Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

CAHAYA RAMADAN

Indahnya Berpuasa di UEA (4) : Qiyamul Lail Dikerjakan, Sarana Meraih Lailatul Qadar dan Kedudukan Terpuji di Sisi Allah

ASSAJIDIN.COM — Ini sudah menjadi tradisi bagi warga Turki. Masjid-masjid di seluruh negeri akan menyelenggarakan secara khusus shalat Ramadhan larut malam yang disebut Qiyam Ul-Layl (Qiyamul Lail).

‘Qiyam’ artinya berdiri dan ‘ul-layl’ artinya malam. Oleh karena itu, secara harfiah berarti berdiri di malam hari.

Salat sunnah biasanya dilakukan lewat tengah malam dan dapat berlangsung antara satu setengah jam hingga tiga jam.

Umat Islam dapat melakukannya di rumah ataupun berjamaah di masjid, dengan tujuan menghabiskan sebagian malam dengan beribadah kepada Allah semata.

Foto : Dubailocal.ae

Masjid Sheikh Saud Al Qasimi

Masjid-masjid di Uni Emirat Arab (UEA) menyelenggarakan shalat malam khusus yang disebut Qiyam Ul- Layl untuk memperingati wahyu Al Quran kepada Nabi Muhammad SAW.

Ada satu masjid di Sharjah yang menarik jamaah tidak hanya dari Emirat, tetapi juga seluruh negara.

Dilansir dari Khaleej Times pada Rabu (27/4/2022), umat Muslim datang ke sini dalam jumlah yang sangat besar sehingga massa tumpah ke jalan-jalan dan lingkungan sekitarnya.

Hal ini mendorong pihak berwenang untuk menutup jalan, mengalihkan lalu lintas, dan mengatur bus khusus.

Masjid tersebut bernama Masjid Sheikh Saud Al Qasimi. Pria yang memimpin shalat disini adalah qari Quran dan pengusaha visioner yang terkenal di dunia, Abu Mohammad Salah bin Abdul Rahman bin Mohammad Bukhatir juga dikenal sebagai Sheikh Salah Bukhatir.

Lulusan manajemen industri dari Amerika Serikat, Salah Bukhatir memegang posisi yang sangat terhormat di komunitas bisnis Emirat.

Selain menjadi CEO Grup Bukhatir yang terkenal yang memiliki portofolio terdiversifikasi, ia juga merupakan ketua dan anggota dewan dari beberapa perusahaan dan institusi akademik di sekitar UEA.

Memadukan pengetahuan duniawi dengan pembelajaran spiritual, Salah Bukhatir mulai menghafal Al Quran selama masa kuliahnya dan menyelesaikannya segera setelah lulus.

“Ada sesuatu yang seperti malaikat tentang suaranya. Cara dia membawakan gaya, melodi, dan ritme pada bacaannya membuat semua orang terpesona,” kata ekspatriat Mesir Hammad Ahmad, yang berkendara dari Ras Al Khaimah bersama istri dan dua anaknya untuk menghadiri shalat sunnah pada malam ke-23 Lailatul Qadr.

Banyak yang mengatakan suara Salah Bukhatir mirip dengan suara Syekh Abdul Rahman Ibn Abdul Aziz al-Sudais yang lebih dikenal sebagai Al-Sudais, salah satu dari sembilan imam Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi.

Pemilik toko furnitur Sheikh Rashid dari India mengatakan dia telah melakukan shalat tarawih dan Qiyam Al Layal di belakang Salah Bukhatir selama lebih dari dua dekade.

“Kecuali pada 2020 ketika masjid ditutup karena Covid-19, saya telah mengunjungi Masjid Sheikh Saud Al Qasimi setiap Ramadhan sejak 2001.

Mendengarkan Salah Bukhatir adalah pengalaman yang harus dirasakan, bukan dideskripsikan,” kata warga Sharjah berusia 55 tahun itu.

Dikenal sebagai Masjid Bukhatir, Masjid Sheikh Saud dibuka pada 1996. Memiliki kapasitas sekitar 2.300 orang, tetapi jumlah jamaah yang berkumpul di sini selama Lailatul Qadr secara rutin melebihi 15 ribu selama malam 21, 23, dan 25 Ramadhan.

Lihat Juga :  Jangan Lupa Amalan ini dalam Menyongsong Idul Fitri

Angka-angka itu dengan mudah melewati 45 ribu pada malam ke-27 Ramadhan (27 April), yang umumnya diyakini sebagai malam lailatul qadar meskipun tanggal pastinya tidak disebutkan dalam Al Quran.

 

Foto : Ayo Surabaya

Keutamaan

Qiyamul Lail di bulan suci Ramadhan memiliki keutamaan yang luar biasa. Hadis dari Abu Hurairah Radhiyallahu ’anhu, ia berkata:

Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan menunaikan qiyam Ramadan tanpa memerintahkan dengan kuat (bukan wajib). Kemudian beliau bersabda:

“Barangsiapa yang menunaikan shalat malam di bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap (pahala), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”

Qiyamul Lail juga menjadi sarana untuk meraih malam lailatul qadar, yaitu malam yang lebih baik daripada seribu bulan.

