10 Dalil Tentang Haramnya Judi, Sengsara Dunia dan Akhirat

AsSAJIDIN.COM — Judi adalah salah satu larangan yang dilarang dalam Islam. Untuk meyakinkan betapa perbuatan ini merugikan, dan tercela, beriku 10 dalil tentang haramnya judi, sengsara dunia dan akhirat.
1. Dalil 1: judi digandengkan dengan khamr, berkurban untuk berhala dan mengundi nasib
2. Dalil 2: judi disebut dengan rijs (najis)
3. Dalil 3: judi adalah amalan setan
4. Dalil 4: Allah memerintahkan untuk menjauhi judi
5. Dalil 5: didapatkannya keberuntungan dengan menjauhi judi
6. Dalil 6: judi menimbulkan permusuhan di antara manusia
7. Dalil 7: judi menimbulkan kebencian di antara manusia
8. Dalil 8: judi itu memalingkan orang dari dzikrullah
9. Dalil 9: judi melalaikan orang dari shalat
10. Dalil 10: adanya perintah Allah untuk berhenti dari judi
Syaikh Abdullah bin Jibrin rahimahullah
Dalil 1: judi digandengkan dengan khamr, berkurban untuk berhala dan mengundi nasib
Allah Taāala berfirman:
Ų„ŁŁŁŁŁ ŁŲ§ Ų§ŁŁŲ®ŁŁ ŁŲ±Ł ŁŁŲ§ŁŁŁ ŁŁŁŲ³ŁŲ±Ł ŁŁŲ§ŁŁŲ£ŁŁŁŲµŁŲ§ŲØŁ ŁŁŲ§ŁŁŲ£ŁŲ²ŁŁŁŲ§Ł Ł Ų±ŁŲ¬ŁŲ³Ł Ł ŁŁŁ Ų¹ŁŁ ŁŁŁ Ų§ŁŲ“ŁŁŁŁŲ·ŁŲ§ŁŁ ŁŁŲ§Ų¬ŁŲŖŁŁŁŲØŁŁŁŁ ŁŁŲ¹ŁŁŁŁŁŁŁ Ł ŲŖŁŁŁŁŁŲŁŁŁŁ Ų„ŁŁŁŁŁ ŁŲ§ ŁŁŲ±ŁŁŲÆŁ Ų§ŁŲ“ŁŁŁŁŲ·ŁŲ§ŁŁ Ų£ŁŁŁ ŁŁŁŁŁŲ¹Ł ŲØŁŁŁŁŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŁŲ¹ŁŲÆŁŲ§ŁŁŲ©Ł ŁŁŲ§ŁŁŲØŁŲŗŁŲ¶ŁŲ§Ų”Ł ŁŁŁ Ų§ŁŁŲ®ŁŁ ŁŲ±Ł ŁŁŲ§ŁŁŁ ŁŁŁŲ³ŁŲ±Ł ŁŁŁŁŲµŁŲÆŁŁŁŁŁ Ł Ų¹ŁŁŁ Ų°ŁŁŁŲ±Ł Ų§ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲ¹ŁŁŁ Ų§ŁŲµŁŁŁŁŲ§Ų©Ł ŁŁŁŁŁŁ Ų£ŁŁŁŲŖŁŁ Ł Ł ŁŁŁŲŖŁŁŁŁŁŁ
āHai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntunganā (QS. Al Maidah: 90).
Dalam ayat yang mulia ini, Allah Taāala menggandengkan judi atau qimar dengan khamr, al anshab dan al azlam. Ini adalah perkara-perkara yang tidak diragukan lagi keharamannya. Oleh karena itu ini menjadi dalil haramnya judi.
Al khamru (khamr) sudah kita ketahui bersama, ia adalah minuman yang jika diminum oleh seseorang maka akan membuatnya mabuk, lalu hilang akalnya, seluruhnya ataupun sebagiannya. Sehingga ia berbicara dan beraktifitas tanpa berpikir dan tanpa akal. Terkadang membuatnya jatuh kepada zina, terkadang kepada pembunuhan, kadang kepada pembakaran, terkadang menceraikan istrinya, dan semisal itu. Oleh karena itu syariat pun mengharamkannya.
Adapun al anshab (berkurban untuk berhala), itu haram melakukannya. Karena ia adalah sarana untuk beribadah kepada berhala.
Sesuatu yang digandengkan dengan al anshab, khamr, dan al azlam, tidak ragu lagi ia haram hukumnya dan besar dosanya.
