INTERNASIONAL
Setiap Insan Berbeda-beda Ujiannya, Istiqomah dan Berhusnidzon kepada Allah
ASSAJIDIN.COM — Sadarkah kita hidup di dunia ini sebenarnya tak lepas dari ujian. Kalau tak mau dapat ujian, ya mati saja.
Kok begitu? Ya iyalah… Jangan dikira orang kaya (yang membuat iri orang miskin) hidupnya selalu enak, pasti ada ujiannya. Jangan dikira orang yang sehat (yang membuat iri orang sakit) hidupnya lancar-lancar saja. Jangan dikira orang cantik (yang membuat iri orang dengan wajah pas pasan) hidupnya selalu senang … Tidak! Setiap orang pasti ada ujiannya masing-masing.
Tiap insan berbeda-beda ujiannya
Ada yang Allah uji dengan sakit ia mampu, Tapi ia kalah dan lemah dari ujian karier pekerjaannya.
Ada yang Allah uji dengan kekurangan harta ia mampu,
Tapi ia kalah dan lemah dari ujian lisannya.
Ada yang Allah uji dengan musibah dan bencana ia mampu, tapi ia kalah dan lemah dari ujian nafsu syahwatnya.
Ada yang Allah uji dengan karier dan jabatannya mampu,
Tapi ia kalah dan lemah dari ujian rumah tangganya, Begitulah seterusnya.
Ujian demi ujian akan selalu ada selama manusia itu hidup akan terus ia di uji.
Maka jangan pernah merasa iri dengan orang lain lalu berprasangka buruk dengan Allah. Jangan pernah merasa diri telah beriman, jika kita belum lulus diuji.
Sebagaiman hal ini Allah subhanallahu wa ta’ala berfirman:
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”
(Al-Ankabut : 2-3).
Banyak orang merasa cukup ketika menyatakan diri sebagai Mukmin, lalu ia biasa-biasa menjalani kehidupan dan merasa telah menjadi orang yang beriman.
Seolah pengakuan iman tidak mengandung konsekuensi bagi pelakunya.
Padahal, pengakuan iman itu masih harus dibuktikan dalam bentuk sikap dan tindakan ketika menghadapi ujian dan cobaan.
Ayat di atas memberitakan keniscayaan adanya ujian bagi pengakuan iman setiap orang untuk membuktikan kebenarannya, dan Allah Maha mengetahui orang yang benar benar beriman dan mana yang dusta.
Semoga Allah terus memberikan hidayah, dan taufiqnya kepada kita semua untuk tetap stiqomah dan mudah menjalankan ketaatan.
Wallahu a’lam. (*/ berbagai sumber dan motivasi hidup penyejukhati)
