Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

HALAL

Rihlah ke Brunei Darussalam (1) : Naik Perahu Mengitari Kampong Ayer

ASSAJIDIN.COM — Boleh jadi destinasi wisata yang dimiliki Brunei Darussalam ‘masih kalah jauh’ dengan negara lain seumpa Jepang, Korea dan beberapa negara Eropa lainnya.

 

Salah satu sudut Kampung Ayer, Brunei Darussalam. (foto: instagram/ @surjotedjono)

 

Tapi hal itu tidak menyurutkan sebagian orang untuk menyempatkan waktu melancong ke negeri tetangga kita yang bernama Brunei Darussalam.

Kenapa demikian?

Karena destinasi wisata yang disajikan, selain unik dan bikin penasaran juga indah lagi menawan hati.

Salah satu contohnya adalah Kampong Ayer, desa yang disebut-sebut mirip Venesia. Keduanya memang sama-sama kota terapung.

Sebagian besar masyarakat yang domisili di Kampong Ayer ini menggantungkan hidupnya di air.

Mengunjungi tempat ini, kamu akan menemukan sajian wisata alam sekaligus sejarah yang menarik.

Sebab, dikutip dari laman Kumparan, Kampong Ayer merupakan desa terapung pertama yang juga menjadi awal dari peradaban Bandar Seri Begawan, ibu kota Brunei Darussalam saat ini.

Lokasi Kampong Ayer tidak begitu jauh dari Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien. Jadi kamu bisa sekaligus berkunjung ke tempat ini dalam rangkaian wisatamu.

 

(Foto : Tourism.gov.bn)

 

Kebanggaan 

Mengutip Aceh.tribunnews.com, “Kampong Ayer” dalam bahasa Malayu berarti ”Kampung Air”, yakni kampung terapung.

Dengan sejarahnya yang sudah tua, kira-kira 1.500 tahun, kampung ini didirikan pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Shah tahun 1363-1402. Kampung terapung ini menjadi kebanggaan rakyat Brunei Darussalam.

Lihat Juga :  5 Tempat Sarapan Enak di Labuan Bajo

Pada masa keemasannya (1485-1524), Kampong Ayer merupakan pusat administrasi, ibu kota Kerajaan Brunei Darussalam, sekaligus menjadi pelabuhan laut penting di kawasan tempat bemukimnya banyak pedagang asal Barat, Tiongkok, Kamboja, dan negara- negara tetangga lainnya.

Kampong Ayer juga memiliki fasilitas yang lengkap. Mulai dari sekolah berbagai jenjang pendidikan, masjid, kantor polisi, gelanggang olahraga, rumah sakit, toko kelontong, restoran, galeri kebudayaan dan pariwisata, serta kantor pemadam kebakaran.

Semua rumah dan bangunan publik di kampung terapung ini berkonstruksi kayu. Rumah-rumah diatur rapi dengan ruangan luas di depan untuk menanam bunga, pohon hias, dan satu bagian lain disediakan untuk memproduksi kerajinan tangan, terutama perabot dalam rumah meskipun sederhana.

 

Warga Kampong Anyer tengah bersepeda melintasi jembatan kayu.(Foto : Klook)

Kokoh

Rumah-rumah dihias sedemikian rupa dengan bunga, pohon hias dan satu bagian lain disediakan untuk melakukan produksi kerajinan tangan.

Perabot dalam rumah meskipun sederhana, tetapi semuanya diatur lengkap. Rumah-rumahnya sambung-menyambung, sehingga menciptakan ruang hidup yang akrab dan dekat.

Tidak hanya itu, sekolahan, masjid, rumah sakit, pos polisi, kantor administrasi semuanya dibangun dengan kayu Mangrove, salah satu diantara jenis-jenis kayu khas di pulau Kalimantan.

Menurut penduduk setempat, jenis kayu ini keras, kokoh dan bisa tahan air selama ratusan tahun. Semua rumah ditopang oleh tiang-tiang kayu yang panjangnya kira-kira 2 meter dari permukaan air dan disambung dengan jalan-jalan dari kayu yang panjangnya kira-kira 50 Kilometer.

Lihat Juga :  Masuk Indonesia, Produk AS Tak Perlu Sertifikasi Halal dari Dalam Negeri...?

Sesampai di Kampong Ayer kita akan melihat perahu-perahu motor yang terbuat dari kayu, hilir mudik mengangkut penduduk dan pedagang dari satu desa ke desa lainnya. Ini tak berbeda jauh dengan apa yang ada di Venesia

Menariknya, Kampong Ayer sudah memiliki akses listrik, air yang mengalir bahkan sinyal telekomunikasi. Wi-Fi pun tersedia di seluruh desa ini.

Kampong Ayer (Foto : Instagram.com/kyleculatorr)

Naik Perahu

Melansir Langit7.,id, bagi pengunjung, cara terbaik untuk merasakan kehidupan sehari-hari penduduk desa setempat adalah dengan naik perahu.

Penduduk desa yang ramah dan pemandangan indah di sepanjang sungai pasti akan memberi kesan yang tak terlupakan.

Jika kamu ke sini jangan melewatkan mampir ke Galeri Budaya dan Pariwisata Kampong Ayer.

Dibuka secara resmi pada tahun 2009, galeri ini menampilkan kekayaan sejarah Kampong Ayer, yang memberikan pengunjung wawasan tentang masa lalu kota yang gemilang dan gaya hidup modern desa.

Selain itu, galeri menawarkan menara observasi di mana pengunjung bisa melihat panorama Kampong Ayer.

Saat ini, selain sebagai objek wisata populer di Brunei, Kampong Ayer juga berfungsi sebagai salah satu pusat perdagangan negara.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button