ISLAMIC SCHOOL

SMA  IT Al Furqon, Mengayuh Langkah Menuju Revolusi Industri 4.0

ASSAJIDIN.COM Palembang –   Sebagai garda terdepan dalam dunia Pendidikan, setiap guru harus dapat  meng-upgrade kompetensi diri dalam menghadapi era Pendidikan 4.0. Mengingat para peserta didik yang dihadapi guru saat ini merupakan generasi milenial yang tidak asing lagi dengan dunia digital. Melihat hal itu, SMA IT Al Furqon pun bertekat untuk bersama mengayuh langkah menuju revolusi industry 4.0

“ Peserta didik sudah terbiasa dengan arus informasi dan teknologi industri 4.0. Ini menunjukkan bahwa produk sekolah yang diluluskan harus mampu menjawab tantangan industri 4.0 pula,” kata Ustadz Mahyudi Kepala Sekolah SMA IT Al Furqon diruang kerjanya, Rabu ( 27/3/19).

Ustadz Mahyudi Kepsek SMA IT Al Furqon

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa, pihaknya saat ini tengah menanti system pembelajaran yang maju tersebut dapat seiring dengan tingkatan kepercayaan masyarakat terhadap Sekolah Islam Terpadu (SIT). Terutama SMA IT Al Furqon yang saat ini boleh dikata sebagai salah satu sekolah yang banyak di lirik dan diminati masyarakat.

Kendati demikian Mahyudi tidak menampik adanya tantangan  besar kea rah yang lebih baik. Oleh sebab itu, Ia bertekat untuk membawa SMA IT Al Furqon tersebut menuju era di gitalisasi.

Lihat Juga :  SIT Al Furqon Jaring Talenta Muda Untuk Berbakti Kepada Agama, Bangsa dan Negara

“ Guru harus terus belajar meningkatkan kompetensi sehingga mampu menghadapi peserta didik generasi milenial. Jangan sampai timbul istilah, peserta didik era industri 4.0, belajar dalam ruang industri 3.0, dan diajarkan oleh  guru industry 2.0 Jika ini terjadi, maka pendidikan kita akan terus tertinggal dibandingkan negara lain yang telah siap menghadapi perubahan besar ini,” ungkapnya.

Pembangunan Gedung SMA IT Al Furqon yang Baru

Menurutnya, Indonesia  saat ini tergolong lambat dalam merespon revolusi industri 4.0 dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.  Namun ini bukan menjadi penyebab bagi kita untuk memperbaiki Sistem  Pendidikan kita. Oleh karena itu, pemerintah harus menyediakan fasilitas yang memadai dalam menyongsong era Pendidikan 4.0.

“ kita akan mulai menerapkan itu semua nanti, di ruang kelas yang baru. Insya Allah jika tidak ada hambatan per 1 Juli 2019 mendatang, semua system terbarukan itu dapat kita mulai di Sekolah kebanggan kita ini,” ujarnya.

“ Semua akan kita mulai dari hal-hal kecil, seperti misalnya memanfaatkan teknologi melalui daftar hadir siswa yang terkoneksi langsung ke smarpone para orang tua. Jadi nanti, setiap siswa yang akan menghadapi proses belajar mengajar, mereka bisa masuk melalui screen wajah. Kan selama ini cuma sidik jari yang kita pakai,  akan tetapi nanti kita akan terapkan yang lebih canggih,” tuturnya menjelaskan.

Lihat Juga :  Wisuda Akbar XVI PGTK Islam Terpadu (IT) Al Furqon di Ramaikan Pentas Seni

Untuk di ketahui saat ini pembangunan Gedung baru SMA IT Al Furqon sudah memasuki fase 60 persen selesai, itu artinya kata Ustadz Mahyudi tidak alas an lagi bagi sekolah untuk terus menyiapkan diri , mengayuh langkah menuju revolusi industry 4.0

“ Nanti di gedung yang baru, kita pergunakan 10 lokal untuk belajar dari 15 lokal yang tersedia. Sementara 5 lokal akan kita pergunakan untuk menunjang sarana dan prasarana pendidikan yang bermuara pada teknologi. Akan kita siapkan lab, kimia, matematika, fisika bahkan kita rencanakan juga tersedia tempat kreasi seni. Tidak menutup kemungkinan kita akan berusaha menciptakan media lokal berupa stasiun radio. Itu kan baru sekedar cita-cita, namun harus di ingat, kesuksesan itu juga harus di rencanakan,” tutupnya.

Editor :  Jemmy Saputera

 

 

 

Close