Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

MOZAIK ISLAM

Tawakal dalam Hidup Berkekurangan

 

AsSAJIDIN.COM — Memiliki kecukupan materi dalam menjalani hidup tidak dapat dipungkiri semua orang menginginkannya.

Namun, sebagai muslim sudah seharusnya untuk mengimani qodho dan qodar Allah, termasuk salah satunya mengenai Rizki yang dititipkan Allah pada hamba_Nya.

Banyak diantara kita memiliki pekerjaan dengan penghasilan yang jauh dari kata cukup untuk kehidupan sehari-hari. Ada yang punya penghasilan sebulan Rp300-600 ribu, tapi tetap menjalani pekerjaannya. Sementara di luaran sana banyak godaan untuk mendapatkan uang dengan cepat.

Pengasuh Rumah Qur’an Ghaziya, Cici Rafika, S.Pd mengatakan, dalam hidup ada yang bisa kita pilih, dan ada yg tidak mampu kita pilih (sudah di tetapkan). Hal-hal yang dapat kita pilih adalah merupakan hal-hal yang kelak akan kita pertanggungjawabkan.

Setiap pilihan kita tentu saja ada konsekuensinya. Jika hal-hal yang kita pilih sesuai dengan aturan-aturan Allah, maka kita akan mendapatkan pahala. Pun sebaliknya, jika pilihan-pilihan kita keluar dari aturan Allah, maka ganjaran yang akan di dapatkan adalah dosa.

Lihat Juga :  Belajar One Day One Ayat Alquran Lewat Paytren Academy

“Misalnya dalam hal pekerjaan, boleh jadi kita memilih pekerjaan yang gajinya kecil, namun diridhoi oleh Allah, dan mendapat pahala dari Allah. Pekerjaan itu tidak menghalangi kita untuk beribadah kepada Allah seperti sholat, ngaji, berdakwah,” katanya.

Atau mungkin ada manusia yang memilih pekerjaan yang penghasilannya besar, namun ternyata pekerjaannya itu semakin membuat dia jauh dari Allah. dia tidak bisa menutup aurat secara sempurna, tidak bisa sholat, tidak bisa ngaji dan tidak bisa berdakwah. Sehingga dosa-dosa akan mengalir kepadanya.

Oleh sebab itu, seorang muslim yang beriman kepada Allah, tentu saja standar kebahagian bagianya bukanlah materi, bukan harta yang berlimpah, atau kemewahan hidup. standar kebahagiannya adalah ridho Allah semata.

“Maka gaji kecil, kesederhanaan hidup tidak akan membuatnya sedih, tidak pula membuat dia lalai kepada Allah, sehingga hatinya akan menjadi tenang,” katanya.

Ketenangan ini tidak akan di dapat oleh orang-orang yang tidak memahami hakikat kehidupan, pilhan dan qodho qodarnya Allah. Ketenangan ini hanya akan di dapat dari seseorang yang mempelajari dan memahami agama.

Lihat Juga :  Menelisik Sikap Pasrah yang Salah

Oleh sebab itu, ia akan menguasai dirinya dengan sifat sabar, ikhlas, qonaah, rendah hati dan pandai bersyukur. Sehingga godaan dunia tidak akan mempengaruhinya. Serta kesulitan hidup tidak akan melalaikannya.

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau. Jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta hartamu” (QS. Muhammad:36).

Senada itu, Dra. Anisatul Mardiah, M.Ag, Ph.D, Dosen Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Raden Fatah, mengatakan, tips menjalani hidup dalam kondisi apapun adalah syukur dan sabar.

Meskipun kondisi sulit kita masih bersyukur karena masih diberi kesehatan, seandainya sedang mendapat cobaan kita harus bersabar. Sebagai seorang muslim/muslimah, kita senantiasa berdoa sambil berikhtiar untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi.

“Bila ikhtiar sudah dilakukan, selebihnya serahkan pada Allah,” katanya. (pitria)

Back to top button