SEHAT

Bahaya Kemas Daging Kurban Pakai Kantong Plastik, Ganti dengan Daun Pisang atau Mangkok

 

ASSAJIDIN.COM  — Kebiasaan mengemas daging kurban yang selama ini dilakukan ternyata berbahaya baiknuntuk kesehatan maupun lingkungan. Tahun ini dissrankan pengemasan daging kurban menggunakan daun pisang atau mangkok.

Diharapkan dengan mengurangi penggunaan kantong plastik dapat mengurangi sampah dari bahan yang sulit terurai tersebut hingga 20 persen.

Larangan mengemas daging kurban dengam kantong plastik berdasarkan Surat Edaran (SE) Direktorat Jendral Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya untuk tidak menggunakan kantong plastik di Idul Adha, sebagai wadah daging hewan kurban.

Kepala Dinas Lingkungan dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang, Alex Fernandus mengatakan, dalam edaran ini diumumkan bahwa untuk mengurangi penggunaan sampah plastik. “Untuk itu kita himbau kepada masyarakat mengganti kantong plastik dengan wadah ramah lingkungan untuk hewan kurban,” katanya, Kamis (8/8/2019).

Lihat Juga :  Tak Bagikan Kupon, Masjid SMB Bagikan Daging Kurban Langsung Lewat RT

Alex mengatakan, pengurangan penggunaan potensi sampah plastik ini bukan hanya di Idul Adha saja. Sebab, dasar dari edaran ini bersumber dari Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008, Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009, serta peraturan pemerintah nomor 18/2012 dan Peratutan Presiden nomor 97/2017.

“Ini semua sebagai upaya pengurangan sampah plastik karenanya untuk mendukung idul adha tanpa sampah kita ikut sosialisasikan hal ini, ” jelasnya.

Untuk mempertegas pengurangan sampah plastik di Idul Adha, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang juga akan menerbitkan surat edaran.

“Jadi sesuai himbauan, untuk membungkus hewan kurban, masyarakat bisa menggunakan wadah yang dibawah dari rumah (mangkok, piring dan lainnya) atau tempat – tempat barang yang ramah lingkungan, seperti anyaman dari bambu atau rotan hingga daun pisang dan daun jati,” jelasnya.

Lihat Juga :  MUI Imbau Kurangi Pakai Kresek Plastik Saat Pembagian Daging Kurban

Alex mengklaim, jika himbauan ini dipatuhi masyarakat, maka pengurangan sampah plastik dapat terjadi bahkan cukup signifikan. “Kalau perkiraan kita bisalah kurangi 20 persen sampah plastik,” katanya. (*/Sumber: maklumatnews.com/Kamayel Ar-Razi)

Back to top button