Uncategorized

Ajak Ribuan Ibu-Ibu Bekurban di Jalan Allah, Astri Ivo : Wong Palembang Dermawan Nian

AsSajidin.com Palembang — Bertempat di Masjid Darussaid Kenten, Rabu (24/7/19. Roadshow Astri Ivo bersama Daarut Tauhid (DT) Sumsel di padati ribuan jamaah majelis taklim se Kota Palembang.

Bunda Astri-panggilan akrabnya mengungkapkan bahwa, tidak semua keluarga muslim di dunia turut merasakan kebahagiaan menjalani kehidupan.

Dalam kesempatan ini, bunda Astri pun mengajak segenap jamaah untuk turut serta peduli pada lingkungan keluarga.

Sebagai seorang muslim, kata bunda Astri, Islam itu rahmatan lil alamin, rahmat bagi alam semesta tidak hanya pada manusia, melainkan juga hewan dan tumbuhan. Oleh sebab itu, maka jika hewan dan tumbuhan saja menjadi perhatian Islam, tidak ada alasan bagi seorang muslim untuk tidak peduli kepada sesamanya.

” Saya hadir disini, bersama DT Peduli Sumsel mengajak para jamaah untuk berkurban kepada saudara muslim kita di Gaza Palestina. Kita berharap, daging kurban yang kita berikan ini menjadi kurban terbaik kita di dunia,” ungkapnya.

Lihat Juga :  Pesan Rasulullah Jaga Enam Hal ini, Insya Allah Surga untukmu

Disisi lain lanjutnya, pemberian daging kurban ke Palestina merupakan salah satu program DT Peduli, untuk turut ambil bagian membahagiakan saudara-saudara kita yang tengah dilanda kelaparan dan penderitaan.

” Alhamdulillah, tadi pagi di Masjid Citra Grand City kita berhasil menggalang dana untuk penyembelihan kurban sebanyak 4 ekor unta. Dan di Masjid Darussaid ini, setidaknya Insya Allah 3 ekor unta siap kita kirimkan lagi ” ungkapnya seraya menyebut wong Palembang dermawan nian.

 

Dalam tausiyahnya, Bunda Asri menyampaikan bahwa, saat ini banyaknya majelis taklim tidak menjadi jaminan orang untuk mau dituntun ke jalan yang lurus.Jalan orang-orang yang di berikan nikmat dr Allah SWT. Oleh karena itu, dirinya menghimbau agar setiap kajian majelis taklim selalu berefek kepada lingkungan keluarga.

” Banyak ya buk majelis taklim itu sekarang.Namun sayang, banyak ibu-ibu yang ikut ke kajian cuma ikut ramai-ramai saja. Ilmu yang di dapat pun tidak diterapkan dalam kehidupan, kan sayang. Padahal kan dia bisa memperbaiki lingkungan keluarganya dulu,” ujarnya.

Lihat Juga :  Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya Masih Terhambat Lahan

Menurut bunda Astri, seorang ibu yang baik itu bukan yang rajin ke majelis taklim, tapi mengabaikan urusan keluarga.

” Pergi ke majelis taklim, anak dan suami tidak dilayani. Masakannya tidak ada, pakaiannya kotor, rumah berantakan. Maka itu bukanlah ibu yang idaman,” ujarnya seraya menyebut jika mau menjadi bidadari surga itu kuncinya cuma satu, jadikan keluarga dan rumahmu sebagai surga.

” Suami memandang istrinya adem, anak melihat ibunya jadi panutan. Itu lah bidadari yang sebenarnya dan bukan bagi mereka yang sibuk ke majelis taklim tapi abai pada keluarga. Itu juga tidak dibenarkan,” tambahnya.

Editor : Jemmy Saputera

Back to top button