Uncategorized
Makna Berhaji dalam Rukun Islam

ASSAJIDIN.COM –Rukun Islam kelima, manusia selalu diingatkan Allah untuk selalu bertakwa kepada Allah melalui ritual rukun haji atau rukun umrah.
Meski tahun ini tidak ada jemaah Indonesia yang diberangkatkan karena pandemi tapi tidak ada salahnya memaknai kembali mengapa kita berhaji.
Firman Allah
Artinya: “(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, Barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan Haji, Maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji.
Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, Niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, Dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepadaKu Hai orang-orang yang berakal” (Al Qur’an surat Al Baqarah 02) ayat 197).
Hadits nabi SAW: Artinya: “Wahai sekalian manusia sesungguhnya Allah telah mewajibkan haji kepada kamu sekalian, oleh karena itu maka berhajilah.”
Ada seorang laki-laki bertanya : Apakah setiap tahun wahai Rasulullah ? Berliau terdiam, sampai mengucapkannya tiga kali, kemudian bersabda :
“Seandainya saya mengatakan “Ya” berarti saya mewajibkannya Dan niscaya kamu sekalian tidak mampu.”
Beliau terus bersabda : Tinggalkanlah apa yang tidak saya perintahkan, Sesungguhnya umat-umat sebelum kamu sekalian itu binasa Karena banyaknya pertanyaan dan karena mereka berselisih dengan nabi-nabinya.
Oleh karena itu jika saya memerintahkan sesuatu kepadamu maka laksanakanlah Sekuat tenaga, dan jika saya melarang sesuatu maka tinggalkanlah.”
Orang-orang yang berada di daerah rukun haji tidak sama dengan orang yang bertakwa. Rukun haji tidak sama dengan orang-orang Yang bertakwa orang-orang bertakwa tidak sama dengan orang-orang Arab.
Firman Allah SWT Artinya: “Apakah (orang-orang) yang memberi minuman Kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidil haram, Kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah Dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah. Mereka tidak sama di sisi Allah; Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang zalim” (Al Qur’an suratAtTaubah (09) ayat 19).
Artinya: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki Dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa
Dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah Orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (Al Qur’an surat Al Hujuraat (49) ayat 13).
Diharapkan dengan mengerjakan umrah atau ketakwaan manusia akan terpelihara dari waktu ke waktu agar dapat mewujudkan kehidupan manusia yang islami yaitu : selamat sejahatera rukun damai, aman tentram, tenang dan bahagia. Amin
