MOZAIK ISLAM

Ketika Zaman Menenggelamkan Gaya Hidup Seorang Muslim

Ustadz H.Mugiono M.Pdi, ; Gaya Hidup Muslim Mulai Tergerus

Palembang, ASSAJIDIN.COM –  Tadinya, suara – suara masih nyaris terdengar yang kedengaran satu dua dalam majelis ilmu Kajian Ahad Masjid Al Furqon tersebut. Namun ketika Ustadz H.Mugiono M.Pdi, menyebutkan kini “Gaya Hidup Muslim Mulai Tergerus”. Hal itu dikarenakan kebanyakan muslim saat ini telah mengikuti gaya barat yang notabenenya kaum kafir. Mendengar itu, lantas kemudian suara jamaah pelan-pelan menghilang dan agaknya merenungkan kalimat ustads Mugiono, beberapa waktu lalu

Dewasa ini, kata Ustadz Mugiono, muslim tidak lagi punya kekhasan sendiri. Yang ada dari gaya dan penampilan bahkan akhlak dan tingkah lakunya banyak yang ingin mengikuti gaya barat atau gaya orang kafir. Kajian Ahad itu, memang tidak bertemakan soal gaya hidup muslim yang konon tengah menyerupai kaum barat yang kafir. Tema kajian ahad itu adalah Hadist Arbain yang ke 18. Namun disela-sela tema kajian itu, Mugiyono menyentuh Sabda Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa pada saat datang kiamat, maka tata cara dan gaya hidup serta pandangan soal agama pun akan cenderung mengikuti cara-cara kaum kafir.

Dicontohkan bagaimana saat ini, orang berbondong-bondong melaksanakan upaya adat istiadat dan budaya yang menyerupai kaum kafir. Di hampir semua lini kehidupan, melekat tata cara yang khas budaya kafir itu pula

Memang apa yang diungkapkan Mugiyono, persis dengan apa yang kita alami. Lihat saja bagaimana model rambut, cara berpakaian dan penampilan muda-mudi Islam saat ini, banyak yang mencontoh gaya artis yang modern katanya.Dan meninggalkan nuansa Islam yang syar’i. Sehingga cenderung mencontoh gaya top model yang memeluk agama bukan Islam alias kaum kafir dengan budaya bebasnya.

Lihat Juga :  Doa Hari ke-28 Bulan Ramadhan, Menggiatkan Amalan Sunnah

Mereka merayakan ulang tahun dengan hura-hura, bahkan dibalut juga acara religius. Pokoknya tema utama sebenarnya adalah perayaan yang berbau adat dan gaya kaum liberal yang kafir tersebut. Perayaan seperti Ultah dan New Year yang pemuda muslim rayakan semuanya diimpor dari ajaran non-muslim, bukan ajaran Islam sama sekali. Benarlah disebutkan dalam hadits, umat Islam selangkah demi selangkah akan mengikuti jejak non muslim.” Sunnatullah, Banyak orang Muslim akan Mengikuti Jejak Orang Kafir.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; //“Kiamat tidak akan terjadi hingga umatku mengikuti jalan generasi sebelumnya sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.” Lalu ada yang menanyakan pada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, “Apakah mereka itu mengikuti seperti Persia dan Romawi?” Beliau menjawab, “Selain mereka, lantas siapa lagi?“// (HR. Bukhari no. 7319)

Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”//Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun, -pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?..” Beliau menjawab,// “Lantas siapa lagi?//” (HR. Muslim no. 2669).

Ibnu Taimiyah yang dikutip dari artikel //Rumaysho.com// dijelaskan, tidak diragukan lagi bahwa umat Islam ada yang kelak akan mengikuti jejak Yahudi dan Nashrani dalam sebagian perkara. Lihat Majmu’ Al Fatawa, 27: 286.

Lihat Juga :  Pertanggungjawabkan Masa Mudamu, ini Balasan Allah SWT

Jangan Ikuti

Mugiono menjelaskan, biarpun itu sudah jadi sunnatullah, namun bukan berarti mengikuti jejak ahli kitab dan orang kafir jadi boleh. Bahkan secara umum kita dilarang menyerupai mereka dalam hal yang menjadi kekhususan mereka. Penyerupaan ini dikenal dengan istilah tasyabbuh.

Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,;//“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Daud ). Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,;//“Bukan termasuk golongan kami siapa saja yang menyerupai selain kami//” (HR. Tirmidzi)

Kenapa sampai kita dilarang meniru-niru orang kafir secara lahiriyah? Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,”Keserupaan dalam perkara lahiriyah bisa berpengaruh pada keserupaan dalam akhlak dan amalan. Oleh karena itu, kita dilarang mencontoh dan menyerupai orang kafir” (Majmu’ Al Fatawa, 22: 154). Di tempat lain dalam Majmu’ Al Fatawa, beliau berkata, ;//“Jika dalam perkara adat (kebiasaan) saja kita dilarang tasyabbuh dengan mereka, bagaimana lagi dalam perkara yang lebih dari itu?!” (Majmu’ Al Fatawa, 25: 332)

Ini merupakan peringatan dari para ulama kepada umat muslim agar ingat dan berusaha dengan kuat menjaga agar mereka tidak mencontoh atau menyerupai dengan cara mencontoh gaya yang khas dari kaum yahudi dan nasrani yang biasanya kita menyebutkannya sebagai kaum kafir. Jangan sampai masuk dalam golongan mereka.(*) Artikel ini telah terbit di AsSajidin cetak edisi Febuari 2017

Editor : Jemmy Saputera

Close