Awal Tahun, Jangan Lupa Hitung Lagi Zakat Harta

ASSAJIDIN.COM — Banyak orang begitu euforia dengan datangnya tahun baru. Sebaliknya sesuatu yang penting sering terlupakan. Apa itu? Yakni masalah zakat. Pun saat masuk tahun baru Islam.
Nabi shallallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ليس في مال زكاة حتى يحول عليه الحول Artinya: “Tidak ada zakat bagi mal zakawi sehingga tercapai satu tahun” (HR. Imam Ahmad, al-Tirmidzy dan Ibn Majah).
Imam al-Hasan Al-Bashri, di dalam sebuah nukilan menyatakan: إذا حلَّتْ عليك الزَّكاةُ؛ فانظر ما كان عندك مِن نقْدٍ أو عرَضٍ للبَيعِ، فقوِّمْه قيمةَ النَّقد، وما كان من دَينٍ في مَلاءةٍ فاحسِبْه، ثم اطرحْ منه ما كان عليك من دَينٍ، ثم زكِّ ما بَقِيَ
Artinya: “Bila tiba saat dirimu mengeluarkan zakat (karena mencapai haul), maka telitilah harta yang ada di sisimu, antara lain harta naqdin (dirham dan dinar), harta dagang, lalu taksirlah dengan nilai naqd. Dan bila ada harta kekayaan yang masih terdapat dalam bentuk utang, maka hitunglah. Kemudian potong darinya tanggungan utangmu, lalu tunaikan zakat untuk harta yang tersisa” (Abu Ubaid al-Qasim ibn Salam, Al-Amwal, Damaskus: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 2007, h. 891).
Kedua, momen untuk meneliti semua jenis barang yang masuk wajib zakat Beberapa jenis barang yang masuk wajib dizakati, ada 5, yaitu hewan ternak (kambing, unta, dan sapi), barang berharga (emas dan perak), tanaman (padi, gandum, kacang-kacangan), buah (kurma, anggur), ‘urudlu al-tijarah (harta dagang).
Kelima jenis harta zakawi ini masuk unsur yang wajib dizakati setelah tercapai syarat satu tahun dan tercapai satu nishab (batas minimum wajib zakat). Ketiga, momen menghitung nishab zakat Bagaimanapun juga, semua harta zakawi adalah tidak wajib dikeluarkan zakatnya, tanpa syarat ketercapaian nishabnya.
Ada beberapa metode penentuan nishab harta zakat. Pertama, untuk hewan ternak, maka nishab zakat ditetapkan berdasarkan kuantitas yang telah ditetapkan oleh syariat. Misalnya untuk kambing, nishab minimal adalah 40 ekor. Kurang dari 40 ekor, masih terhitung belum wajib mengeluarkan zakat.
Demikian pula untuk harta zakat ternak yang lain, yaitu sapi (30 ekor), dan unta (5 ekor). Baca: Nishab Zakat Binatang Ternak dan Jumlah yang Wajib Dikeluarkan Untuk emas dan perak, nishab zakatnya dihitung berdasar kuantitas emas murni 24 karat, seberat 85 gram. Sementara untuk perak, disepakati nishabnya adalah 549 gram.
Adapun zakat dikeluarkan berupa qimah (harga emas). Hal yang sama berlaku untuk zakat harta dagang.
Penghitungan nishabnya mengikuti harga emas seberat 85 gram, namun zakatnya dikeluarkan dengan qimah (harga emas) dan bahkan tidak cukup bila dikeluarkan dalam rupa emas.
Untuk zakat tanaman dan buah-buahan, nishabnya dihitung berdasarkan kuantitas barang, kemudian dikeluarkan dengan rupa kuantitas, sesuai tipe lahannya, apakah tipe irigasi berbayar, tadah hujan, ataukah campuran.
Kemudian hisab masing-masing disesuaikan menurut lama bulan, atau boleh ditakdir dengan sebesar 7.5% (khususnya bila sulit membedakan masing-masing lama bulan itu). Untuk zakat harta tambang, nishabnya dihitung berdasar harga emas murni, selanjutnya dikeluarkan seketika ketika harta tambangnya telah mencapai kadar emas yang telah ditetapkan.
Harta rikaz (harta temuan berupa emas perak milik orang terdahulu sebelum Islam), wajib dikeluarkan sebanyak ⅕ dari harta temuan, seketika ketika barang tersebut berhasil digali dan didapatkan. Itulah tiga hal yang hendaknya dipikirkan oleh seorang Muslim ketika masuk tahun yang baru. (*/Sumber : NU online)