Ada beberapa shalat sunnah pada saat qiyamul Lail, seperti shalat tahajud, shalat tasbih, shalat taubat, dan shalat witir.

Ada 9 keutamaan Qiyamul Lail. Apa saja? Berikut penjelasannya.

1. Kedudukan Terpuji di Sisi Allah

Keutamaan Qiyamul Lail yang pertama adalah menempatkan pelakunya pada kedudukan yang terpuji di sisi Allah SWT.

Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Surat Al Isra’ ayat 79.

وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا

Dan pada sebagian malam, lakukanlah sholat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’: 79)

2. Berhak Masuk Surga

Seseorang yang mengerjakan Qiyamul Lail dengan ikhlas hanya dengan mengharap ridha Allah, maka dirinya berhak mendapatkan tempat terbaik di surga.

Allah SWT berfirman :

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan mata air,mereka mengambil apa yang diberikan Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat baik; mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam; dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).” (QS. Adz Dzariyat: 15-18)

3. Dilimpahi Kasih Sayang Allah

Keutamaan Qiyamul Lail yang selanjutnya adalah orang yang melakukannya akan dilimpahi kasih sayang Allah SWT.

Sesuai dengan firman-Nya dalam Surat Al Furqan ayat 63 sampai 64:

“Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan ‘salam,’ dan orang-orang yang menghabiskan waktu malam untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri.”

4. Imannya Diakui Allah

Rutin mengerjakan Qiyamul Lail terutama pada bulan ramadhan, maka keimanannya akan diakui oleh Allah SWT.

Seperti firman Allah dalam Surat As Sajdah ayat 15 sampai 17:

“Orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, hanyalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengannya (ayat-ayat Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, dan mereka tidak menyombongkan diri. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Maka tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan.”

5. Doanya Dikabulkan

Lihat Juga :  Pengajian Ramadhan 1447 H di Masjid Ar-Ra’iya DPRD Sumsel, Ketua DPRD Sumsel: Momentum Pererat Kolaborasi Lintas Sektor

Doa-doanya akan segera dikabulkan oleh Allah SWT. Sebab waktu pada saat Qiyamul Lail termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa.

Bahkan permohonan ampun pada saat Qiyamul Lail juga akan diampuni oleh Allah SWT.

Hadis dari Abu Huraiah radhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Rabb kita akan selalu turun setiap malam ke langit dunia saat berada sisa pertiga malam terakhir, lalu Dia berfirman:

“Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku maka Aku akan mengabulkannya, dan barangsiapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku beri, dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni”. (HR. Jamaah)

6. Kebaikan Dunia Akhirat Setiap Malam

Qiyamul Lail di bulan ramadhan memiliki keutamaan akan diberi kebaikan di dunia dan akhirat oleh Allah SWT.

Berdoa dan memohon kebaikan pada sepertiga malam maka Allah SWT akan memberikan kebaikan baginya di dunia maupun akhirat.

Hadis dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya di malam hari terdapat waktu tertentu, yang bila seorang muslim memohon kepada Allah dari kebaikan dunia dan akhirat pada waktu itu, maka Allah pasti akan memberikan kepadanya, dan hal tersebut ada di setiap malam.” (HR. Muslim)

7. Shalat Sunnah Paling Utama

Qiyamul Lail merupakan shalat sunnah yang paling utama setelah shalat fardhu. Maka selama bulan ramadhan, sebaiknya jangan lewatkan malam-malamnya tanpa shalat malam.

“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah (berpuasa pada) bulan ilah yang mulis (Muharram) dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat tahajjud (shalat malam).” (HR. Muslim)

8. Kebiasaan Orang Shalih

Keutamaan Qiyamul Lail di bulan ramadhan yang selanjutnya adalah merupakan kebiasaan orang shalih, jadi pencegah dosa, dan menolak berbagai penyakit.

Allah senantiasa akan menjaga hamba yang rajin Qiyamul Lail dari segala dosa. Bahkan Allah akan turun ke bumi pada sepertiga malam dan memberikan keberkahan bagi hamba yang sedang ibadah malam.

Dari Bilal bin Rabah, Rasulullah SAW bersabda: “Lakukanlah Qiyamul Lail karena hal itu merupakan kebiasaan para orang shalih sebelum kalian, karena Qiyamul Lail sebagai bentuk pendekatan seorang hamba kepada Allah, pencegah dari perbuatan dosa, pelebur kesalahan dan sebagai penolak sakit dari jasad.” (HR. Tirmidzi)

9. Sarana Meraih Lailatul Qadar

Qiyamul Lail di bulan ramadhan merupakan cara yang tepat untuk mendapatkan malam lailatul qadar. Sebab sebaik-baik malam di bulan ramadhan adalah malam lailatul qadar.

Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa yang menunaikan shalat pada Lailatul Qadar (kemudian dia ditakdirkan dapat menemuinya) dengan iman dan harap akan pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Muttafaqun alaihi) (Dari berbagai sumber)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button