Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

MOZAIK ISLAM

Sambut 10 Muharram Yayasan  Al Baza Berbagi Yatim Duafa di Lingkungan Sekitar

ASSAJIDIN.COM —  Dalam rangka memuliakan Tahun Baru Islam 1447 H, Yayasan Al Baza. Selasa, 8 Juli 2025 bertepatan dengan 12 Muharram 1447 H memberikan santunan kepada anak yatim dan duafa yang berada di sekitarnya.
Yayasan Al Baza berdiri 1 Juni 2024 bertepatan Tanggal 12 Muharram  1446 H tahun yang lalu. Nama Yayasan Al-Baza sendiri adalah perpaduan singkatan nama dari pasangan suami istri Alm. Bapak Yabashir dan Ibu Zaliyah. Terletak di komplek Pusri Sako tepatnya di Jalan Padi Raya Blok D No. 8. Palembang.
Kediaman Ibu Zaliyah, istri mendiang karyawan PT. Pusri ini  telah mewakafkan rumahnya untuk kegiatan Pengajian rutin ibu-ibu Komplek Pusri Sako setiap Hari Selasa siang.
Bagi ibu-ibu  yang belum bisa membaca Al quran juga ada kegiatan belajar membaca al quran. Selain itu diperuntukan belajar mengaji khusus anak-anak kurang mampu. Namun saat ini baru kegiatan pengajian ibu-ibu karena belum ada anak-anak yang mendaftar.
Pembacaan Shalawat dilantunkan merdu kepada Baginda Nabi Muhammad, SAW. dan Surah Yassin Bersama dipimpin oleh Ustazdah Dra. Fadhilah dilanjutkan dengan Pembacaan Ayat Suci Quran Surat Al Ma’un ayat 1- 7 oleh Ibu Susi yang disimak dengan seksama oleh hadirin.
Tausiah dan doa disampaikan Ustazd H. Orbit Rupawan, STHI. Sekaligus sebagai yang ditunjuk menjadi Ketua Yayasan Al Baza ini. Harapannya kedepan Yayasan Al Baza dapat berkembang maju. Ustazdah yang biasa mengajar juga adalah istri Ustazd Orbit, Ibu Dra. Fadilah dan Ibu Zaliyah Yabashir sendiri. Dibantu seorang Pengurus Harian Ustazd Maul Aprildi.
Ada 10 amalan di Bulan Muharram ini yang tidak harus dikerjakan di Tanggal 10 saja melainkan di setiap hari yang nantinya menjadi kebiasaan selain di Bulan Muharram.
Memperbanyak sholat² sunnah, memperbanyak puasa sunnat, mengunjungi orang alim, guru/ustazd, menjenguk orang sakit, memperbanyak bersilaturahmi, menyenangkan hati keluarga,  menambah uang belanja keluarga, bersedekah dengan orang tidak miskin, menyantuni anak-anak yatim yang tidak hanya mengusap rambut kepalanya tetapi memastikan sandang, pangan dan papanya terjamin, memakai jelak mata sebagaimana RasuluLlah.
Tradisi memuliakan Bulan Muharram yang di hidupkan oleh Nabi Muhammad, SAW telah dilakukan sebelum islam datang oleh orang² Arab. Yang dikenal jahiliyah biasa suka berperang tetapi khusus bulan ini mereka dilarang berperang, berdagang, bahkan menuntut balas dan hal-hal buruk lainnya.
Sejak dari Nabi Ibrahim, AS dan RasuluLlah Muhammad, SAW sesuai Surat At-Taubah ayat 36 Allah menetapkan 12 bulan dan diantaranya ada 4 bulan yang mulia, tiga bulan berturut yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan yang terakhir Rajab kata RasuluLlah. Ketika hijrah ke Madinah, sahabat melihat dan menyampaikan tentang orang yahudi memperingati 10 Muharram yang bagi mereka sangat istimewa.
Memperingati peristiwa mereka selamat melewati laut merah ketika di kejar Firaun kepada RasuluLlah. Maka RasuluLlah mengatakan kita lebih berhak menghidupkan tradisi memuliakan Bulan Muharram dari pada mereka.
Untuk menyelisihi Kaum Yahudi tersebut maka RasuluLlah mengatakan akan berpuasa mulai Tanggal 9 dan tidak hanya di Tanggal 10  Muharram. Akan tetapi ditahun depannya belum sempat melakukannya RasuluLlah telah wafat. Untuk melaksanakan  sunnah² memuliakan Bulan Muharram itulah mulai dilakukan penanggalan. Penanggalan Tahun Hijriah sendiri dilakukan zaman Khalifah Umar bin Khatab, dihitung sejak Nabi Muhammad, SAW hijrah dari Mekkah ke Madinah.
Sebelum ditutup dengan doa, tausiah yang disampaikan oleh ustazd adalah anjuran untuk membaca Surah Al-ikhlas 1000 kali dan Doa Nabi Khaidir “HasbunaLlah wanikmal wakil nikmal maula wa nikman nasir la haula wala quwata illa billahil ‘aliyil adzim” 70 kali setiap harinya atau selama di Bulan Muharram ini.
Santunan diberikan kepada anak yatim dan 10 orang duafa. Total penerima ada 21 orang  penerima santunan yang terdaftar dan alhamdulillah beberapa orang yang melintas juga mendapatkan santunan secara spontan saja. Karena selain uang, makanan ada juga pakaian layak pakai.
Pemberian santunan uang diberikan oleh Bapak Ustazd Orbit Rupawan, Bapak Ketua RW H. Makmun  dan Ibu Zaliyah Yabasir. Sedangkan bingkisan berupa makanan dan pakaian layak pakai oleh Ibu Dina dan ibu² anggota pengajian.
Salah satu penerima santunan adalah seorang nenek yang biasa tiap ba’da sholat subuh suara khasnya menawarkan dagangannya di sekitar perumnas kenten sampai komplek pusri sako. Saat dari belakang di tirukan suaranya “Burgo…Burgo…nenek tersebut langsung berbalik dan tersenyum sumringah. Tampak jelas kebahagian terpancar dari wajahnya dalam tampilan rapi dari biasanya. Maklum diundang mendapat santunan juga untuk  cucu-cucu yang menjadi tanggunganya karena sudah tidak punya orang tua lagi.
Ada juga anak-anak penerima santunan yang belum datang karena sudah masuk sekolah. Juga beberapa ibu-ibu penerima santunan yang masih bekerja sebagai ART di komplek sehingga tidak terdokumentasi saat photo bersama ustazd dan semua yang hadir.
Inisiasi dan dana yang disumbangkan adalah dari ibu-ibu pengajian Komplek Pusri Sako. Mereduplikasi isepert biasa Masjid Al-Aqobah memberi santunan pada anak yatim dan duafa disekitar komplek pusri sako tiap 10 Muharram. Selain itu juga diperoleh dari Dana Sosial Arisan Sedulur Pensiunan Istri Karyawan Pusri (PIKP) Palembang yang diketuai oleh Ibu Ida Agus, dalam hal ini diwakili oleh Ibu Hj. Sumpeni dan Ibu Hj. Emi Sarbini. (Rilis/Yunani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button