Baca Juga: Di Balik Keajaiban Khamar
Dalil 2: judi disebut dengan rijs (najis)
Ar rijs artinya najis. Adapun ar rujz artinya dosa, dan semua yang mengandung bahaya. Allah terkadang menyebut berhala dengan rijs, seperti dalam firman-Nya:
ŁŁŲ§Ų¬ŁŲŖŁŁŁŲØŁŁŲ§ Ų§ŁŲ±ŁŁŲ¬ŁŲ³Ł Ł ŁŁŁ Ų§ŁŁŲ£ŁŁŁŲ«ŁŲ§ŁŁ
āmaka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis ituā (QS. Al Hajj: 30).
Dan terkadang Allah menyebutnya dengan rujz.
ŁŁŲ§ŁŲ±ŁŁŲ¬ŁŲ²Ł ŁŁŲ§ŁŁŲ¬ŁŲ±Ł
ādan perbuatan dosa tinggalkanlahā (QS. Al Mudatsir: 5).
Ar rujz, dengan huruf raā di-dhammah, atau bisa juga ar rijz jika mengikuti riwayat qiraah yang huruf raā nya di kasrah.
Baca Juga: Apakah Setiap yang Haram itu Najis?
Dalil 3: judi adalah amalan setan
Allah Taāala menjelaskan bahwa judi adalah amalan setan dalam firmannya (yang artinya) : āā¦(judi) adalah termasuk perbuatan syaitanā. Dan semua amalan yang merupakan amalan setan, hukumnya haram. Karena setan itu sangat bersemangat untuk menyesatkan manusia dan menjerumuskan mereka ke dalam kesesatan.
Maka jika ada sudah mengetahui bahwa judi adalah amalan setan, maka ketahuilah bahwa setan itu tidaklah mendatangimu kecuali untuk mengelabuimu dan menipumu, serta membuat permusuhan antara engkau dan saudaramu.
Maka setan adalah musuh manusia.
Allah Taāala telah memperingatkan manusia dari musuh ini dengan peringatan yang keras. Allah Taāala berfirman:
Ų„ŁŁŁŁ Ų§ŁŲ“ŁŁŁŁŲ·ŁŲ§ŁŁ ŁŁŁŁŁ Ł Ų¹ŁŲÆŁŁŁŁ ŁŁŲ§ŲŖŁŁŲ®ŁŲ°ŁŁŁŁ Ų¹ŁŲÆŁŁŁŁŲ§ Ų„ŁŁŁŁŁ ŁŲ§ ŁŁŲÆŁŲ¹ŁŁ ŲŁŲ²ŁŲØŁŁŁ ŁŁŁŁŁŁŁŁŁŁŲ§ Ł ŁŁŁ Ų£ŁŲµŁŲŁŲ§ŲØŁ Ų§ŁŲ³ŁŁŲ¹ŁŁŲ±Ł
āSesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyalaā (QS. Fathir: 6).
Dan Allah juga mengabarkan kepada kita bahwa setan telah memperdaya Nabi Adam dan Hawa sehingga mereka dikeluarkan dari surga. Dan setan bersumpah kepada Adam dan Hawa bahwa ia adalah pemberi nasehat, padahal ia pendusta. Allah Taāala berfirman:
ŁŁŁŁŲ§Ų³ŁŁ ŁŁŁŁ ŁŲ§ Ų„ŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŁ ŁŲ§ ŁŁŁ ŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŲ§ŲµŁŲŁŁŁŁ
ā(setan) bersumpah kepada keduanya: āsaya adalah pemberi nasehat kepada kalian berduaāā (QS. Al Aāraf: 21).
Allah memberi kita peringatan terhadap musuh besar kita ini dalam firman-Nya:
ŁŁŲ§ ŲØŁŁŁŁ Ų¢ŲÆŁŁ Ł ŁŁŲ§ ŁŁŁŁŲŖŁŁŁŁŁŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŲ“ŁŁŁŁŲ·ŁŲ§ŁŁ ŁŁŁ ŁŲ§ Ų£ŁŲ®ŁŲ±ŁŲ¬Ł Ų£ŁŲØŁŁŁŁŁŁŁŁ Ł Ł ŁŁŁ Ų§ŁŁŲ¬ŁŁŁŁŲ©Ł
āHai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surgaā (QS. Al Aāraf: 27).
Maka setan ini adalah musuh manusia, dan ia sangat bersemangat untuk menyesatkan manusia. Khamr, judi, al anshab, dan al azlam adalah amalan setan, maksudnya amalan inilah yang dibawa oleh setan. Dan amalan-amalan inilah yang dibisikan oleh setan kepada para hamba, dan setan menghias-hiasanya sehingga manusia terbujuk melakukannya dan terjerumus ke dalamnya.
