Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

MOZAIK ISLAM

Hikmah Idul Fitri di Tengah Corona

ASSAJIDIN.COM — Apa yang bisa dimaknai dari perayaan Idul Fitri dalam situasi pandemi virus corona seperti saat ini?

Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menjelaskan, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan maka diampuni oleh Allah dosanya yang terdahulu.

“Ini artinya, kita pada hari raya Idul Fitri sudah bersih dari dosa, tapi dosa yang dimaksud disini adalah dosa kita kepada Tuhan.

Dosa kita kepada sesama tidak bisa Tuhan yang mengampuni, yang bisa mengampuni adalah orang kepada siapa kita telah berbuat dosa,” kata Anwar, saat dihubungi Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, Anwar mengatakan, akan sangat baik jika setiap orang saling bermaaafan baik dengan keluarga, tetangga, teman-teman, dan siapa saja.

Lihat Juga :  Bila Virus Corona Masih Mewabah Saat Lebaran, NU dan Muhammadiyah Berlakukan Aturan ini untuk Pelaksanaan Shalat Idul Fitri

“Sehingga, kita di Hari Raya Idul Fitri benar-benar suci karena kita tidak ada lagi punya dosa baik kepada Tuhan maupun kepada manusia atau kepada sesama,” kata Anwar.

Silaturahim saat pandemi Covid-19

Dalam situasi pandemi virus corona saat ini, Anwar mengatakan, jangan sampai kita memaksakan melakukan hal seperti kebiasaan-kebiasaan sebelumnya.

Pada Lebaran kali ini, masyarakat diharapkan tetapi mengurangi interaksi sosial secara langsung, termasuk mudik dan bermaaf-maafan secara langsung.

“Kalau kita tetap melakukan hal itu maka bisa-bisa maksud baik kita akan berujung dengan duka karena kita dan saudara atau teman kita yang tadinya sehat bisa menjadi sakit karena tertular oleh virus corona,” kata Anwar.

Lihat Juga :  Jangan Hanya Jadi Romadhaniyyan (Hamba Ramadhan)

Anwar menyebutkan, kita harus berusaha untuk menjaga diri sendiri dan orang lain.

Jangan sampai kehadiran kita justru menimbulkan celaka atau kemudharatan bagi orang lain.

Untuk silaturahim Lebaran, kata Anwar, umat Islam bisa memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk melakukan silaturahim virtual.

“Kita bisa mempergunakan teknologi dengan misalnya melalui SMA, WA, video call, Zoom. bisa juga melalui Facebook, Instagram, sehingga rasa kangen dan rindu kita kepada sanak saudara serta teman dan handai taulan bisa terpenuhi,” kata Anwar.

Menurut dia, yang terpenting adalah tujuan dari silaturahim itu sendiri, yakni saling meminta dan memberi maaf, sehingga hidup akan terasa lebih tenang karena mendapat cinta dari Allah dan dari sesama manusia.(*/sumber: tribunsumsel.com)

Back to top button