DUNIA ISLAMPENDIDIKAN

Guru Adalah Telaga Ilmu, Menuntun Kecerdasan Muridnya

Oleh: Ir. Salamah, MP, C.GR ( Guru Sekolah SIT Al Furqon Palembang ) 

Assajidin.com – Ketika membaca sebuah tulisan tentang ilmu dan adab, kisah Imam Syafi’I, hati tersa tergetar dan angan pun melayang mencapai puncak khayal yang begitu tinggi. Betapa beliau tekun dalam mengejar ilmu untuk dapat dikuasai sekaligus dilakukannya. Imam Syafií adalah sosok sahabat ulama yang begitu cerdas dan sangat beradab.

Imam Syafií adalah seorang murid yang nyaris tidak mengenal lelah dan waktu dalam mencari ilmu. Bahkan gurunya, Imam Malik, menyebutnya Imam Syafi’I sebagai sosok ‘telaga ilmu’ saking cerdas dan pintarnya serta tekunya dalam menuntut ilmu. Ia pun cepat menghafat dan mengingat semua pelajaran yang disampaikan.

Guru pun hendaklah sebagaimana kisah dari seorang ulama besar Imam Syafi’I ini. Dalam laman Hidyatullah.com, dituliskan bahwa Imam Syafi’I tiada mengenal lelah menuntut ilmu, sekalipun sudah mengetahui tentang sesuatu, namun terus merasa kurang. Lalu mencari kebenarannya lagi hingga ilmu yang dimiliki benar-benar memiliki kebenaran yang sah bagi semua orang.

Guru juga merupakan telaga ilmu, harus cerdas, pintar dan memiliki adab yang mulia. Sehingga, kebenaran yang disampaikannya kepada murid adalah kebenaran yang sesungguhnya. Ilmu yang mumpuni dan bisa dipertanggungjawabkan secara etika, moral dan kebenaran yang dapat diterima semua orang.

Seorang guru haruslah terus belajar dan menambah ilmu pengetahuan agar memahami dengan baik materi pelajaran yang diampunya. Seorang guru yang ketika menggunakan metode penyampaian sudah tidak menarik lagi bagi siswa, ia segera berinovasi untuk menggunakan metode lainnya.

Tidak hanya sekadar murid diminta membaca lantas ditanya; guru meminta murid membuka buku lalu menerangkan; guru menulis di papan tulis kemudian murid diharuskan mencatat di buku tulis; apalagi hanya sekadar menyuruh murid menulis kembali dari buku paket yang dimiliki oleh murid sendiri. Sungguh, guru yang terus belajar dan menambah ilmu pengetahuan akan bisa menampilkan dan membahas pelajaran dengan menarik bersama anak didiknya.

Lihat Juga :  Dianggap Diskriminasi, CPNS Guru Diganti PPPK, PGRI Sumsel Bakal Surati Pemerintah Pusat

Di samping itu, guru yang terus belajar dan menambah ilmu pengetahuan juga berwawasan luas berkaitan dengan hal di luar pelajaran sekolah. Hal ini penting bagi seorang guru yang mendampingi anak didiknya di kala proses dan berkembang dalam kehidupan ini. Ketika anak didik mendapatkan persoalan dalam kehidupannya, ia akan mendapatkan penjelasan yang memuaskan dari gurunya.

Sungguh, jika seorang guru bisa secara terus-menerus menempa dirinya sehingga ilmu pengetauannya semakin luas dan mempunyai pehamaman yang baik berkaitan dengan kehidupan ini, tentu akan dicintai oleh anak didiknya. Memang guru pada dasarnya telah memiliki ilmu yang luas. Ia mengetahui apa saja terkait dengan ilmu. Apalagi ilmu yang diampunya sebagai tugas sehari-hainya.

Saya pernah kenal seorang teman guru yang mengajar di sebuah perguruan Islam. Ia berkata; bahwa banyak anak-anak sekarang yang memiliki kemampuan ilmu yang luar biasa, sehingga mau tak mau seorang guru harus terus belajar memperdalam ilmu hingga dapat mengemukakan jawaban atas semua pertanyaan murid-murid yang cerdas – cerdas tersebut.

Katanya lagi, bahwa Guru adalah seorang perantara aktif antara siswa dengan ilmu pengetahuan. Menjadi seorang guru adalah sebuah tanggung jawab dan merupakan panggilan dari dalam diri seseorang itu sendiri. Seorang guru dituntut untuk professional dalam mengajar siswa tanpa membedakan satu siswa dengan siswa lainnya. Di sekolah, seorang guru berperan penting bagi pembentukan karakter siswa. Untuk itu dibutuhkan karakteristik ideal seorang guru untuk siswa agar terpenuhinya tujuan dan maksud pendidikan.

Guru ideal, adalah mereka yang luas pemahaman dan ilmu pengetahuannya. Guru ideal juga harus dapat menguasai ilmunya dengan baik sehingga mampu menyampaikan materi pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa dengan berbagai metode menarik dan cara yang mudah dipahami pula.

Lihat Juga :  Nasihat Guruku yang Begitu Dinanti

Dimaksudkan bahwa seorang guru yang ideal adalah guru yang berwawasan luas dan menguasai ilmunya akan dapat memberi siswa banyak pengetahuan baru. Seorang guru yang ideal juga harus mengimbangi pengetahuannya dengan amal sebab sejatinya segala hal berasal dari Tuhan. Disinilah bahwa tuntutan utama untuk menjadi seorang guru yang ideal haruslah memiliki wwasan ilmu pengetahuan dan amal yang seimbang. Artinya seorang guru ideal harus memiliki kecerdasan intelektual dan moral.

Kemudian poin berikutnya adalah Seorang guru yang ideal juga harus memiliki prinsip untuk mencerdaskan, mengarahkan, serta membimbing siswa untuk menuju kesuksesan. Disamping itu, guru yang baik adalah guru yang selalu memberi motivasi kepada siswanya untuk berprestasi. Seorang guru yang ideal harus mampu menggerakkan hati siswa dengan memberi dorongan kepada setiap siswa untuk melangkah maju khusunya dalam bidang akademik.

Seorang guru yang ideal akan selalu melakukan pendekatan kepada siswanya dan juga memberi nasihat-nasihat yang berisi motivasi untuk belajar. Sebagai salah satu bentuk motivasi dari seorang guru adalah dengan memberi tau tujuan belajar kepada siswa setiap kali ingin memulai pelajaran sehingga siswa memahami pentingnya mereka mempelajari hal itu.

Seorang Wartawan di Republika, Maspril Aries, menyebut bahwa seorang guru harus berpikir logis, kritis, rasional dan kreatif dalam mengajar tentang menguasai disiplin ilmunya secara lebih luas dengan berbagai metode pembelajaran sehingga dapat menolong perkembangan dan pertumbuhan iman peserta didik kinerja yang ditampilkan guru tersebut merupakan aktualisasi perangkat kompetensi yang disebut? (*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button