Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

MOZAIK ISLAM

Serunya Berebut Buah di Malam Cocogen, Tradisi Warga Bangkalan Madura Sambut Kelahiran Nabi Muhammad SAW 

ASSAJIDIN.COM — Insya Allah pada hari Senin depan, tepatnya tanggal September 2024, umat Muslim merayakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Berbagai kegiatan dilakukan menyambut hari kelahiran Baginda Rasûlullâh SAW.l ini.

Mulai dari shalawatan, membaca berbagai kitab maulid, hingga dalam bentuk tradisi-tradisi khas daerah.

Keseruan emak-emak berebut buah di acara Tradisi Cocogen di Komplek Pesarean Syaikhona Kholil, Desa Martajasah, Kota Bangkalan, Rabu (4/9/2024) malam. (Foto : Surya.co.id)

Seperti yang diperlihatkan masyarakat di Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Mereka memeriahkan bulan kelahiran Nabi Muhammad saw dengan tradisi bernama Malam Cocogen.

Apa itu Cocogen?

Cocogen sendiri merupakan wujud rasa suka cita masyarakat Madura atas kelahiran Nabi Muhammad saw.

Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan, Hannan Febrian mengatakan, masyarakat di Bangkalan melaksanakan tradisi malam cocogen yang dihadiri oleh ribuan orang dan dilaksanakan di dalam Masjid Syaikhona Kholil Bangkalan.

Lihat Juga :  November, Lion Air Buka Penerbangan Palembang-Jeddah, Permudah Warga Beribadah

“Dalam acara tersebut terlihat sangat meriah dengan berbagai jenis buah yang disusun menjulang tinggi, terdapat 5 susunan buah dengan 1 susunan buah yang paling besar,” ujar dia, Sabtu lalu dilansir NU Online Jatim.

Ia menyebut tradisi Malam Cocogen secara rutin dilaksanakan setiap awal bulan Rabiul Awal dan dilaksanakan di Masjid Syaikhona Kholil Bangkalan.

Masyarakat merasa senang dengan adanya tradisi ini karena bisa menjalin silaturahim antar warga serta mendengarkan lantunan shalawat dari hadrah Ishari.

Foto : RRI.co.id

Berebut Buah

“Keseruannya tradisi dalam berebut buah, dengan adanya tradisi Malam Cocogen ini dapat memberikan edukasi bagi generasi muda untuk tidak melupakan tradisi atau budaya Islam yang sudah mengakar di masyarakat,” terangnya.

Lihat Juga :  Pembekalan Keimanan, Ribuan Jamaah Tabligh Berkumpul di Ponpes Temboro Sebelum Dikirim Sebagai I'tikaf

Sementara Mahasiswa UTM Bangkalan lainnya, Achmad Ryan menjelaskan, selain lantunan shalawat nabi, pembacaan ratib Syaikhona Kholil juga kerap dibacakan saat acara berlangsung.

Acara tersebut juga dihadiri oleh beberapa badan otonom seperti PSNU Pagar Nusa, hadroh Ishari, PCNU dan Banser.

“Dalam acara tersebut Pagar Nusa bertugas untuk menjaga susunan buah yang sedang berada di tengah-tengah masyarakat duduk melingkar.

Acara tersebut sangat meriah karena masyarakat berebut buah yang sudah disusun dengan harapan mendapatkan keberkahan, karena masyarakat meyakini buah tersebut membawa keberkahan bagi mereka tersendiri,” ungkap Ryan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button