Cara Mengobati Was-was

| AsSajidin.com — Sebagian dari kita pernah atau sering mengalami was-was.
Menurut KBBI, was-was bermakna ragu-ragu, kurang yakin, khawatir dan curiga. Was-was atau waswasah adalah bisikan jiwa dan setan yang tidak mengandung manfaat dan kebajikan. Was-wasah merupakan penghilang khusyuk yang paling dominan. Maka itu, bila kita selaku hamba Allah SWT bisa selamat dari penyakit berbahaya ini, berarti ia selamat dari banyak keburukan. Al-waswas (yang selalu membisikkan gangguan) adalah setan. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam ayat, مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ “Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi.” (QS. An-Naas: 4) Mulai sekarang mari secara bertahap kita menghilangkan rasa was-was. Bagaimana caranya? – Menuntut ilmu syariat (mendalami ilmu agama). – Memperkuat keimanan dengan mengerjakan amal-amal ketaatan dan ibadah-ibadah sunnah. – Senantiasa ingat pada Allah SWT di segala kondisi. – Bergaul dengan orang saleh dan orang-orang yang dapat memberi manfaat. – Mengetahui bahwa kebenaran itu hanya apa yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. – Mengakui bahwa was-wasah adalah kebatilan yang paling batil. – Memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan. – Tidak lama-lama berada di dalam kamar mandi atau WC melebihi kebutuhan. Karena jamban dan WC adalah tempat setan dan ruh-ruh yang jahat. – Memercikkan air pada kemaluan setelah istinjak dan celana untuk mengantisipasi was-wasah dari jiwa. Dalam hadits Al-Hakam bin Sufyan Ats-Tsaqafi, ia berkata, كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا بَالَ يَتَوَضَّأُ وَيَنْتَضِحُ “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila kencing, beliau berwudhu dan memercikkan air pada kemaluan.” (HR Abu Daud, no. 166; Ibnu Majah, no. 461; An-Nasai, no. 134. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan). (*/Muhammad Abduh Tuasikal, MSc/ https://rumaysho.com/28887-jangan-jangan-kita-terkena-penyakit-waswas-ini-cara-mengobatinya.html
|
