Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

INTERNASIONAL

Tiga Amalan yang Pahalanya tak Terbatas

 

AsSAJIDIN.COM — Dalam hadist qudsi , Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa ada tiga amalan manusia yang pahalanya diberikan Allah Swt tidak terbatas. Ketiga amalan itu adalah Sabar, Puasa dan Suka Memaafkan sesama manusia.
Amalan Sabar dan Memaafkan adalah amalan hati, sedangan puasa adalah amalan zhohir.
Puasa adalah amalan yang hanya diketahui oleh orang yang berpuasa itu sendiri dan Allah. Oleh sebab itu, puasa dilandasi oleh iman sebagaimana Al Baqarah ayat 183. Landasan Iman inilah yang menjadi alarm atau alat rem seseorang itu jujur atau tidak dalam puasa. Kesempatan untuk berpura-pura puasa itu sangat terbuka, soalnya hanya dia dan Allah yang tahu. Misalnya ketika orang sedang berwudhu, bisa saja dia secara diam-diam minum air, namun karena dilandasi iman, maka hal itu tidak akan dilakukan. Kalaupun itu dilakukan maka itu urusan dirinya sendiri dengan Allah.
Puasa adalah untuk-Ku, kata Allah. Maka pahala puasa biarlah Aku kata Allah yang membalasnya tiada terbatas

Lihat Juga :  Merah Putih Lolos Babak Perempat Final Japan Open 2024

Kemudian, amalan Sabar. Alquran mengatakan, jangan sekali-kali kamu mengaku beriman sebelum kamu diuji. Jadi ujian adalah qodarullah, sesuatu yang telah ditetapkan Allah, tidak ada manusia yang lolos dari ujian tersebut, maka obatnya adalah sabar. Sabar menghadapi ujian, musibah, ibadah dan lainnya. Umat islam terkenal tahan uji karena selalu sabar dalam menghadapinya, kecuali orang Jepang dan Korea yang suka bunuh diri. Mereka tidak tahan ujian dan tidak ada sabar menghadapinya. Sabar ini tertera dalam QS Az Zumar Ayat 10.

Terakhir amalan yang pahalanya tidak terbatas diberikan Allah adalah suka memaafkan. Orang suka memaafkan sebagaimana diterangkan dalam Asy Syura ayat 40.Ada cerita seorang bapak di London meninggal dunia ketika tengah menunggu buka puasa di masjid. Dia termasuk orang pilihan, yang meninggal bagus, meninggal dalam keadaan puasa, hari jumat, di masjid. Lalu seorang syaikh menanyai saudara laki-lakinya, apa amalan bapak ini sehingga dia meninggal begitu indah dan baik? Jawab orang itu, semasa hidupnya dia selalu berlapang dada, suka memaafkan.
Orang yang mengamalkan ketiga amalan tersebut maka ketika hari Kiamat nanti, dia dipanggil dengan seruan, “Manakah orang-orang yang pahalanya atas (tanggungan) Allah?” Maka diterimalah mereka, yaitu orang-orang yang sabar , orang-orang yang berpuasa , dan orang-orang yang suka memaafkan kesalahan manusia. Wallahu’alam.(*)

Lihat Juga :  Mengenang Enam Peristiwa Sejarah Zaman Nabi di Bulan Safar

Penulis: H Aspani Yasland

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button