Uncategorized

Mantan Kepsek SMPN 3 ini Akhirnya Mundur Jadi Caleg, Pilih Tetap Sebagai PNS

 

PALEMBANG, AsSAJIDIN.COM– Kepala SMP Negeri 3 Palembang, M. Ansyori yang beberapa waktu lalu sempat menghebohkan dunia pendidikan, pasalnya dirinya telah mencalonkan diri sebagai Calon Legislatif (caleg), namun beberapa waktu yang lalu telah di non aktifkan sebagai Kepala SMP Negeri 3 Palembang.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) kota Palembang, Ahmad Zulinto usai pembukaan HUT SMP Xaverius Maria Palembang yang ke 70 tahun. “Sudah kita non aktifkan, persoalan dia memutuskan masih ingin maju jadi caleg atau tidak itu terserah dia. Dan kita sudah lakukan tindakan dengan menonaktifkan dia sebagai kepala SMP Negeri 3 Palembang,” tegas Zulinto.

Dalam penetapan Undang-undang, PNS yang ikut mencalonkan diri sebagai caleg maka ia harus resign dari jabatan PNS. “Kalau dia mengundurkan diri sebagai caleg, dia tetap jadi PNS, tapi dia harus ada surat pengunduran diri sebagai caleg,” jelasnya lagi.

Lihat Juga :  Lebih dari 200 Wartawan Bakal Hadiri Reuni Akbar Wartawan Sumsel 789 dan Launching Buku Wartawan Hebat

Ia juga menjelaskan dirinya telah menandatangani Surat Keputusan (SK) Pelaksana Harian (Plh) Kepala SMP Negeri 3 Palembang sebagai pengganti kepala sekolah yang lama. “Jadi sekarang ini, dia jadi guru biasa di sekolahnya. Kalau dia tetap ingin jadi caleg, dia harus berani ambil resiko,” tutupnya.

Sementara itu M. Ansyori, kepala SMAN 3 Palembang saat ini diketahui telah mengundurkan diri sebagai caleg. Ia merasa bahwa menjadi PNS jaminannya lebih pasti. “Saya sudah mundur jadi caleg, karena tugas ini sudah saya jalankan selama 37 tahun, saya lebih memilih tetap jadi PNS,” jelasnya.

Lihat Juga :  Tak Jera, Masih Ada Oknum Pedagang Gunakan Zat Berbahaya pada Makanan di Pasar 10 Ulu Palembang

Kemudian Ansyori menjelaskan ketidaktahuan dirinya tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) ketika PNS mencalonkan diri sebagai bakal caleg. “Jadi saya pensiun itu tanggal 1 April, pemilihan legislatif tanggal 17 April, jadi saya fikir itu tidak masalah, terus juga ada orang KPU yang mengatakan bahwa mereka menunggu SK Pensiun saya terbit, jadi saya coba-coba dan tidak begitu paham tentang prosedur yang benarnya seperti apa, juga tidak tahu akan menimbulkan kehebohan seperti sekarang ini,” tutupnya.(*)

penulis : Siti Umnah

Back to top button