Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

MOZAIK ISLAM

Kisah Sesendok Madu

ASSAJIDIN.COM — Alkisah, seorang Raja dari sebuah kerajaan yang sangat dihormati dan dipatuhi oleh rakyatnya berkeinginan mengetahui hakikat kepatuhan rakyat kepadanya. Apakah mereka hormat dan patuh karena dorongan kesadaran murni yang datang dari dalam hati, ataukah hanya karena perilaku mereka diawasi atau terlihat langsung oleh sang Raja.

Pada suatu hari, dia pun mengadakan sebuah acara untuk semua rakyatnya, dan diumumkanlah bahwa Raja akan meletakkan sebuah bejana kosong di suatu tempat dan raja memerintahkan agar seluruh rakyatnya mendatangi tempat dimaskud pada malam hari dengan membawa sesendok madu untuk dimasukkan ke dalam bejana yang sudah diletakkan sang Raja tadi.

Tiba pada malam hari yang telah ditentukan, seluruh rakyat mulai berdatangan silih berganti menuju tempat diletakkannya bejana untuk diisi madu. Di antara sekian rakyat yang datang pada malam itu ada yang sejak dari rumahnya berpikiran bahwa dia akan mengisi sendok yang dibawanya dengan air, bukan dengan madu, karena dia tidak memiliki atau menyimpan madu.

Lihat Juga :  Bukan Surga dan Neraka, Beribadahlah Mengharap Ridho Allah

Dalam hatinya dia berkata bahwa sang Raja pasti tidak akan mengetahui apa yang dia bawa pada malam yang gelap, jadi dia tidak perlu
bersusah payah mencari madu untuk diisikan ke dalam bejana sang Raja. Lagi pula, hanya sesendok air tidak akan terlihat bila dicampurkan dengan ratusan atau ribuan sendok madu yang akan
dibawa oleh rakyat lain selain dirinya, demikian bisikan hati dari rakyat yang membawa sesendok air.

Singkat cerita, malam acara pengisian bejana raja dengan madu telah berlalu, sudah tidak ada lagi rakyat yang
mendatangi tempat diletakkannya bejana. Semua rakyat telah berpartisipasi dalam acara sang Raja yang menginstruksikan seluruh rakyatnya untuk mengisikan sesendok madu ke dalam bejana yang telah diletakkannya di suatu tempat.

Kemudian Raja memerintahkan
pengawalnya supaya membawa bejana tersebut ke hadapannya karena sang Raja ingin mengecek dan mengetahui isi dari bejana yang diletakkannya. Setelah bejana berada di hadapan sang Raja, dia pun menumpahkan bejana yang sudah terisi penuh, dan sang Raja kemudian
terbengong demi melihat apa yang keluar dari bejana yang ditumpahkannya, karena yang tumpah keluar dari bejana tersebut adalah hampir seluruhnya air bukan madu sebagaimana yang dia minta dalam perintah kepada rakyatnya.

Lihat Juga :  Teks Lirik Shalawat Birosulillahi Wal Badawi - Latin, Arab dan Artinya

Mengapa bejana sang Raja penuh terisi air bukan terisi madu?

Rupanya apa yang menjadi pikiran salah seorang rakyat yang memasukkan sesendok air ke dalam bejana sang Raja juga menjadi pikiran sebagian besar rakyat lainnya ketika hendak menunaikan perintah sang Raja pada malam hari yang telah ditentukan. Mereka berpikiran bahwa gelapnya malam akan menyembunyikan air yang mereka masukkan ke dalam bejana dari pengetahuan sang Raja, dan bahwa hanya sesendok air tidak akan terlihat bila telah dicampur dengan madu yang banyak.

Semoga bisa jadi renungan dan mengambil hikmah. (*)

 

Back to top button