Jika anda sudah mengetahui suatu perkara itu adalah amalan setan, maka wajib bagi anda untuk menjauhinya dan meninggalkannya hingga anda selamat. Karena setan itu tidak menginginkan dari anda kecuali kebinasaan dan kesesatan bagi anda. Dan setan itu senantiasa bercokol di hati manusia, membisikkan dada manusia.
Allah telah menurunkan sebuah surat, yang ia merupakan surat yang urutannya terakhir. Allah Taāala berfirman:
ŁŁŁŁ Ų£ŁŲ¹ŁŁŲ°Ł ŲØŁŲ±ŁŲØŁŁ Ų§ŁŁŁŁŲ§Ų³Ł Ł ŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŲ§Ų³Ł Ų„ŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŲ§Ų³Ł Ł ŁŁŁ Ų“ŁŲ±ŁŁ Ų§ŁŁŁŁŲ³ŁŁŁŲ§Ų³Ł Ų§ŁŁŲ®ŁŁŁŁŲ§Ų³Ł Ų§ŁŁŁŲ°ŁŁ ŁŁŁŁŲ³ŁŁŁŲ³Ł ŁŁŁ ŲµŁŲÆŁŁŲ±Ł Ų§ŁŁŁŁŲ§Ų³Ł Ł ŁŁŁ Ų§ŁŁŲ¬ŁŁŁŁŲ©Ł ŁŁŲ§ŁŁŁŁŲ§Ų³Ł
āKatakanlah: āAku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusiaā (QS. An Naas: 1-6).
Bisikan kejahatan ke dalam dada di sini maksudnya adalah setan. Allah Taāala memerintahkan kita untuk meminta perlindungan kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia dari kejahatan setan ini. Yang masuk ke dalam dada dan membisikan keburukan ke dalamnya. Ia juga mengajak kepada keburukan, menghias-hiasi keburukan seolah-olah nampak baik, menumbuhkan ide-ide dalam pikiran manusia dan menggiring mereka untuk mewujudkannya.
Namun Allah Taāala telah menyiapkan perisai dan tameng dari keburukan setan bagi hizbullah dan para wali Allah. Dan Allah juga telah memilih hamba-hamba-Nya yang Ia selamatkan dan amankan dari keburukan setan. Allah Taāala berfirman:
Ų„ŁŁŁŁ Ų¹ŁŲØŁŲ§ŲÆŁŁ ŁŁŁŁŲ³Ł ŁŁŁŁ Ų¹ŁŁŁŁŁŁŁŁ Ł Ų³ŁŁŁŲ·ŁŲ§ŁŁ Ų„ŁŁŁŁŲ§ Ł ŁŁŁ Ų§ŲŖŁŁŲØŁŲ¹ŁŁŁ Ł ŁŁŁ Ų§ŁŁŲŗŁŲ§ŁŁŁŁŁ
āSesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesatā (QS. ŁAl Hijr: 42).
Maka hamba-hamba Allah yang terpilihlah yang selamat dari keburukan setan dan setan tidak mampu menggodanya. Setan sendiri telah mengecualikan mereka, setan berkata:
Ų„ŁŁŁŁŲ§ Ų¹ŁŲØŁŲ§ŲÆŁŁŁ Ł ŁŁŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŁŁ ŁŲ®ŁŁŁŲµŁŁŁŁ
ākecuali para hamba-Mu yang ikhlasā (QS. Al Hijr: 40).
Jika anda telah memahami permusuhan kita terhadap setan ini, kita akan mengetahui betapa setan sangat berambisi untuk menggunakan berbagai macam tipu daya dan sarana untuk menyesatkan manusia. Bahkan Allah menyebutkan hal ini:
ŁŁŁŁŲ£ŁŲ¶ŁŁŁŁŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁŁŲ£ŁŁ ŁŁŁŁŁŁŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁŁŲ¢Ł ŁŲ±ŁŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁŁŁŁŲØŁŲŖŁŁŁŁŁŁŁ Ų¢Ų°ŁŲ§ŁŁ Ų§ŁŁŲ£ŁŁŁŲ¹ŁŲ§Ł Ł ŁŁŁŁŲ¢Ł ŁŲ±ŁŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁŁŁŁŲŗŁŁŁŁŲ±ŁŁŁŁ Ų®ŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁ
ādan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka meubahnyaā (QS. An Nisa: 119).
