LENTERA
Sudah Menikah Tapi Belum Juga Kaya, Ini Penyebabnya

AsSajidin.com — Sebagian besar dari kita berharap setelah menikah hidup kita berubah.
Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata,
اِلْتَمِسُوْا الغِنَى فِي النِّكَاحِ
“Carilah kaya (hidup berkecukupan) dengan menikah.” Umar bin Al-Khattab juga mengatakan semisal itu. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 5:533)
Dari sebelumnya serba susah saat lajang, berubah senang ketika sudah berumah tangga.
Nyatanya tidak demikian.
Buktinya, setelah menikah hidup kita tetap saja susah.
Kenapa bisa demikian?
Menurut Syaikh Musthafa Al-‘Adawi, ada 7 alasan:
Pertama: Kecukupan itu tergantung kehendak Allah (masyiah Allah).
Allah Ta’ala berfirman,
وَإِنْ خِفْتُمْ عَيْلَةً فَسَوْفَ يُغْنِيكُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ إِنْ شَاءَ
“Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki.” (QS At-Taubah: 28)
فَيَكْشِفُ مَا تَدْعُونَ إِلَيْهِ إِنْ شَاءَ
“Maka Dia menghilangkan bahaya yang karenanya kamu berdoa kepadaNya, jika Dia menghendaki.” (QS Al-An’am: 41)
Kedua: Umumnya, orang yang menikah akan diberi kecukupan rezeki oleh Allah.
Ketiga: Jika yang menikah tadi dengan menikahnya ingin menjaga kesucian diri, itulah yang membuat Allah SWT mem beri kecukupan.
Keempat: Kecukupan itu diperoleh bagi yang bertakwa pada Allah dan mencari sebab yang syar’i untuk mendapatkan rezeki.
Kelima: Yang dimaksud ghina (cukup atau kaya) di sini adalah kaya hati atau hati yang selalu merasa cukup (alias qana’ah).
Keenam: Yang dimaksud adalah Allah beri kecukupan dengan karunia-Nya dengan yang halal sehingga ia terjaga dari zina.
Ketujuh: Kekayaan itu diperoleh karena jatah rezeki untuk suami bergabung dengan rezeki istri. (*/ Muhammad Abduh Tuasikal/https://rumaysho.com/ 16478-sudah-menikah-namun- belum-juga-kaya.html/)
