MOZAIK ISLAM

Langgar Darut Taqwa Plaju dan Yayasan Budi Sentosa Sriwijaya Beri Santunan Anak Yatim

ASSAJIDIN.COM — Menyambut Tahun Baru 1 Muharram 1442H Langgar Darut Taqwa Bagus Kuning Plaju membuka program “Pembinaan & Santunan Rutin Anak Yatim”.

Kegiatan ini dalam rangka membantu anak yatim dalam pembinaan akhlak dan hafalan Qur’an serta pemberian santunan rutin bulanan.

Kegiatan dihadiri oleh anak anak yatim dan bunda yatim, pengurus langgar, masyarakat sekitar dan undangan. Ketua pelaksana program Ibu Siti Ayuna Ningrum dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada pengurus Langgar Darut Taqwa dan masyarakat sekitar yang mensupport kegiatan mulia ini.

Disampaikan juga terimakasih kepada semua donatur khususnya kepada Yayasan Budi Sentosa Sriwijaya yang telah mensupport dan membimbing tim pelaksana untuk mengadakan kegiatan ini secara rutin di Langgar Darut Taqwa.  Pada akhir sambutan, Siti mengharapkan agar kegiatan ini dapat berjalan lancar di bulan bulan berikutnya dan makin banyak masyarakat yang dapat berpartisipasi sehingga makin banyak anak yatim yang dapat dibina dan disantuni setiap bulannya.

 

Pembina Yayasan Budi Sentosa Sriwijaya Bapak Dr. Budi Santoso, M.Si  dalam tausyiahnya mengatakan bahwa program ini merupakan program rutin Yayasan dalam membina dan menyantuni anak yatim di Kota Palembang termasuk beberapa kabupaten di Sumsel.

Lihat Juga :  Yayasan Budi Sentosa Sriwijaya Bagikan paket Lebaran dan Zakat untuk Keluarga Yatim Dhuafa dan Mustahik

Sejak dibukanya program Desember 2017 mulai dari membina & menyantuni 29 anak yatim (non panti), saat ini Yayasan bersama mitra (Mushola, Langgar, Masjid, atau Rumah Qur’an) membina dan menyantuni   secara rutin setiap bulan 130 anak yatim.

Mereka datang setiap bulan dengan berbagai kegiatan islami (Hafalan Qur’an, Hadroh,  Sholawatan, Mengaji, Bimbingan belajar) dan diakhiri dengan pemberian santunan. Dasar kegiatan ini adalah QS Al-Baqarah 220 : “Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang anak yatim.

Katakanlah : Memperbaiki keadaan mereka adalah baik”. Nabi Muhammad s.a.w bersabda “Saya dan orang yang mengasuh atau memelihara anak yatim akan berada di surga begini,” kemudian beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah dan merenggangkannya sedikit.” (HR. Bukhari, Tirmidzi, Abu Daud & Ahmad dari Sahl bin Sa’d).

Untuk itulah kami tidak hanya ingin memberi santunan tetapi berusaha mendidik mereka dengan kebiasan baik dan menghafal Qur’an khususnya Juz 30.

Dalam kesempatan ini Pak Budi Santoso yang sehari harinya juga dosen di FKIP Universitas Sriwijaya ini  mengajak pengurus DKM Masjid di Kota Palembang agar dapat menjadikan Masjid selain tempat ibadah ubudiyah, juga menjadi pusat kegiatan sosial dan pemberdayaan umat berbasis masjid seperti masjid jaman Rasulullah dengan berbagai fungsi masjid.  Apa yang kita laksanakan ini, sangat mungkin dilaksanakan di Masjid, sehingga Masjid dapat berfungsi sebagai salah satu pilar kebangkitan ekonomi umat.

Lihat Juga :  Wajib Bagimu Mencegah Kemunkaran

Misalnya dengan mendirikan Baitul Maal untuk pemberdayaan umat. Yayasan membuka diri untuk berbagi pengalaman agar Masjid atau Mushola juga dapat menjalankan program program mulia seperti ini atau mendirikan Baitul Maal Masjid. Insya Allah setelah Langgar Darut Taqwa Plaju, kita lanjutkan ke Masjid & Pesantren An-Nur Sukomoro.

Secara Nasional kita tergabung dalam Yayasan Berkarya (Berkah Keluarga Yatim), jaringan pemerhati anak yatim yang saat ini membina dan menyantuni lebih dari 1000 anak yatim setiap bulan.

Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi, silahkan kunjungi www.keluargayatim.com untuk melihat berbagai aktifitas pembinaan dan santunan anak yatim di berbagai pelosok tanah air.(*/sumber rilis)

Back to top button