Dan firman Allah Taāala:
ŁŁŲ£ŁŲŁŲŖŁŁŁŁŁŁŁŁ Ų°ŁŲ±ŁŁŁŁŁŲŖŁŁŁ Ų„ŁŁŁŁŲ§ ŁŁŁŁŁŁŁŲ§
āniscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecilā (QS. Al Isra: 62).
Maksudnya anak cucu Adam, kecuali sedikit saja. Maka Allah pun memberikan kita waktu tenggang. Ia berfirman:
Ų„ŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁ Ų§ŁŁŁ ŁŁŁŲøŁŲ±ŁŁŁŁ
āSesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguhā (QS. Al Aāraf: 15)
Maksudnya diberi waktu tunda.
Allah juga berfirman:
Ų§Ų°ŁŁŁŲØŁ ŁŁŁ ŁŁŁ ŲŖŁŲØŁŲ¹ŁŁŁ Ł ŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŲ„ŁŁŁŁ Ų¬ŁŁŁŁŁŁŁ Ł Ų¬ŁŲ²ŁŲ§Ų¤ŁŁŁŁ Ł Ų¬ŁŲ²ŁŲ§Ų”Ł Ł ŁŁŁŁŁŁŲ±ŁŲ§ ŁŁŲ§Ų³ŁŲŖŁŁŁŲ²ŁŲ²Ł Ł ŁŁŁ Ų§Ų³ŁŲŖŁŲ·ŁŲ¹ŁŲŖŁ Ł ŁŁŁŁŁŁ Ł ŲØŁŲµŁŁŁŲŖŁŁŁ ŁŁŲ£ŁŲ¬ŁŁŁŲØŁ Ų¹ŁŁŁŁŁŁŁŁ Ł ŲØŁŲ®ŁŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲ±ŁŲ¬ŁŁŁŁŁ
āPergilah, barangsiapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup. Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kakiā (QS. Al Isra: 63-64).
Artinya: ātipulah manusia dengan segala tipu daya, jerumuskan mereka dengan segala cara, goda mereka dengan segala sarana yang mungkinā. Maka setan itu sangat bersemangat untuk menyesatkan manusia dan ia akan mengerahkan segala daya upaya untuk menyesatkan setiap manusia. Dan makhluk ini memiliki kemampuan, memiliki kekuasaan untuk mempengaruhi manusia.
Nabi Shallallahuāalaihi Wasallam telah mengabarkan bahwa setan mengalir bersama aliran darah manusia. Artinya, ia berjalan dalam diri manusia hingga ke setiap anggota badannya hingga mengalir dalam jasadnya, sebagaimana mengalirnya darah dalam tubuh manusia.
Nabi Shallallahuāalaihi Wasallam bersabda bahwa setan mengalir dalam tubuh manusia sebagaimana mengalirnya darah, dan ia memberikan was-was dalam hatinya sedangkan manusia tersebut tidak melihatnya. Allah Taāala berfirman:
Ų„ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲ±ŁŲ§ŁŁŁ Ł ŁŁŁŁ ŁŁŁŁŲØŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁ ŲŁŁŁŲ«Ł ŁŁŲ§ ŲŖŁŲ±ŁŁŁŁŁŁŁŁ Ł
āSesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat merekaā (QS. Al Aāraf: 27).
Yang dimaksud, makhluk yang sejenis jin dan semisalnya yang kamu tidak bisa melihat mereka. Namun Allah telah menjadikan perkara-perkara yang menjadi perlindungan bagi kita. Misalnya ketaatan, ia adalah perlindungan dari setan. Dzikrullah juga perlindungan dari setan, menyempurnakan ibadah, membaca dan mentadabburi Al Qurāan, dzikir rutin, membaca tasbih dan semisalnya semua ini juga perlindungan dari setan.
Inilah beberapa pelindungan yang menghalangi kita dari setan, ketika anda melakukannya dengan ikhlas dan tulus, itu dapat melindungi anda dan bermanfaat bagi anda dengan izin Allah.
Kesimpulannya, perkara-perkara ini yaitu khamr, judi, al anshab, al azlam, telah Allah haramkan dengan sebab ia adalah amalan setan.
Yaitu perkara-perkara ini adalah perkara yang dilakukan setan dan didakwahkan oleh setan untuk melakukannya. Setanlah yang mengajak membangun berhala-berhala hingga mereka disembah. Setanlah yang mengajak manusia untuk minum khamr. Setanlah yang mengajak manusia untuk berjudi. Setanlah yang mengajak manusia untuk mengundi nasib dengan anak panah.
Dengan demikian perkara-perkara ini adalah amalan setan.
Jika anda telah mengetahui hal tersebut, maka jauhilah hingga anda selamat dari was-was setan.
