) setiap hari,” tambah bocah kelahiran 29 Mei 2009 ini.

Anak pasangan Lukman Hakim Dasuki dan Sofiyatul Fikliyah ini mengaku ingin terus menyelesaikan hafalan Alqurannya sampai 30 juz.

Meski punya segudang kegiatan akademik dan hafalan Alquran, Aida tetap menikmati masa kecilnya, mulai dari hobinya membaca komik hingga menonton kartun kesukaan di televisi.

Sang ibunda, Sofiyatul, mengaku senang bisa mendidik anak pertamanya menjadi penghafal Alquran.

Lihat Juga :  Alhamdulillah Jemaah Haji Asal Lubuklinggau, Pagaralam dan Palembang Tiba dengan Selamat di Bandara SMB II

“Alhamdulillah semua anak bisa dididik membaca Alquran karena Alquran itu pendidikan anak pertama yang harus ditanamkan,” ujar dia.

Menurut dia, putrinya pindah dari Taman Pendidikan Alquran ke pengajian pesantren saat berusia lima tahun. Aida mulai mengaji sejak pukul dua siang hingga lima sore, sepulang sekolah. Di rumah, Sofiyatul dan sang suami memantau hafalan Aida.

Kebahagiaan Sofiyatul bertambah saat Aida bisa membawanya bersama suami berhaji ke Tanah Suci. Selain haji, Aida dan keluarga juga mendapatkan hadiah umrah tapi kemudian diberikan kepada kakek dan neneknya.

“Alhamdulillah sangat bahagia (bisa berhaji),” tandas wanita berumur 40 tahun ini.(*/liputan6)

Tags
Close