Wisata Halal di Hongkong (2) : Masjid Chai Wan, Tempat Beribadah dan Pengobatan Rukyah
ASSAJIDIN.COM — Masjid satu ini boleh jadi tidak sebesar Masjid Kowloon atau Ammar, tapi berperan penting bagi komunitas Muslim di wilayah Timur Hongkong.

Tak heran jika kemudian Masjid Chai Wan dikenal sebagai pusat aktivitas Islam di kawasan timur dengan fasilitas yang memadai untuk beribadah serta kegiatan keagamaan lainnya.
Masjid Chai Wan dibangun dengan desain yang lebih sederhana dibandingkan masjid-masjid besar lainnya di Hong Kong.
Tapi justru dengan tampil penuh kesederhanaan inilah yang membuat masjid ini terasa lebih akrab dan nyaman.
Di dalam masjid terdapat ruang shalat yang bersih dan nyaman, serta aula serbaguna yang sering digunakan untuk acara-acara keagamaan.
Komunitas Muslim di sekitar Chai Wan sering mengadakan berbagai kegiatan di masjid ini, termasuk kelas agama dan acara berbuka puasa selama bulan suci Ramadhan.
Bagi kamu yang berkesempatan berkunjung ke sini, mengikuti salah satu kegiatan di masjid ini bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk berinteraksi dengan komunitas lokal.

Kuburan Muslim
Boleh jadi banyak yang tidak tahu bahwa pada mulanya tujuan membangun Masjid Chai Wan adalah sebagai pengganti masjid dan kuburan Muslim di Ho Man Tin. Pemerintah mengambil kembali tanah Masjid Ho Man Tin untuk pembangunan.
Pada tahun 1950an, pemerintah Hong Kong ingin mengembangkan daerah Ho Man Tin, maka pada tahun 1956 Departemen Layanan Perkotaan Hong Kong (Urban Services Department) mengumumkan akan mengambil kembali tanah kuburan Muslim di Ho Man Tin dan masjid kecil yang terletak di sana.
Sebagai penggantinya, pemerintah Hong Kong pada tahun 1963 mendirikan sebuah Masjid Chai Wan dan kuburan Muslim di area Cape Collinson, Chai Wan yang didesain oleh arsitek pemerintah yang bernama A.M. Wahab.
Pada tahun yang sama, kuburan Muslim Ho Man Tin juga dibongkar dan masjid kecil tersebut dibongkar pula pada tahun 1967.
Jenazah-jenazah yang pada mulanya dikubur di kuburan Muslim Ho Man Tin juga dipindahkan ke kuburan Muslim di Happy Valley dan kuburan Muslim di Chai Wan ini.

Upacara Pemakaman
Masjid Chai Wan pada mulanya hanya sebagai tempat upacara pemakaman.
Masjid Chai Wan resmi dibuka pada tanggal 4 Agustus 1963 dan pada mulanya hanya berfungsi sebagai tempat upacara pemakaman.
Karena letaknya jauh dari keramaian kota, hanya terdapat satu orang yang tinggal di sana dan bertugas sebagai orang yang merawat masjid ini.
Chai Wan kemudian berkembang dan penduduk yang menganut agama Muslim semakin banyak yang tinggal di sana dan mereka mulai memakai Masjid Chai Wan sebagai tempat beribadah.
Pada tahun 2005 sebuah komunitas Muslim yang didirikan oleh pemerintah Hong Kong yaitu Incorporated Trustees of the Islamic Community Fund of Hong Kong mulai merenovasi masjid tersebut dan memasang pendingin ruangan agar memberikan suasana yang lebih nyaman untuk jemaah yang datang beribadah.
Setelah renovasi, Masjid Chai Wan memiliki 3 aula yang mewah dibangun dengan marmer putih. Di luar bangunan masjid juga terdapat sebuah ruangan terbuka untuk mengadakan acara.
Meskipun Masjid Chai Wan tidak terletak di detak pusat distrik Chai Wan, tetapi masih dapat ditempuh dengan jalan kaki dari stasiun MTR Chai Wan.
– Alamat: Cape Collinson Road, Tai Tam Gap, Chai Wan Gedung Chai Wan Masjid.

Pengobatan
Banyak warga lokal Hongkong mendatangi masjid ini meski mereka bukan muslim.
“Kemarin tanggal 1 Juli saat peringatan Establishment Day (hari peringatan kembalinya Hongkong ke Tiongkok pada tahun 1997, Red.), saya ke Masjid Chai Wan ada satu mobil rombongan keluarga, satu laki-laki dengan istri dan pembantu serta mertuanya.
Sang suami ini merasa kena karma masa lalu, bahkan sampai mau bunuh diri juga, kemudian diberi saran agar ke masjid tempat ibadah orang Islam,” katanya.
Menurut Hj Siti Fatimah, orang nonmuslim itu meminta diobati oleh pengurus Masjid Chai Wan.
Sebab pembantunya bilang penyakit yang dideritanya itu juga banyak dialami orang Islam, termasuk muslim dari Indonesia yang kemasukan atau kerasukan jin, dengan cara diberi doa-doa sesuai ajaran Islam bersama-sama jemaah lain.
Masjid Chai Wan sendiri merupakan masjid kelima di Hongkong yang dibuka pada tanggal 4 Agustus 1963. Masjid ini juga sebagai tempat salat jenazah yang akan dikuburkan di tempat pemakaman yang ada di dekatnya.
“Minta didoain bersama-sama di masjid agar bisa sembuh dari karma masa lalu seperti saran pembantunya.
Tapi saya sampaikan bahwa karma masa lalu itu kepercayaan saja, saya sarankan agar bicara sama imam besar masjid kami, lalu mereka menemui Imam Besar Masjid Chai Wan, mereka saya ajak menemui Imam Usman,” ujarnya.
Selanjutnya, kata dia, kepada mereka Imam Usman memberi nasihat agar orang itu belajar agama Islam dulu. Sebab bila tidak belajar Islam akan percuma, mengingat Tuhan umat Islam yang menguasai semesta alam ini adalah Allah SWT, yang berbeda dengan tuhan sesuai keyakinan orang yang bersangkutan.
“Keyakinan akan kekuasaan dan kebesaran Allah itu yang membuat kamu bila berdoa akan terkabul, akan disembuhkan dari penyakit oleh Allah SWT.
Karena itu harus masuk Islam atau mengerti Islam dulu. Kalau kamu tidak masuk Islam, bagaimana kami mendoakan kamu.
Kalau bukan muslim, kan doanya lain,” katanya menirukan nasihat Imam Usman kepada orang Hongkong yang sakit tersebut.
Selanjutnya, kata arek Suroboyo yang sudah lama menetap di Hongkong ini, Imam Usman memberikan buku-buku soal Islam.
”Diberi banyak buku Islam. Orang itu berjanji akan menghubungi Imam Usman lagi dalam waktu dekat. Memang dia ke masjid untuk berobat agar sembuh saja, tapi cara ini juga dakwah sehingga banyak nonmuslim menjadi mualaf di Hongkong,” katanya.
Sumber Tulisan :
Cheria.travel.com
Oranghongkong.com
Dutaindonesia.com
