Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

LENTERA

Alam Takambang Jadi Guru, Kisah Rumini di Semeru Mengajarkan Rasa Bakti Anak Kepada Orang Tua Sungguh Mengurai Air Mata

Betapa besar dan Agungnya Allah SWT memberikan pelajaran hidup kepada setiap hamba. Hingga pantaslah kiranya sebuah pepatah mengatakan “ Alam Takambang Jadi guru “adalah bukti bahwa segala peristiwa yang terjadi secara alamiah di alam merupakan pengajaran dalam hidup kita. Termasuk dari beberapa kisah tentang perjalanan anak durhaka, hingga kisah Rumini- Gadis desa yang ditemukan tewas berpelukkan dengan orang tua saat Lumajang dihantam erupsi Gunung Semeru. Semoga tulisan ini memberikan pelajaran kepada kita sebagai manusia untuk mengambil pengajaran dari segala fenomena alam yang terjadi.

Oleh : Jemmy Saputera, S.I.Kom

AsSajidin.com, LUMAJANG–  Pengorbanan yang dilakukan oleh orang tua kepada anaknya sungguh begitu besar.Namun sayangnya, kisah anak durhaka seperti halnya Malin Kundang justru menjadi trend dikalangan kita saat ini. Sebut saja, beberapa kisah dimana seorang anak tega mempolisikan orang tua di Demak Jawa Tengah, kisah 3 anak yang rela menggugat ibu kandung di Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan (Sumsel), hingga yang terbaru adalah kisah seorang Pegawai Negeri Sipil yang dengan gagah menggugat serta mengusir ibu kandungnya dari rumah. Sungguh apa yang terjadi sekarang ini telah melampaui batas hati nurani dan rasa bakti.

Padahal dalam Islam, Allah SWT dan Rasulnya telah memberi nasihat dan ajaran tentang pentingnya berbakti kepada orang tua. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam surat Al-Isra’ ayat 23, Allah menerangkan berbakti kepada orang tua merupakan kewajiban bagi setiap muslim setelah tauhid.

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.”

 Menukil ayat diatas, seharusnya kita malu kepada diri sendiri, Tanya hati kita tentang apa yang sudah kita beri kepada orang tua, Tanya jiwa kita sudah berapa besar pengorbanan kita untuk mereka. Kalaulah belum ada, tidak membuat mereka susah saja adalah hadiah terindah yang kita punya untuk keduanya. Begitu kata Ustadz Abdul Somad (Uas) dalam tausiyahnya yang dikutip dari Instagram @ustadzabdulsomad_official.

 Uas menyebut bahwa orang tua itu, seperti Al Quran yang usang, dibaca tak terbaca dibuang berdosa. Artinya apa..? Orang tua adalah keramat hidup yang harus dijaga meskipun sudah tua, karena itu jangan sesekali menyiakanya.

 “ Ingat berkah dan ridho Allah itu ada pada ridho orang tua. Murkanya Allah pun, ada pada murkanya mereka. Untuk itu, waspadalah, jaga orang tuamu selagi mereka masih ada, karena ketika mereka telah tiada, sesalmu tiada berguna,” ujarnya seraya bergetar.

 Disisi yang lain lanjut Uas, menghadapi orang tua yang sudah sepuh dan suka marah-marah adalah ladang ibadah yang bernilai pahala bagimu jika kau sabar.

Lihat Juga :  Agar Terhindar dari Rusaknya Akhlak Anak Kita Berusia Remaja, Begini Cara Mencegahnya ...
Rumini (28) dan neneknya, Salamah (71) semasa hidup. Keduanya berpelukan hingga akhir hayat saat Gunung Semeru meletus. Foto/TikTok @yayasanpedulikasih_kndjh

“ Ustadz ibu saya marah-marah, dibelikan baju baru dia pakai baju yang sobek, dia ngomong ke tetangga, ‘lihat nih anakku ngak ngasik baju. Disiapkan makanan di atas meja makan, dia pergi ke tetangga minta makan, katanya di rumah ngak ada makanan. Ingatlah, disini kesabaranmu di uji, jika kau lulus maka kau termasuk salah satu bagian dari oran-orang yang beruntung. Namun yang seperti ini kan jarang, ” kata Uas, sembari menyebut salah satu bencana dunia itu datang dari kedurhakaan anak kepada orang tuanya, bisa berupa banjir bandang, gempa, gunung merapi dan yang paling dasyhat adalah hilangnya rasa cinta dalam hatinya.

“ Allah SWT banyak memberikan pembelajaran hidup untuk kita, seperti kisah  Juraij, Si Rahib yang Mengabaikan Panggilan Ibunya, ada juga kisah Kan’an putra nabi Nuh AS. Bahkan kisah, Si Malin anak durhaka yang menjadi peringatan untuk kita betapa surga itu mahal untuk mereka yang durhaka,” tuturnya.

Lihat Juga :  Allahummaghfirli Dzunubi Waliwalidayya Warhamhuma sebagai Doa untuk Diri dan Kepada Orang Tua

Bicara mengenai bencana dunia, baru-baru ini Allah SWT memberikan pembelajaran kepada kita akan makna yang luar biasa, Kisah tentang kesetiaan dan bakti seorang cucu yang ditunjukkan  seorang gadis bernama Rumini (28) terhadap neneknya, Salamah (71) hingga akhir hayat mengharu biru dan mengaduk-aduk perasaan.

Rumini memilih menemani neneknya yang tua rentah saat erupsi semeru meluluh lantakkan Desa Candipuro Lumajang, Sabtu 4 Desember 2021 lalu. Keduanya ditemukan dalam kondisi saling menguatkan, saling melindungi dan berpelukkan dalam kondisi tewas tertimbun erupsi Semeru oleh para relawan dan Basarnas.

Melihat kisah ini, seharusnya kami belajar darimu tentang mencintai orang tua, terutama ibu. Dimana saat banyak anak menitipkan orang tuanya di panti jompo, namun engkau justru menujukkan kepada kami bagaimana engkau menjadi anak yang tulus berbakti, Sungguh mulia hatimu Rumini, engkau justru tetap bertahan memilih menjaganya saat erupsi Semeru menyerang desamu. Bagaimana tidak, engkau justru ditemukan tewas oleh para relawan dalam kondisi berpelukan dengan sang nenek yang sudah renta dan tak sanggup berjalan lagi.

Seharusnya engkau bisa lari menyelamatkan diri saat erupsi itu datang sama seperti kebanyakan orang lain yang sibuk menyelamatkan dirinya masing-masing. Tetapi engkau dengan penuh kesetiaan justru engkau menunjukkan kepada kami tentang makna menghargai dan mengasihi orang tua.  Rumini, engkau lebih memilih untuk tetap bersamanya dan berjuang menghadapi terjangan erupsi Semeru, meski engkau tak terkenal di bumi namun engkau disambut para malaikat di atas langit, kami percaya itu. Insya Allah seluruh penduduk langit kini tengah memelukmu. Semoga apa yang engkau lakukan, memberikan kami hidayah untuk senantiasa berbakti kepada kedua orang tua.

 

 

 

Back to top button