Uncategorized

Alhamdulillah, Perajin Kain Jumputan di Kelurahan Tuan Kentang akan Dibantu Pendanaan Modal

PALEMBANG, AsSAJIDIN.COM — Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda meninjau sentral kain jumputan di Lorong Sawah 1 Kelurahan Tuan Kentang,  beberapa waktu lalu.

Fitri langsung meninjau ke tempat usaha kelompok yang berangotakan 35 orang dari masyarakat setempat.
Meskipun dengan modal terbatas, para perajin yang terdiri dari kelompok usaha industri kecil ini tetap bertahan.
Mereka sangat mengharapkan sekali bantuan dari pemerintah untuk memajukan usahanya.
“Tadi saya lihat yang mengerjakannya dari kaum ibu-ibu. Artinya yang sudah senior dan anak mudanya ada beberapa orang. Maka dari itu kerajinan ini harus kita lestarikan dengan menurunkan kepada generasi muda untuk melanjutkannya,” ujar Fitrianti Agustinda.

Dikatakan Fitri Agustinda, Pemkot Palembang akan membantu mereka dalam mengembangkan usaha mereka dengan memberikan modal, pelatihan dan pemasaran. Mereka juga cukup mandiri dalam mengembangkan usaha mereka untuk maju. Tentunya dari usaha inilah bisa memajukan perekonomian kecil.

Lihat Juga :  Satgas Gerebek Masjid, akan Bersihkan 13 Ribu Masjid di Sumsel, Tangkal Covid-19

“Kami sangat senang sekali sudah dikunjungi oleh Wakil Walikota Palembang yang peduli anak usaha kecil seperti kami. Tadi secara langsung ia melihat pengerjaan pembuatan kain, mulai dari bahannya dipesan sampai ke pengerjaanya,” ujar Abdul Rahman, salah satu ketua kelompok kerajinan.

“Ya dalam 2 hari bisa menghasilkan 1 kain 1 meter dan 1 bulan ini saja bisa memproduksi 150 lembar kain. Untuk karyawan yang ada kami memperkerjakan masyarakat setempat untuk bekerja dan secara langsung bisa menggerakan roda perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menambahkan gejolak kenaikan mata uang dolar ini cukup mempengaruhi produksi, yang penting bahan baku masih dan bisa diperoleh.
Mengenai bahan benang yang diperoleh, ia akui semua berasal dari ekspor seperti jepang, cina, jepang dan lokal. “Mengapa bahan lokal ini tidak kami gunakan karena kwalitasnya menjadi kendala sendiri,” ujarnya.

Lihat Juga :  Giliran Anak 6-11 Tahun Divaksin Covid-19, Target 3.000 Per Hari

“Kami juga secara langsung memberikan kesempatan kepada penduduk asli untuk belajar secara gratis dalam menenun karena generasi mendatang harus mewarisi semua ini.”
“Alhamdulilah dengan memberikan pelatihan ini per satu orang ini secara bertahan ada 15 anak muda yang telah memahami semuanya. Tadi secara langsung ibu Wakil Walikota mengatakan memberikan bantuan modal kepada kami. Kami mendengar semua itu sangat senang sekali,” ujarnya. (*/sumber: Rilis Humas Pemkot Palembang)

Back to top button