ISLAMIC SCHOOL

Program Kakak Asuh, Ustadz Zakiudin : Jadikan Sekolah “ Senyaman” di Rumah  

ASSAJIDIN.COM PALEMBANG – Memasuki hari III tahun ajaran baru, Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Furqon menggelar seminar parenting, yang bertujuan mengajak setiap orang tua siswa agar dapat  sejalan dengan proses pembelajaran pengasuhan anak di sekolah berdasarkan Al Quran dan Sunnatullah.

Ustadz Zakiudin S.Pd.i Kepala Sekolah SDIT Al Furqon yang dibincangi AsSajidin usai acara berlangsung mengemukakan bahwa, pihaknya telah menyiapkan kegiatan acara ini sejak lama. Menurutnya, hal semacam ini sangat penting dalam membentuk karakter anak agar kedepan mereka dapat tumbuh kembang, serta memiliki mental yang mandiri dan tidak bergantung pada orang tua. Begitupun orang tua, hendaknya dapat mempercayakan pola asuh anak di sekolah kepada Ustadz dan para Bunda yang ada.

Kita tahu bersama bahwa, kata Ustadz Zaki. Anak -anak yang baru memasuki bangku Sekolah Dasar (SD) itu cenderung, memiliki rasa kecemasan, ketergantungan pada orang tua dan sebagainya. Oleh sebab itu, dalam acara yang berlangsung di Gedung Daarul Jannah, Rabu (17/7/19)  kita berharap, baik orang tua maupun sekolah dapat bersinergi mengawal kepribadian mereka agar menjadi Ahli Dzikir, Ahli Fikir, Ahli Ihtiar dapat terwujud.

“ Acara ini, sebenarnya adalah curahan hati orang tua untuk anak-anak mereka. Dan karenanya pula, kami mengarahkan setiap orang tua dapat menyelipkan pesan singkat kepada setiap anak. Agar itu dapat membekas dan memantik semangat dan motifasi sang anak di sekolah,”ujarnya.

Disamping itu, lanjut Ustadz Zaki, melalui acara ini pihaknya juga memaparkan sejumlah program, salah satunya adalah program ‘ Kakak Asuh “ yang dimaksudkan untuk membuat siswa-siswi di Sekolah senyaman berada di rumah.

“ Program Kakak Asuh ini, dimaksudkan untuk memberi tanggung jawab kepada kakak -kakak kelasnya untuk dapat turut serta menjaga, mengawasi, dan melindungi adik-adik kelasnya. Baik dalam bermain, belajar maupun kegiatan-kegiatan lain di sekolah,” ucapnya seraya melibatkan para kakak tingkat dengan tujuan untuk melatih mereka bagaimana sedari dini tentang jiwa kepemimpinan.

Hal tersebut, kata Ustadz Zaki telah sesuai dengan perintah Allah SWT yang tertuang dalam QS: Al-Baqarah/2 : 30-33 yang berbunyi: “ Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat : “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi.” Mereka berkata : “Apakah Engkau hendak menjadikan di bumi itu siapa yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Allah berfirman : “Sesungguhnya Aku me-ngetahui apa yang tidak Engkau ketahui.”  Dia mengajar kepada Adam nama-nama seluruhnya, kemudian memaparkannya kepada para malaikat, lalu berfirman : “Sebutkanlah kepadaKu nama-nama benda itu, jika kamu ‘orang-orang’ yang benar.” Mereka berkata : “Maha suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” Allah berfirman : “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini !” Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman : “Bukankah sudah Aku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan kamu sembunyikan?”

