Lewat Seni Pantonim, Siswa Ajak Masyarakat Jaga Kesehatan di Tengah Pandemi

AsSAJIDIN.COM — Banyak cara yang dilakukan untuk mengajak masyarakat untuk menerapkan budaya hidup sehat, terlebih saat kondisi Pandemi Covid-19.
Seperti halnya dilakukan oleh Alya Aleesya yang merupakan siswi kelas 4 SD Tunas Teladan Gandus Palembang. Lewat seni gerakan Pantonim pada kompetisi Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Palembang di Aula Dinas Pendidikan Kota Palembang, Kamis (27/5/2021).
Bersama rekannya, ia memperagakan gerakan pantonim dengan seni yang indah berdurasi 5 menit. “Alhamdulilah lega sudah tampil,” ujar dua sejoli ini.
Ia mengaku saat tampil cukup nervous karena disaksikan oleh para juri, guru dan peserta lainnya. “Jadi tadi kami menampilkan pantomim dengan mengajak masyarakat menjaga kesehatan ditengah pandemi Covid-19 ini,” ujar Siti.
Didalam ajakannya tersebut, ia menerapkan yakni untuk tetap melakukan protokol kesehatan yakni menjaga jarak , mencuci tangan dan memakai masker.
“Lalu juga terus tetap menjaga kebersihan lainnya seperti kebersihan rumah seperti menyapu, membersihkan sampah dan lain sebagainya,” jelas dia.
Ia mengatakan, memilih tema tersebut karena ini merupakan hal yang sangat penting ditengah pandemi seperti ini.
“Menjaga kesehatan itu penting apalagi kita masih berada di tengah pandemi sehingga kita sama-sama saling mengingatkan,” timpal Alya.
Siti mengaku mengikuti lomba FLS2N untuk tingkat kota ini sebelumnya telah diseleksi ditingkat kecamatan.
“Alhamdulilah dari kecamatan Gandus kita menang terpilih untuk tingkat kota. Semoga saja bisa menang sampai ke tingkat Provinsi bahkan nasional,” tegas Siti.
“Awalnya kan melihat di sekolah ada kakak kelas, pas dilihat bagus gerakannya. Namun saat ingin ikut terbesit melihat wajah yang dilukis kok jelek eh tapi setelah dicoba dan praktek akhirnya bisa dan ketagihan untuk belajar pantomim ini,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ahmad Zulinto mengatakan kegiatan FLS2N tingkat SD Kota Palembang digelar selama tiga hari. Pelaksanaan yang digelar selama tiga hari dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.
“Ya, ini seleksi untuk tingkat kota dan nanti pemenang akan diikutkan ke tingkat provinsi,” pungkasnya. (*/Sugi)
