BERITA TERKININASIONAL

Kisah Haru Hafidzah Quran Korban Penumpang Lion Air, ke Pangkalpinang untuk Tes Beasiswa Tahfiz Quran

AsSAJIDIN.COM – Naqiya Azmi (19) warga Desa Kelubi, Kecamatan Manggar, Kabupaten Beltim menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rute Bandara Soekarno Hatta menuju Pangkalpinang, Senin (29/10/2018).

Orangtua Naqiya, Ustaz Muhammad Irfan, anaknya berangkat menuju Pangkalpinang untuk ikut tes tahfiz Quran di Bangka.

“Tadi saya masih di kebun, dipanggil katanya ada pesawat jatuh dari Jakarta ke Pangkalpinang, dapat kabar sekitar pukul 08.30 WIB. Sebelumnya juga sudah bilang ke kawan untuk jemput anak di Pangkalpinang, tapi kata kawan ditunggu-tunggu pesawat belum datang, kemudian liat berita ada pesawat lost contact,” kata Irfan dikutip dari tribunnews.com Rabu (31/10/2018).

Menurut Irfan, tujuan anaknya ke Pangkalpinang untuk memasukan berkas beasiswa pemprov untuk ikut tes Tahfiz Quran.

Lihat Juga :  Sejarah Singkat Nabi Muhammad Saw dari Lahir Hingga Wafat (Bagian 3-Habis)

“Anak saya rencana dari pondok di Purwakarta, mau nganter berkas karena ada program dari pemprov untuk beasiswa Tahfiz Quran, kan hari ini terakhir mengantarkan berkas, setelah ngantar berkas mau dilanjutkan pulang ke Belitung,” jelas Irfan.

“Sebelum berangkat ke Jakarta dia juga sempat nelpon,” kata Irfan.

Menurut Irfan anak keduanya tersebut sosok pendiam. Naqiya juga seorang hafiz Quran dan hapal 14 juzz Alquran.

“Pertama (2017) kali di Bogor untuk hafisnya, tahun kedua (2018) ke Purwakarta untuk pengabdian di pesantren tahfiz,” jelas Irfan.

Meskipun berat, Ustaz Irfan berusaha mengiklaskan kalaupun anaknya menjadi korban.

Ia juga menyampaikan saat ini anak tertuanya atas nama Yazid yang berdomisili di Bandung sudah berada di Jakarta untuk mengetahui informasi lebih lanjut.

Lihat Juga :  Orang Sumsel Jadi Ketua KPK, Gubernur Sumsel : Tetaplah Jadi Sosok Religius

Sedangkan Irfan dan istrinya Eti Rohaeti bertolak ke Jakarta pada Selasa (30/10). Irfan memilih berkumpul di rumah orangtuanya tidak jauh dari kediamannya di dekat SD 26 Manggar, Desa Kelubi. Sanak familinya pun sudah berkumpul.(*)

Close