Allah Taāala berfirman (yang artinya) : āsesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitanā.
Dalil 4: Allah memerintahkan untuk menjauhi judi
Allah Taāala memerintahkan untuk menjauhi empat hal ini yaitu khamr, judi, al anshab dan al azlam. Dan al ijtinab itu lebih mendalam dari pada at tark. Karena al ijtinab itu artinya: jauhkan diri darinya, ini lebih mendalam dari pada mengatakan: tinggalkan ia. At tark tidak melazimkan penjauhan diri, sedangkan al ijtinab itu maknanya lebih dalam, karena artinya: tinggalkan dan jauhilah, pergilah ke arah yang jauh darinya. Dan judi termasuk dalam empat hal ini.
Maka menjauh dari judi itu lebih selamat, sedangkan mendekat kepada perjudian itu biasanya menjadi sebab atau sarana terjerumusnya seseorang ke dalamnya.
Oleh karena itu Allah memerintahkan kita untuk tajannub, yaitu menjauhinya. Maka janganlah kita mendekati tukang judi dan jangan berteman dengannya, jangan membersamainya, jangan bermuamalah dengannya, jangan mencintainya, jangan duduk bersama dengannya, serta jangan kasihan padanya.
Bahkan seharusnya anda menjauh sejauh-jauhnya sehingga kehormatanmu, agamamu, akidahmu selamat. Karena kondisi agamamu berada dalam kekhawatiran jika anda mendekat dengan hal-hal tersebut, atau jika anda duduk bersama dengan tukang judi atau tukang minum khamr, dan semacamnya.
Dan yang semisal mereka, dikhawatirkan akan mengotori kehormatanmu dan agamamu. Atau bisa jadi anda terjerumus ke dalamnya walaupun sedikit, atau engkau menyukai sesuatu dari hal-hal tersebut, atau semisalnya. Inilah sebabnya mengapa Allah Taāala memerintahkan kita untuk menjauhinya dalam firman-Nya (yang artinya) : āāMaka jauhilah perbuatan-perbuatan itu..ā.
Dalil 5: didapatkannya keberuntungan dengan menjauhi judi
Dalam firman Allah Taāala disebutkan: āsemoga engkau beruntungā. Al falah artinya kemenangan, keberhasilan, kebahagiaan di dunia dan akhirat, mendapatkan apa yang diinginkan, meraih apa yang diminta. Inilah al falah. Maka muflih adalah orang yang mendapatkan apa yang ia minta.
Namun kapan anda mendapatkan al falah?
Jawabnya yaitu ketika anda menjauhi empat perkara ini yang diantaranya: judi.
Jika anda menjauhinya, menghindarinya, dan membenci pelakunya, maka anda termasuk muflihin, artinya semoga anda termasuk orang yang mendapatkan al falah. Sebab inilah yang dikaitkan oleh Allah Taāala dengan sifat al falah, yaitu menjauhi empat perkara tersebut, termasuk judi.
Maka al falah bisa didapatkan dengan menjauhi judi, dan kebinasaan bisa menghampiri dengan mendekati judi, dan kehancuran akan terjadi jika melakukannya, kesesatan akan datang jika terus-menerus melakukannya. Maka tidak ragu lagi akan haramnya judi.
Dalil 6: judi menimbulkan permusuhan di antara manusia
Berdasarkan firman Allah Taāala:
Ų„ŁŁŁŁŁ ŁŲ§ ŁŁŲ±ŁŁŲÆŁ Ų§ŁŲ“ŁŁŁŁŲ·ŁŲ§ŁŁ Ų£ŁŁŁ ŁŁŁŁŁŲ¹Ł ŲØŁŁŁŁŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŁŲ¹ŁŲÆŁŲ§ŁŁŲ©Ł ŁŁŲ§ŁŁŲØŁŲŗŁŲ¶ŁŲ§Ų”Ł
āSesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu (lantaran meminum khamar dan berjudi itu)ā (QS. Al Maidah: 91)
Maksudnya, setan bersemangat untuk menimbulkan permusuhan di antara manusia. Dan al āadawah artinya: muqathaāah (pemutusan), yakni antara sesama saudara seiman saling memutus hubungan.
Atau antara dua sahabat saling memutus hubungan, atau saling membenci, atau saling memboikot.
Maka persaudaraan pun putus, mereka saling memutus hubungan satu sama lain, saling menjauhi, saling mencela, dan mudah untuk meng-ghibah-i dan mencederai kehormatan saudaranya, menuduhnya dengan hal yang buruk. Semua ini terjadi karena sebab khamr dan judi.
