Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

MOZAIK ISLAM

One Day One Hadist: Kotoran Kecil di Mata Orang Lain Nampak, tapi Lupa Kayu Besar di Mata Sendiri…

ASSAJIDIN.COM — Membantu atau menolong orang lain adalah hal yang sangat dianjurkan.
Tetapi ikut campur dan selalu ingin tahu masalah pribadi orang lain adalah hal yang harus ditinggalkan.
Terutama sifat ingin tahu tentang aib dan keburukan orang lain, ini bukan akhlak terpuji.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
“Salah seorang dari kalian dapat melihat kotoran kecil di mata saudaranya tetapi dia lupa akan kayu besar yang ada di matanya.” (semut di seberang lautan nampak, gajah di pelupuk mata tak nampak, pen).
(HR. Bukhari no.592).
Jangan sampai aib kecil orang lain selalu nampak di mata kita, sedangkan aib kita yang jauh lebih besar tapi kita lupakan.
Seorang yang beriman jika dia tahu bahwa hal itu bukan urusannya, tidak bermanfaat baginya, tidak mendatangkan kebaikan dan tidak menambah catatan amal baginya, maka hendaknya ia tinggalkan.
Hidup ini singgkat, maka sangat membuang waktu dan tenaga jika hidup ini untuk mengurusi hal-hal yang bukan menjadi urusan kita.
Sebab masih banyak hal bermanfaat yang belum kita kerjakan, lantas mengapa kita tidak fokus melakukan itu?
Terutama menyiapkan bekal perjalanan panjang untuk kembali ke akhirat, sudah kah kita persiapkan itu dengan sebaik-baiknya?
Jika belum, jika merasa masih banyak meninggalkan kewajiban, masih banyak kekurangan dalam amalan.
Lalu mengapa tidak terus berusaha memperbaiki diri dari pada sibuk mencampuri aib orang lain?
Ingatlah, kadang Allah Ta’ala memberikan kita ujian lewat aib dan dosa orang lain.
Agar kita juga sadar bahwa kita juga punya aib dan dosa. Agar kita dapat menjadikannya pelajaran.
Dan agar menjadi penguji iman kita, apakah kita akan AMANAH menjaga aibnya atau justru menyebarkannya?
Apakah kita akan MENCELAnya?
Karena itu jika kita menyadari bahwa diri ini juga banyak kesalahan, banyak kekurangan, dan berharap jangan sampai dosa yang sama menimpa kita.
Maka sudah sepantasnya kita sebagai seorang hamba menyibukan diri melakukan amal shalih, dari pada ikut campur urusan orang lain dan sibuk mencari aib orang lain.
Back to top button