Lihat Juga :  SIT Al Furqon Jaring Talenta Muda Untuk Berbakti Kepada Agama, Bangsa dan Negara

“ Kita berharap melalui program Kakak Asuh ini, mereka dapat tumbuh sebagai khalifah di muka bumi dengan memiliki semangat Islami yang bermentalkan keteladanan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ahli Psikologi dari SIT Al Furqon, Bunda Anna Herlina, S.Psi dalam kesempatanya mengatakan jika, peran gadget saat ini diakui atau tidak telah mampu menggeser perhatian anak kepada orang tua, saudara bahkan lingkungan sekalipun. Walaupun, tidak semua gadget berdampak buruk bagi penggunanya, namun hal itu perlu menjadi perhatian kita bersama. Khususnya para orang tua yang memiliki putra-putri dalam masah tumbuh antara usia 6 tahun hingga 17 tahun.

“ Gadget haruslah di hindari oleh anak-anak, sebab masa seusia mereka sangatlah rentan karena belum memiliki kematangan emosi dan psikologi. Biasanya, anak-anak yang kecanduan dengan alat komunikasi ini lebih cendrung agresif, mudah marah, cuek, dan yang paling bahaya adalah memiliki karakter kasar,” bebernya.

Oleh sebab itu kata dia, peran orang tua, dan guru di sekolah saja belum lah cukup. Mereka juga perlu di dewasakan dengan teman sejawatnya. Jika ini terwujud maka, Insya Allah hal-hal yang sering terjadi di sekolah-sekolah seperti kasus bullying dan sebagainya tidak akan pernah terjadi.

“ Saya melihat, apa yang di lakukan SIT Al Furqon selama ini sudah sangat tepat, dengan melibatkan kakak tingkat mereka untuk turut serta mengawasi dan menjaga satu sama lain adalah cara yang efektif, untuk anak merasa aman dan nyaman di sekolah,” urainya.

Lihat Juga :  Menelaah Pentingnya Kesadaran Orangtua Akan Pendidikan

Ia juga menambahkan, hendaknya setiap orang tua memiliki tingkat ektra peduli terhadap anak. Misalnya tidak menggunakan gadget saat berada di dekatnya, tidak juga serta merta menunjukkan nilai kasih sayang berlebih kepada mereka, sehingga membuat anak menjadi manja.

“ Banyak loh para orang tua itu, saat mengantar anaknya ke sekolah dengan mengintip-ngintip di jendela. Itu keliru sebenarnya, kenapa ? karena dengan begitu berarti orang tua yang belum menginginkan anak-anaknya tumbuh mencari jati diri. Biarkan mereka menangis, percayakan kepada para orang tua asuh mereka di sekolah. Dengan menangis, seharusnya orang tua itu bangga, sebab dengan tangisan mereka itulah karakter anak yang sebenarnya baru akan di bentuk,” jelasnya sembari mengutip Firman Allah SWT dalam QS; At Tin ayat 4 yang dalam terjemahanya ,” Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

Untuk di ketahui kata, Bunda Anna bahwa, terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia (Isi Kandungan) 1-6 ini berisi jika, Allah SWT bersumpah dengan tin dan zaitun, yang keduanya termasuk buah buahan yang masyhur, Allah bersumpah Juga dengan gunung thursina(Sinai) yang disana Allah berbicara kepada Musa alaihi salam secara langsung, Allah bersumpah Juga dengan negeri yang aman dari segala ketakutan (yaitu Makkah) tempat turunnya wahyu. Sungguh kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang terbaik, kemudian Kami mengembalikannya ke neraka bila dia tidak patuh kepada Allah dan tidak mengikuti para rasul. Akan tetapi orang-orang yang beriman dan beramal shalih, mereka mendapatkan pahala besar yang tidak terputus dan tidak dikurangi.

“ Melalui ayat diatas, sungguh kami sebagai orang tua dari anak-anak  yang bapak ibu percayakan berkewajiban mengarahkanya untuk selalu berpijak pada Quran dan Sunnatullah. Semoga mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan ahlak keteladanan, meskipun mereka saat ini tengah berada di zaman yang serba sulit walaupun canggih,” tutupnya.

Editor : Jemmy Saputera

 

Close