Allah Taāala berfirman (yang artinya) : āSesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu (lantaran meminum khamar dan berjudi itu)ā.
Dalil 7: judi menimbulkan kebencian di antara manusia
Al bughdhu adalah kebencian dan kemurkaan seseorang kepada orang lain serta ketidak-sukaan terhadap apa yang diperbuatnya. Jika timbul al bughdhu maka ujungnya adalah keterputusan hubungan dan pemboikotan serta saling menjauh yang menyebabkan perpecahan antara kaum Muslimin.
Di sini kami akan berikan beberapa contoh kebencian yang terjadi akibat perjudian.
Diantaranya, permainan yang dimainkan orang-orang lalu mereka membuat taruhan dari permainan tersebut. Yang menang akan mendapatkan uang yang dipertaruhkan.
Jika taruhan yang dipasang itu jumlahnya besar, terkadang membuat pemain yang kalah menjadi tidak memiliki harta lagi, ia kekurangan dalam memenuhi kebutuhannya, bahkan sampai harus berhutang, dan menghalanginya untuk mendapatkan harta dari berbagai sisi (sehingga yang kalah ini akan benci kepada yang menang, red.).
Terkadang juga, pemain judi itu jengkel terhadap permainannya, ia memainkan permainan setan ini hingga kelelahan dan memaksakan diri, sehingga akhirnya ia mengambil harta tanpa hak.
Ini sudah pasti akan menimbulkan kebencian dari pihak yang dipaksa untuk diambil hartanya dan lalu si penjudi pun akan membencinya.
Jika demikian lalu akan timbul permusuhan antara keduanya, bahkan terkadang hingga terjadi pembunuhan. Permusuhan dan pembunuhan ini terjadi sebagai imbas dari adanya pemutusan hubungan dan pemboikotan serta saling membenci yang lalu menimbulkan perpecahan di tengah kaum Muslimin.
Lalu tercerai-berailah urusan mereka.
Ini akan menyebabkan semakin kuatnya musuh Islam dan dikuasainya harta kaum Muslimin oleh musuh Islam, serta dikuasainya negeri-negeri Islam. Ini semua diawali oleh khamr dan judi.
Allah Taāala telah memerintahkan kaum Muslimin untuk saling bersaudara dan saling mencintai, serta menghilangkan percekcokan dan kebencian yang ada di antara mereka.
Allah juga memerintahkan kaum Muslimin untuk saling mengikat persaudaraan karena Allah telah menamai mereka semua sebagai Muslimin dan memberi mereka nikmat berupa persaudaraan karena agama. Allah Taāala berfirman:
ŁŁŲ§Ų°ŁŁŁŲ±ŁŁŲ§ ŁŁŲ¹ŁŁ ŁŲ©Ł Ų§ŁŁŁŁŁŁ Ų¹ŁŁŁŁŁŁŁŁ Ł Ų„ŁŲ°Ł ŁŁŁŁŲŖŁŁ Ł Ų£ŁŲ¹ŁŲÆŁŲ§Ų”Ł ŁŁŲ£ŁŁŁŁŁŁ ŲØŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŁŲØŁŁŁŁ Ł ŁŁŲ£ŁŲµŁŲØŁŲŁŲŖŁŁ Ł ŲØŁŁŁŲ¹ŁŁ ŁŲŖŁŁŁ Ų„ŁŲ®ŁŁŁŲ§ŁŁŲ§ ŁŁŁŁŁŁŲŖŁŁ Ł Ų¹ŁŁŁŁ Ų“ŁŁŁŲ§ ŲŁŁŁŲ±ŁŲ©Ł Ł ŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŲ§Ų±Ł ŁŁŲ£ŁŁŁŁŁŲ°ŁŁŁŁ Ł Ł ŁŁŁŁŁŲ§
ādan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanyaā (QS. Al Imran: 103).
Allah Taāala memberikan nikmat kepada mereka dengan mempersatukan mereka setelah sebelumnya mereka berpecah-belah. Dan juga nikmat berupa persaudaraan setelah sebelumnya mereka saling memutus hubungan. Dan berupa saling mencintai di antara mereka setelah sebelumnya mereka saling bermusuhan. Dan juga berupa saling terikatnya hati mereka, yang ini tidak ada yang mampu kecuali Allah yang Maha Mengetahui perkara gaib. Allah Taāala berfirman:
ŁŁŲ£ŁŁŁŁŁŁ ŲØŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŁŲØŁŁŁŁ Ł ŁŁŁŁ Ų£ŁŁŁŁŁŁŁŲŖŁ Ł ŁŲ§ ŁŁŁ Ų§ŁŁŲ£ŁŲ±ŁŲ¶Ł Ų¬ŁŁ ŁŁŲ¹ŁŲ§ Ł ŁŲ§ Ų£ŁŁŁŁŁŁŲŖŁ ŲØŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŁŲØŁŁŁŁ Ł ŁŁŁŁŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁ Ų£ŁŁŁŁŁŁ ŲØŁŁŁŁŁŁŁŁ Ł
ādan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati merekaā (QS. Al Anfal: 63).
