Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

Uncategorized

Corona, Bikin Pengrajin Tempe Merana

 

ASSAJIDIN.COM — Pandemi global Covid-19 berdamak pada segala sektor tak terkecualu pengrajin tempe. Sejak beberapa bulan terakhir peminat berkurang sehingga produksi pun dikurangi.

Tempe merupakan salah satu protein yang baik untuk tubuh. Namun, sejak pandemi produksinya menurun. Hal ini dikarenakan masyarakat mengurangi untuk ke pasar dan berbelanja tempe atau karena hal lain, ini menjadi pertanyaan Sasmuni (53).

Sasmuni salah seorang pengrajin tempe di Jalan Macan Lindungan Kelurahan Bukit Baru, Palembang. Sejak 1990 ia mulai menjadi pengrajin dari bahan kedelai yang difermentasi itu. Ia mengaku memulai membuat dan menjajakan tempe dari produksi 20 kg kedelai.

Lihat Juga :  Grab Perangi Covid 19 Lewat Gerakan #KitaVSCorona

“Cara membuatnya mudah, kedelai direndam sekitar 1 jam, kemudian dimasak 2 jam dan difermentasi selama 1 hari 1 malam,” katanya, Senin (22/6/2020).

Meskipun harga kedelai saat ini turun dari awalnya Rp8000 /kg menjadi Rp7300 /kg, namun tidak dibarengi dengan tingginya produksi. Sasmuni mengaku cukup kesulitan memasarkan tempe di tengah pandemi saat ini.

“Biasanya kita buat tempe itu sampai 300 kg lebih, tapi sejak adanya Corona ini paling banyak 250 kg. Ya produksi kita menurun,” ujarnya.

Tempe yang telah diproduksi dipasarkan ke pasar tradisional di Palembang. Mulai jam 04.00, tempe diantar ke Pasar 10 Ulu, Jakabaring, KM 12 dan pasar lainnya. Tempe dijual seharga Rp3000 – Rp5000 perkeping, dengan kemasan daun pisang dan plastik.

Lihat Juga :  Pemprov Lampung Kunjungi Pemkot Palembang, Studi Administrasi Kepemimpinan

“Kita jualan tempe ini sudah ada pembelinya, tapi kalau pembelinya kurang jadinya produksi juga kurang,” katanya.

Di masa pandemi ini, kesulitan mendapatkan modal untuk mengembangkan usaha dinilai Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang bukan hal yang sulit. Lantaran pemkot memberikan peluang untuk para UMKM di Palembang mendapatkan modal dengan mudah.

Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan, pinjaman tanpa agunan mulai Rp3 juta per UMKM. “Orang yang punya usaha dengan usia kurang dari 60 tahun bisa pinjam, prosesnya akan dilakukan oleh BPR Palembang,” katanya. (*/Sumber: maklumatnews.comK/Ar-Razi)

Back to top button