MOZAIK ISLAM

Masya Allah, dari Dalam Kubur, KH Masykur Sampaikan Tausiah tentang Kematian

ASSAJIDIN.COM — Ada berbagai macam cara para mubaligh berdakwah menyampaikan syiar agama Islam. Pada umumnya di masyarakat, dakwah dikemas dalam bentuk pengajian akbar yang diisi dengan petuah-petuah dari mubaligh sesuai dengan keahlian dan karakteristiknya.

Ada yang menyampaikan ceramah dengan cara ilmiah, ada yang dipenuhi dengan humor, ada yang menggunakan media wayang, alat musik dan berbagai cara lainnya agar dakwah yang disampaikan dapat dipahami, menarik dan tidak membuat jama’ah jenuh.

Di antara cara berdakwah yang beda dari kebanyakan mubaligh dimiliki oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ikhlas Tulang Bawang, Lampung KH Masykur M. Alfaruq (Gus Faruq).

Ia dikenal masyarakat dengan dakwahnya dari dalam kubur. Dakwah yang dilakukan oleh Gus Faruq penuh dengan risiko. Kekuatan fisik dan mental sangat dibutuhkan karena saat menyampaikan dakwahnya, Gus Faruq benar-benar dikubur layaknya orang yang meninggal dunia.

Lihat Juga :  Profil Husain Basyaiban, Pemuda yang Aktif Berdakwah di Media Sosial Miliki 4,7 Juta Follower

Seperti yang terlihat pada dakwahnya di Lapangan Sripendowo, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, akhir Maret lalu.

Prosesi dakwah diawali dengan sedikit tausiyah kepada para jama’ah bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara dan pasti akan berakhir. Ia mengingatkan bahwa manusia adalah makhluk ciptaan Allah dan akan kembali kepada-Nya.

Selanjutnya, Gus Faruq pun dibungkus dengan lembaran kain kafan dan kemudian dimasukkan kedalam liang kubur yang telah disediakan.

Kemudian ia dikubur di liang tersebut layaknya prosesi pemakaman jenazah lengkap dipasang tanda makam bertuliskan namanya. Dari dalam tanah inilah ia menyampaikan berbagai materi dakwahnya selama satu jam lebih. Materi tentang kematian dan muhasabah untuk mendekatkan diri kepada Allah ia sampaikan melalui pengeras suara yang juga ikut dikubur.

Nampak jama’ah menyimak seksama dakwah yang disampaikan dari dalam kubur sembari merenungi pesan dan hikmah kematian yang menyentuh dari Gus Faruq. Tak terasa beberapa jamaah meneteskan air mata bahkan menangis tersedu-sedu.

Lihat Juga :  Membumikan Al Quran, Tujuan Mulia Lembaga Kajian dan Pemahaman Al Quran Al Furqon

Setelah selesai menyampaikan dakwahnya, dilakukan do’a bersama memohon ampunan Allah SWT dan penggalian makam pun dilakukan.

“Dakwah Kubur ini adalah salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah SWT, bahwa kita dihadapan Allah hanya sebutir debu yang tanpa campur tangan kuasa-Nya kita bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa, ketika kita dihadapkan pada liang lahat berukuran 1×2 meter lubang di mana merupakan tempat peristirahatan terakhir kita,” tuturnya.

Kiai Muhlisin yang hadir pada kesempatan tersebut menambah dan mewarnai khazanah dakwah Ahlussunnah wal Jama’ah. “Kegiatan ini juga menarik jama’ah untuk hadir dan bermuhasabah melalui materi tentang kematian. Para jama’ah banyak yang mendapat atsar (perubahan) setelah mengikuti pengajian tersebut,” tambahnya.(*/sumber: nu online)

Back to top button