Gula dan Tekanan Darah tak Terkontrol, Jadi Penyebab Nakes Ditunda Divaksin
AsSAJIDIN.COM — Proses vaksinasi Covid-19 untuk tenaga kesehatan, pejabat daerah dan pelayan publik masih dilakukan. Sasaran penyuntikan sebanyak 14.712 orang diantaranya 71 persen telah selesai divaksin tahap pertama.
Plt Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Palembang, dr Santy Mirza mengatakan, pemberian vaksin Sinovac sudah dilakukan sejak 15 Januari lalu secara bertahap. Dosis pertama dan kedua setelah 14 hari kemudian.
“Sampai dengan 10 Februari, untuk vaksin dosis pertama ini yang sudah divaksin ada 10.457 atau 71 persen, sedangkan dosis keduanya sudah ada 3.168 atau 21,5 persen,” katanya, Kamis (11/2/2021).
Pada proses vaksin ini, ada yang bisa langsung divaksin, ditunda dan ada yang ditolak. Calon penerima vaksin Covid ketika di screening sebelum suntik diberikan 16 pertanyaan yang menyangkut kesehatan diri/ dimiliki tidaknya suatu riwayat penyakit. Jika satu saja pertanyaan tercentang, maka vaksinasi tidak bisa dilakukan atau tertunda.
“Jadi mereka yang batal/ ditolak ini karena memiliki riwayat komorbid seperti sakit asma, lupus, penyintas Covid, paru-paru, TBC, saluran pencernaah kronis, dan penyakit berat lainnya,” katanya.
Sementara jika tunda/pending disebabkan hamil/menyusui, gula darah tidak terkontrol, demam, batuk pilek, dan tekanan darah tinggi. “Untuk kondisi ini menunggu sampai selesai (hamil/menyusui), demam sembuh, dan gula darah/tekanan darah terkontrol baru bisa divaksin,” katanya.
Berdasarkan data yang ada, secara kesuluruhan total sasaran vaksinasi di Kota Palembang ada 1.109.327. Hanya saja ketersediaan vaksin yang terbatas dan terjadi tidak hanya di Kota Palembang atau Indonesia saja.
“Vaksin yang sudah diterima Kota Palembang sebanyak 29.360 vial, harapannya kedepan ketersediaan lebih banyak dan mengcover semua orang,” katanya. (*/sumber: assajidingroup/Kamayel Ar-Razi)