Ayat ini menunjukkan kepada kita bahwa wajib bagi kita untuk saling bersatu, dan dibencinya saling bermusuhan dan saling memutus hubungan. Wajib bagi kaum Muslimin untuk bersatu dan saling membantu. Dan Allah Taāala juga telah memerintahkan hal ini dalam firman-Nya:
ŁŁŲŖŁŲ¹ŁŲ§ŁŁŁŁŁŲ§ Ų¹ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŲØŁŲ±ŁŁ ŁŁŲ§ŁŲŖŁŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŲ§ ŲŖŁŲ¹ŁŲ§ŁŁŁŁŁŲ§ Ų¹ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŲ„ŁŲ«ŁŁ Ł ŁŁŲ§ŁŁŲ¹ŁŲÆŁŁŁŲ§ŁŁ
āDan tolong menolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaranā (QS. Al Maidah: 2).
Dan Allah Taāala juga memerintahkan ketika terjadi peperangan antara dua pasukan kaum Muslimin, hendaknya kita mengusahakan perdamaian antara mereka hingga mereka bersatu. Allah Taāala berfirman:
ŁŁŲ„ŁŁŁ Ų·ŁŲ§Ų¦ŁŁŁŲŖŁŲ§ŁŁ Ł ŁŁŁ Ų§ŁŁŁ ŁŲ¤ŁŁ ŁŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŲŖŁŲŖŁŁŁŁŲ§ ŁŁŲ£ŁŲµŁŁŁŲŁŁŲ§ ŲØŁŁŁŁŁŁŁŁ ŁŲ§ ŁŁŲ„ŁŁŁ ŲØŁŲŗŁŲŖŁ Ų„ŁŲŁŲÆŁŲ§ŁŁŁ ŁŲ§ Ų¹ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŲ£ŁŲ®ŁŲ±ŁŁ ŁŁŁŁŲ§ŲŖŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŁŁŲŖŁŁ ŲŖŁŲØŁŲŗŁŁ ŲŁŲŖŁŁŁ ŲŖŁŁŁŁŲ”Ł Ų„ŁŁŁŁ Ų£ŁŁ ŁŲ±Ł Ų§ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲ„ŁŁŁ ŁŁŲ§Ų”ŁŲŖŁ ŁŁŲ£ŁŲµŁŁŁŲŁŁŲ§ ŲØŁŁŁŁŁŁŁŁ ŁŲ§ ŲØŁŲ§ŁŁŲ¹ŁŲÆŁŁŁ ŁŁŲ£ŁŁŁŲ³ŁŲ·ŁŁŲ§ Ų„ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲŁŲØŁŁ Ų§ŁŁŁ ŁŁŁŲ³ŁŲ·ŁŁŁŁ Ų„ŁŁŁŁŁ ŁŲ§ Ų§ŁŁŁ ŁŲ¤ŁŁ ŁŁŁŁŁŁ Ų„ŁŲ®ŁŁŁŲ©Ł ŁŁŲ£ŁŲµŁŁŁŲŁŁŲ§ ŲØŁŁŁŁŁ Ų£ŁŲ®ŁŁŁŁŁŁŁŁ Ł
āDan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adilā (QS. Al Hujurat: 9).
Allah Taāala memerintahkan kita untuk mendamaikan kaum Muslimin, dan Allah telah menamai mereka sebagai saudara bagi kita, walaupun mereka saling memerangi. Dan Allah juga memerintahkan kaum Muslimin agar saling berjabat tangan karena mereka semua bersaudara.
Namun perkara ini, yaitu perjudian, menghilangkan rasa persaudaraan itu. Ia dapat menimbulkan permusuhan, kebencian, saling memboikot, dan saling menjauh, padahal hal-hal ini dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya Shallallahuāalaihi Wasallam.
Jika kita sudah mengetahui hal ini, dan kita juga sudah mengetahui bahayanya, wajib bagi kita untuk menjauhinya.
