Jauhi Narkoba Jika tak Ingin Hidupmu Rusak Binasa Karenanya

Oleh aminuddin
Pemerhati Keislaman
ASSAJIDIN.COM — KIta turut prihatin terhadap para artis tanah air yang tersandung kasus narko ba.
Yang terbaru adalah Velline Chu, salah seorang penyanyi, bersama suaminya diamankan di kawasan Bekasi, Jawa Barat, sekira pukul 22.00 WIB, karena du gaan penyalahgunaan kasus narkoba, Sabtu (8/1/2022).
Saudara-saudaraku..
Dilansir dari laman resmi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), keluarga berfungsi sebagai pelindung pertama dan paling utama dalam memberikan kebenaran dan keteladanan. Keluarga juga menjadi tempat pelindung dan bernaung bagi anak dan keturunan.
Apabila ada anggota keluarga yang menyalahgunakan narkoba, maka akan memicu konflik di dalam keluarga. Salah satu dampak dari penyalahgunaan narkoba adalah pengguna akan memiliki kepribadian yang tidak stabil.
Menurut psikiater dr. Santi Yuliani, SpKJ, kecanduan narkoba dapat menghalangi seseorang mengekspresikan emosi kemarahan dengan cara sehat.
Pecandu memiliki kontrol emosi yang kurang dan pemecahan masalah yang lebih buruk. Selain itu, saat menghadapi suatu masalah, pecandu cenderung marah pada dirinya sendiri namun mereka menyalahkan atau melampiaskan ke orang terdekat.
Sikap ini akan merusak hubungan pengguna dengan orang lain, terutama keluarga. Tidak berhenti sampai di situ, keluarga juga akan terdampak, di antaranya dikucilkan masyarakat, serta terbebani secara ekonomi.
Pengguna cenderung akan meminta bahkan mencuri uang dari keluarga untuk membeli narkoba.
4 Cara
Saudara-saudaraku…
Ada empat Cllcara Menghindarkan diri dari narkoba dalam Islsm. Pertama, Islam telah mengajarkan untuk memelihara kesehatan jiwa individu. Islam telah mengajarkan falsafah kebahagiaan sejati. Dengan ini, manusia akan terhindar dari kebahagiaan semu seperti saat mengonsumsi narkoba dan sejenisnya.
Dalam hadits riwayat Bukhari, Rasulullah bersabda, “Yang namanya kaya (ghina’) bukan dengan banyak harta (atau kemewahan dunia). Namun yang namanya ghina’ adalah hati yang selalu merasa cukup.”
Lalu, cara yang kedua yaitu, Islam mendorong peran serta masyarakat terutama keluarga. Tidak bisa dipungkiri, lingkungan keluarga adalah lingkungan paling vital yang membentuk pribadi seseorang.
Keluarga adalah lingkungan terdekat yang bertanggung jawab dalam pembentukan pribadi seseorang. Di sini, Islam telah memuliakan peran keluarga.
Artinya, jika keluarga berperan dalam pembentukan seseorang, ia tidak akan mencari pelampiasan di tempat yang lain, karena permasalahan sudah selesai di keluarga.
Dalam Al Quran surat At Tahrim: 6, Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu.”
Ketiga, Islam mengajarkan bahwa negara wajib untuk turut serta dalam urusan umat. Tentu tak dapat dilupakan sejarah tentang kisah Umar bin Khattab salah satu Amirul Mukminin kala itu yang dengan sukarela membagikan beras ke keluarga miskin. Hal ini secara tak langsung adalah cerminan turut berperannya negara dalam urusan umat.
Tak dapat dilupakan pula peradaban Islam di Mesir kala itu. Dimana di Mesir telah menjadi pionir dalam urusan rehabilitasi jiwa. Tak ada perbedaan dalam menangani pasien yang membutuhkan rehabilitasi jiwa. Kesemuanya dijamin oleh negara.
Bahkan kala itu, M. Abu Zayd Ahmed bin Sahl Al Balkhi adalah dokter jiwa pertama dan menjadi rujukan dalam terapi gangguan jiwa.
Kemudian cara keempat, Islam juga telah tegas melarang penggunaan obat-obatan terlarang. Dalam hadits riwayat Daud disebutkan, “Rasulullah melarang dari segala yang memabukkan dan mufattir (yang melemahkan).”
Karenanya, jika ada oknum yang melanggar akan ada sanksi tegas terhadap para pelanggar itu.
Khususnya bagi para pengedar, mengutip dari fatwa Yusuf Al Qardhawi dalam kitab Fatawa Mu’ashirah, mengatakan bahwa hukuman mati bagi para pengedar obat-obatan terlarang lebih layak daripada dibanding mereka yang mendapat hukuman mati karena membunuh.
Mengapa demikian? Karena, para pembunuh itu hanya membunuh satu orang saja, sedangkan para pengedar dapat membunuh generasi satu bangsa.
Doa Keselamatan
Tidak ada doa khusus untuk narkoba. Tapi beberapa doa berikut ini bisa menghin darkan diri kita dari penggunaan dan bahaya narkoba.
Apa saja?
Berikut penjelasannya …
Mengutip dari beberapa sumber, ada doa untuk meminta perlindungan agar terhindar dari segala bahaya, gangguan, kerugian, penyakit, godaan, serangan, musuh-musuh, serta ancaman.
Doa ini bisa Anda baca tiga kali setiap pagi dan tiga kali setiap sore hari.
Seperti ini doanya:
“Bismillahilladzi la yadhurru ma’asmihi syaiun fillardhi wala fissamai wahuwassami’ul ‘alim”
Artinya:
“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
“Barangsiapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan petang hari, maka tidak ada sesuatupun yang membahayakan dirinya.”
(HR. Abu Dawud4/323, At-Tirmidzi 5/465, Ibnu Majah dan Ahmad. Lihat Shahih Ibnu Majah 2/332, Al-Allamah Ibnu Baaz berpendapat, isnad hadits tersebut hasan dalam Tuhfatul Akhyar hal. 39.)
“Qoola Rasuululaahi shallawllahu ‘alaihi wasallama: laa yaruddul qadhaa-a illaddu’aa-u. Walaa yaziidu ful ‘umri illalbirru.” (HR. Tirmidzi)
Mengutip dari laman website Yusuf Mansur, dari doa di atas mengatakan bahwa Rasulullah SAW, semoga Allah memberinya shalawat, bersabda:
“Tidak ada yang dapat menolak takdir (ketetapan) kecuali doa. Banyak-banyaklah berdoa. Apalagi Anda tidak tahu takdir apa yang akan berlaku dan sedang menghampiri diri Anda.”
Karena kejadian yang serba tidak terduga, oleh karena itu kita dianjurkan untuk selalu berdoa dalam segala kondisi. Anda tidak pernah mengetahui takdir apa yang sedang menghampiri Anda.
Kalau sudah berdoa, InsyaAllah takdir apa pun yang terjadi tetap suatu kebaikan. Sebab Dia selalu menemani, Allah mendampingi, dan Allah ridha. (dari berbagai sumber)
Wallahu a’lam bishahawab.
