Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

NASIONAL

Maling tidak Takut Lagi Beraksi di Rumah Tuhan, Kenapa?

ASSAJIDIN.COM –Masjid disatroni maling, kotak amal raib.

Motor di parkir di halaman masjid hilang. Begitulah  belakangan ini kita mendengar masjid disatroni maling.

Kotak amal digasak, dibobol hingga diangkut. Ada juga beragam perabot dibawa lari. Hingga terakhir ada juga TOA masjid dimaling juga.

Teringat saat ‘numpang’ sholat jama’ maghrib-isya’ di masjid Al Ikhlas di kawasan perkampungan dekat Jl. Kautaman Istri – Bandung, pak kyai pengurus masjid sempat cerita kepadaku mengenai alasan kenapa masjid yang beliau urus selalu dikunci rapat setelah kegiatan ibadah sholat wajib.

“Di masjid ini, dulunya sering mengalami kecurian aneka macam perlengkapan dan peralatan masjid. Bahkan sandal yang saya pakai pun beberapa hari yang lalu diembat juga sama maling-maling itu.

Karena itulah, masjid ini selalu dikunci setiap selesai sholat wajib karena pencuriannya tak kenal waktu. Bisa pagi, siang sore, maghrib, apalagi malam,” demikian kurang lebih penjelasan panjang pak kyai pengurus masjid al Ikhlas itu.

Setelah dibukakan pintu masjid dan ditunjukkan tempat wudhu, maka aku pun segera masuk masjid. Saat posisi berdiri menghadap kiblat hendak takbiratul ihrom, aku melihat sebuah kipas angin berdiri yang yang terbelenggu oleh rantai besar yang mengikatkannya dengan lemari. Kipas angin itu digembok rapat. Sempat kaget dan agak keheranan juga sebetulnya melihat itu.

Lihat Juga :  Jangan Usir Anak dari Masjid Kalau Mereka Ribut, Begini Cara Rasulullah yang Patut Diteladani

Apakah separah itu ketidakamanan di lingkungan ini sehingga kipas angin pun sampai-sampai harus dirantai kuat dan seluruh pintu dan jendela masjid pun harus terkunci rapat?

Pandangan seperti ini aku yakin tak hanya terlihat di masjid ini. Masih banyak masjid-masjid lain yang melakukan hal-hal semacam ini. Mengunci masjid demi keamanan barang-barang di dalamnya. Kadang, tindakan pengurus masjid seperti ini menjadi dilemma tersendiri.

Masjid yang selayaknya dibuka 24 jam demi melayani umat Islam yang bermaksud beribadah harus ditutup demi alasan keamanan. Namun, jika tidak dikunci rapat-rapat, seringkali masjid menjadi sasaran empuk maling-maling durjana. Dilematis memang.

Aku pun juga kadang berfikir mengapa para pencuri dan maling-maling itu berani mencuri di rumah Allah? Apakah mereka tidak takut dengan tindakannya itu? Namun, kadang juga aku berfikir bagaimana mereka (para maling dan pencuri) itu tidak mencuri jika ternyata mereka sebenarnya membutuhkan makanan untuk hidup, santunan untuk kelangsungan hidup, dan butuh infaq yang memang menjadi hak-nya. Sementara, mereka menyaksikan para pengurus masjid mengelola duit-duit sumbangan zakat, infaq, dan shodaqoh hanya untuk senantiasa membuat masjid menjadi megah serta mewah.

Lihat Juga :  Bawa Gunting Besi, Pelaku Nekat Curi Motor Jemaah Masjid

Bahkan mungkin barangkali sebagian pengurus masjid itu pun menikmati sebagian kecil dari sumbangan-sumbangan itu. Sementara kaum miskin dan dhuafa’ di sekeliling masjid yang sangat berharap sebagian dari dana yang terkumpul di masjid hanya dapat santunan dari masjid setahun sekali.

Aku sebenarnya berharap masjid dimanapun dibuka 24 jam dan tidak terjadi adanya pencurian. Lebih lanjutnya, aku sangat berharap jika dimana ada masjid, maka tak ada orang miskin dan dhuafa’ di sekelilingnya karena sudah tercukupi oleh santunan dari masjid. Amiin.

Wallahu a’lam.(*/sumber:approject.org)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button