Dalil 8: judi itu memalingkan orang dari dzikrullah
Berpalingnya orang dari dzikrullah, ini adalah dalil lain yang menunjukkan keharaman khamr dan judi. Yaitu dalam firman Allah Taāala :
ŁŁŁŁŲµŁŲÆŁŁŁŁŁ Ł Ų¹ŁŁŁ Ų°ŁŁŁŲ±Ł Ų§ŁŁŁŁŁŁ
ā..dan menghalangi kamu dari mengingat Allah..ā (QS. Al Maidah: 91).
Maka permainan setan ini mengandung mafsadah yang besar, yaitu ia memalingkan orang dari dzikrullah. Dan ini sudah terbukti di lapangan, orang yang memainkan permainan judi, bahkan walaupun tidak menggunakan taruhan, ia akan tersibukan dengannya dan menghabiskan waktu yang banyak serta sangat menikmati permainan tersebut.
Mereka mengklaim hal itu untuk menyegarkan jiwa dan menyenangkan jiwa mereka.
Mereka pun membuang-buang waktu padahal waktu dalam permainan ini. Maka dengan ini mereka berpaling dari dzikrullah dan menyibukkan diri dengan kelalaian dan permainan, hingga mereka lupa kepada Allah.
ŁŁŲ³ŁŁŲ§ Ų§ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŲ³ŁŁŁŁŁŁ Ł
āMereka melupakan Allah, maka Allah pun melupakan merekaā (QS. At Taubah: 67).
Kami katakan kepada mereka, yang lebih utama bagi kalian, daripada waktu kalian digunakan secara sia-sia, lebih baik digunakan untuk menyibukkan diri dengan dzikrullah.
Kalian berdzikir kepada Allah, kalian bertadabbur, dan banyak perkara yang bisa kalian lakukan. Kalian bisa gunakan waktu kalian untuk hal-hal yang bermanfaat.
Adapun permainan-permainan ini, tidak ada manfaatnya di dunia dan di akhirat. Ia hanya memalingkan kalian dari dzikrullah, dari berdoa kepada Allah, dari ibadah kepada-Nya, dan membuat kalian lalai dan keras hati.
Baca Juga: 20 Faidah Dzikir
Dalil 9: judi melalaikan orang dari shalat
Judi melalaikan orang dari shalat, ini suatu hal yang sudah terbukti. Orang yang menghabiskan waktu mereka dengan permainan judi secara umum adalah orang-orang yang melalaikan shalat. Dan mereka juga lalai dari ibadah-ibadah yang lain.
Jika mereka melakukan ibadah pun biasanya disertai lupa dan was-was. Dan mereka juga sering begadang sepanjang malam sehingga tertidur ketika waktu shalat subuh, dan juga mengerjakan shalat-shalat yang lain. Atau minimalnya mereka tidak melaksanakan shalat secara berjamaāah.
Apakah ini tidak cukup untuk menunjukkan keharaman judi?
Dalil 10: adanya perintah Allah untuk berhenti dari judi
Allah Taāala berfirman:
ŁŁŁŁŁŁ Ų£ŁŁŁŲŖŁŁ Ł Ł ŁŁŁŲŖŁŁŁŁŁŁ
ālalu mengapa kalian tidak berhenti?ā (QS. Al Maidah: 91).
Ini adalah dalil yang jelas yang menunjukkan keharaman judi. Allah Taāala memerintahkan kita untuk berhenti dari perjudian. Al intiha (berhenti) maknanya mencakup meninggalkan sekaligus bertaubat darinya. Oleh karena itu, ketika ayat ini turun, para sahabat pun berkata:
Ų§ŁŲŖŁŁŁŲ§ .. Ų§ŁŲŖŁŁŁŲ§
āsekarang juga kami berhenti.. kami berhenti..!ā
Maksudnya: kami telah berhenti dari minum khamr dan bermain judi serta perbuatan haram lainnya. Maka firman Allah (yang artinya): ālalu mengapa kalian tidak berhenti?ā adalah gaya bahasa tanya yang bukan bermaksud bertanya namun menyuruh. Maka maknanya: āberhentilah!ā, artinya: sampai kapan kalian tidak berhenti melakukannya? sampai kapan kalian terus-menerus melakukannya? tidakkah tiba bagi kalian waktunya untuk berhenti? tidakkah kalian merasakan kerusakannya? mengapa kalian tidak berhenti? Maka para sahabat pun menjawab: āsekarang juga kami berhenti..!ā
Inilah sepuluh dalil dari ayat yang mulia, yang menunjukkan keharaman judi. Wallahu aālam. (*/sumber: muslim.or.id)
