PENDIDIKAN

Mahasiswa Buka Lapak Mengaji Gratis Ajak Warga Belajar Alquran

Setiap Ahad di Kambang Iwak

PALEMBANG, AsSAJIDIN.COM – Umumnya orang belajar mengaji di pesantren, musala, masjid, TPA atau madrasah atau di sekolah. Namun kumpulan pemuda ini mengajar mengaji di pinggir tempat umum dan pesertanya adalah siapapun yang bersedia, Minggu (24/2/2019).

Itulah yang dilakukan oleh pemuda pemuda yang tergabung dalam┬áBimbingan Belajar Moba La Tansa yang terletak di Jalan Basuki Rahmat bersama sejumlah mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang. Mereka buka lapak mengajar mengaji gratis di area Taman Kambang Iwak dari pukul 07:00 – 09:30 WIB.

“Ide ini merupakan panggilan hati kami, karena merasa risau dan khawatir terutama dengan adik-adik kita yang belum fasih membaca Al-Qur’an. Untuk kemajuan masyarakat kota Palembang kami ingin hadir di tengah umum secara langsung menjangkau orang-orang yang mau belajar atau memperlancar bacaan Al-Qur’an-nya,” terang Muhammad Fajrur Falah salah seorang pengajar di Lapak mengaji.

Lihat Juga :  Lewat Hoki, Kini Galih dan Tim Diperhitungkan di Kancah Nasional

Dengan menggelar terpal dan menyiapkan Alquran, Iqra’, beserta meja ia mengaku dalam mengajar di lapak mengaji tanpa pamrih kepada siapa saja.

“Ini lapak pertama yang kita gelar sejak berdirinya Bimbel Moba La Tansa tahun 2016. Alhamdulillah di hari pertama ini, respon masyarakat sangat bagus sejak pagi sudah ada belasan orang yang mampir ke lapak kami mulai anak-anak, bapak-bapak, ibu-ibu dan anak muda. Malahan ada yang sudah membawa Al-Qur’an dari rumah,” tuturnya.

Yang mereka ajarkan dilapak mengaji ini diantaranya, memfasihkan bacaan dari Al-qur’an, mentasmihkan hafalan ayat-ayat suci, membenarkan tajwid. “Selain membaca Al-Qur’an kami juga ajarkan bahasa Arab. Mulai hari ini, kami akan buka lapak mengaji setiap Minggu di Kambang Iwak dan tidak menutup kemungkinan membuka juga di tempat lain atau ke mall-mall,” tutupnya.

Lihat Juga :  Asuransi yang Paling Menguntungkan Bila Ajal Menjemput, Apa itu?

Sejumlah pengajar rata-rata merupakan mahasiswa/mahasiswi UIN Raden Fatah dan alumni pesantren sebanyak 15 orang. Pada lapak mengaji ini, mengaji dilakukan secara terpisah antara muslim sesama muslim, dan muslimah sesama muslimah.(*)

Penulis : Tri Jumartini Ilyas

Tags
Close