Pengelolaan Sampah Palembang Jadi Inspirasi DPRD Bangka Barat
ASSAJIDIN.COM — Dapat dikatakan telah berhasil mengurangi volume sampah yang tidak dibuang langsung ke TPA (tempat Pembuangan Akhir) tetapi menjadi solusi tambahan pemasukan bagi keuangan keluarga, Bank Sampah Induk Kota Palembang menjadi percontohan dan mendapat kunjungan dari Komisi 3 DPRD Kabupaten Bangka Barat untuk mempelajari pengelolahan sampah di kota pempek ini.
Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Bangka Barat, H.Syaiful Fakah S.Pd.I., mengatakan bahwa kunjungan tersebut dilakukan untuk mendapatkan gambaran tentang pengelolaan sampah di Kota Palembang.

Hal ini penting untuk dilakukan agar Kabupaten Bangka Barat dapat menerapkan pengelolaan sampah yang lebih baik.
“Kami ingin belajar dari Kota Palembang khususnya ke Bank Sampah Induk yang telah berhasil membuat sampah jadi solusi ekonomi dalam hal penambahan keuangan keluarga.
Kami yakin bahwa pengelolaan sampah yang baik dapat meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ustad Syaiful yang biasa disapa warga Bangka Barat.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan Komisi 3 DPRD Kabupaten Bangka Barat diterima oleh Ketua Bank Sampah Induk (BSI) Kota Palembang Hanardono, menjelaskan bahwa pengelolaan sampah di Kota Palembang dilakukan secara terintegrasi.
Hal ini meliputi pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pemanfaatan sampah.
Dono juga menjelaskan bahwa BSI berperan penting dalam pengelolaan sampah di Kota Palembang.
BSI mengelola sampah yang berasal dari masyarakat, baik sampah rumah tangga, sampah komersial, maupun sampah industri.
“BSI telah berhasil mengelola sampah rata-rata 500kg hingga 1 ton per hari. Sampah yang sudah ditabung oleh nasabah bank sampah dipilah oleh tim yang tergabung dalam kepengurusan Bank Sampah.
Kebanyakan Ibu-ibu warga Kelurahan Sidodadi sini yang jadi pengurus,”tambahnya, Jumat (5/1/24).
Rombongan Komisi 3 DPRD Kabupaten Bangka Barat juga mengunjungi lokasi pengolahan sampah di BSI Kota Palembang.
Rombongan tersebut melihat secara langsung proses pemilahan dan pengolahan sampah.
Kelola Sampah
Syaiful mengatakan bahwa kunjungan tersebut sangat bermanfaat bagi Kabupaten Bangka Barat.
Ia berharap Kabupaten Bangka Barat dapat menerapkan pengelolaan sampah yang lebih baik seperti yang dilakukan oleh Kota Palembang.
Perlu diketahui untuk Kab Bangka Barat sendiri itu volume sampah per harinya bisa mencapai 90 ton dan belum ada pengelolaan secara baik disana.
“Kami akan mempelajari pengelolaan sampah di Kota Palembang dengan cermat.
Kami berharap Kabupaten Bangka Barat dapat menerapkan pengelolaan sampah yang lebih baik dalam waktu dekat,” kata Syaiful
Bank Sampah Induk Kota Palembang saat ini membina 7 Bank Sampah dengan 6000 Nasabah yang nabung sampah.
Reporter : Trijumartini
