Orang Marah Dekat dengan Setan, inilah Cara Menahan Amarah

AsSAJIDIN.COM — DARI Abu Hurairah Ra berkata, seorang lelaki berkata kepada Rasulullah SAW, “Berilah aku wasiat.” Beliau menjawab, “Janganlah engkau marah.” Lelaki itu mengulang-ulang permintaannya, (namun) Rasulullah SAW (selalu) menjawab, “Janganlah engkau marah.” (HR. Bukhari).
Di bawah ini ada beberapa cara agar kita bisa menahan amarah, yaitu :
1. Membaca taawuz
“Pada suatu hari aku duduk bersama Rasulullah SAW sedang dua orang lelaki sedang saling mengeluarkan kata-kata kotor satu dan lainnya. Salah seorang di antara mereka telah merah mukanya dan tegang pula urat lehernya.
Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya aku tahu satu perkataan sekiranya dibaca tentu hilang rasa marahnya, jika sekiranya ia mau membaca, ‘A’udzubillahi minas-syaitani’ (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan), niscaya hilang kemarahan yang dialaminya.” (HR Bukhari, no. 3282)
2. Lebih baik diam
Karena yang namanya marah itu jika dikeluarkan kadang orang akan berkata-kata yang tidak Allah ridhai. Ada yang marah keluar kata-kata kufur, ada yang marah keluar kalimat mencaci maki, ada yang marah keluar kalimat laknat, ada yang marah keluar kalimat cerai hingga hal-hal sekitarnya pun bisa hancur. Kalau seseorang memaksa dirinya untuk diam ketika akan marah, hal-hal yang rusak tadi tidak akan terjadi.
Ada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, “Jika salah seorang di antara kalian marah, diamlah.” (HR. Ahmad)
3. Berganti posisi
Dari Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda, “Bila salah satu di antara kalian marah saat berdiri, maka duduklah. Jika marahnya telah hilang (maka sudah cukup). Namun jika tidak lenyap pula maka berbaringlah.” (HR. Abu Daud).
4. Mengambil air wudhu
Dari Athiyyah As-Sa’di radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya amarah itu dari setan dan setan diciptakan dari api. Api akan padam dengan air. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaknya berwudhu.” (HR. Abu Daud)
5. Ingat wasiat Rasulullah SAW dan janji beliau
Dari Mu’adz radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menahan amarahnya padahal mampu meluapkannya, Allah akan memanggilnya di hadapan para makhluk pada hari Kiamat untuk memberinya pilihan bidadari yang ia inginkan.” (HR. Abu Daud)
Dari Abu Ad-Darda’ radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Wahai Rasulullah tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang dapat memasukkan dalam surga.” Rasulullah SAW lantas bersabda “Janganlah engkau marah, maka bagimu surga.” (HR. Thabrani dalam Al-Kabir). [*/sumber: islampos.com]
