Jelang KBM Tatap Muka, Sekolah Mulai Edarkan Izin Orangtua, Hasilnya Cukup Mengejutkan

ASSAJIDIN COM — Jelang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka yang bertepatan pada awal Januari 2021 mendatang, sekolah sudah mulai mengedarkan form surat izin orangtua atau wali siswa.
Seperti di lakukan oleh SMP Negeri 42 Palembang yang melakukan secara virtual dengan mengedarkan surat izin melalui Google Form yang bisa diisi oleh orangtua atau wali siswa.
“Terkait dengan pembelajaran new normal yang bertepatan dengan awal semester genap kita sudah meminta izin orangtua untuk belajar tatap muka melalui Google Form. Dan dari yang sudah kita terima, 80 persen mereka setuju dan 20 persen tidak setuju,” ujar Kepala SMP Negeri 42 Palembang H Yusuf Alayidrus MPd, Selasa (8/12/2020).
Meski ada 20 persen data yang masuk dan memilih tak setuju KBM tatap muka, pihak sekolah tetap menghargai keputusan mereka. Pasalnya, sebagaimana Instruksi Mendikbud Nadiem Makarim bahwa KBM tatap muka ini sudah boleh dilakukan bukan untuk diwajibkan.
Sehingga nantinya, pihak sekolah tetap memberlakukan KBM tatap muka dan juga masih memberlakukan daring bagi siswa yang orangtuanya masih belum mengizinkan.
“Jadi nanti kita bagi dua, tiga hari KBM tatap muka dengan protokol kesehatan ketat yang telah kita persiapkan dan juga tiga hari untuk KBM daring,” jelasnya.
Sementara itu dikatakan Kepala SMP Negeri 38 Palembang Limansa Rajagukguk SPd MM juga menyambut baik KBM tatap muka yang diimbau Mendikbud Nadiem Makarim untuk dibuka pada awal semester genap Januari 2021 mendatang.
Hanya saja, teknis izin orang tua akan dilakukan serentak semua orangtua atau wali siswa di SMP Negeri 38 Palembang pada saat pembagian raport semester ganjil.
“Jadi raport nanti semester ganjil kan diambil oleh orang tua. Nah pada saat momen itu, nanti kita minta surat izin orang tua untuk ditanda tangani apakah setuju atau tidak setuju, untuk kegiatan belajar tatap muka,” jelasnya.
Terkait dengan protokol kesehatan, pihak sekolah sudah mempersiapkan segala sesuatunya termasuk telah membuat tempat cuci tangan diberbagai titik, melakukan social distancing dengan satu kelas 16 siswa dan juga menyediakan masker jika siswa lupa membawa masker.
Namun demikian, pelaksanaan secara teknis terkait KBM tatap muka, pihak sekolah masih menunggu edaran dari Pemerintah Kota Palembang. (*/Sumber: assajidingroup/Sugi)
