Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

MOZAIK ISLAM

Apa itu Dosa Sosial? Ternyata Sangat Berat Balasannya, Perlu Muslim Ketahui

AsSAJIDIN.COM — Ada beberapa dosa sosial yang kerap dilakukan umat manusia saat ini, terkadang hal itu tidak disadari, cuek saja, dianggap biasa bahkan ada yang menganggap tidak berdosa.

Padahal dosa sosial ini ternyata balasan dan hukuman cukup berat bagi mereka yang melakukannya, namum kerap tidak disadari dan cenderung dianggap remeh padahal itu adalah dosa yang cukup besar.

Hal itu dikatakan Habib Jafar dalam diskusinya dengan Onadio Leonardo di YouTube Deddy Corbuzier beberapa waktu yang lalu.

Dosa itu seperti kekayaan tanpa bekerja, banyak yang ingin kaya namun tidak mau bekerja, salah satu caranya adalah mengambil hak orang lain.

Contohnya seperti, korupsi itu biasanya orang yang korupsi tetap akan korupsi selagi tidak ketahuan. “Berat sekali ini dosanya, Allah tidak akan mengampuni dosa ini selagi orang yang merasa terzalami tidak memaafkan,” kata Habib.

Lihat Juga :  Dewi Meninggal Dunia di Hari Lebaran II, Kebakaran Rumah di Lorong Kemas Palembang

Dosa berikutnya adalah kesenangan tanpa hati nurani, seperti mabuk-mabukan, memakan yang dilarang dan diharamkan, padahal ada yang terbaik.

Meski itu tidak menyakiti orang lain, namun itu sudah dicatat sebagai murkanya seseorang pada nikmat yang telah Allah berikan. Allah sudah beri akal, pikiran, nyawa, bahkan semua yang ada di bumi agar menyadari bahwa semua itu diberikan sebagai bekal nanti ke akhirat.

Berilmu tapi tidak memiliki karakter diri, padahal di dalam islam ilmu adalah adab, tahu tapi tidak mengubah diri percuma, termasuk juga seseorang yang belajar namun tidak memberi tahu orang lain juga akan sia-sia ilmunya.

Orang yang pintar cenderung menutup diri ketika orang bertanya, dia tidak mau membagi ilmu yang dimiliki padahal itu baik. Padahal, dalam Islam ada dakwah, dianjurkan untuk saling nasehati dalam kebenaran dan kesabaran.

Lihat Juga :  Gelar Rapat Teknis Peningkatan UKPBJ, Sekda Imbau untuk Mencintai Produk Dalam Negeri

Selanjutnya, ilmu tanpa kemanusiaan, seseorang mungkin pintar, dan boleh jadi kepintarannya itu tidak dimiliki banyak orang, namun implementasinya tidak dilakukan dengan benar.

Seseorang yang makin berakal terkadang bersikap mengakali orang yang tidak sepandai dirinya, orang yang tidak pintar dijadikan sasaran, bersikap membodoh-bodohi orang lain.

Selain itu, agama tanpa pengorbanan, paham agama namun tidak mau sedekah, Hal itu diajarkan dari kisah Ibrahim dan Ismail yang rela mengobarkan yang dikasihi dan disayangi.

Politik tanpa prinsip, seseorang yang dalam hidupnya tidak punya tujuan yang baik, dia seperti terombang-ambil di lautan yang tidak punya tepi.

Sama seperti negara yang tidak menerapkan ideologi, dia akan terus belajalan dimana da kepentingan.

“Dia baru mau berbuat baik jika ada kepentingan dan mana yang lebih menguntungkan, orang seperti ini seperti tidak ada arah, tujuan yang jelas,” katanya. (Reno)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button