Puji Lestari, Santriwati yang Jago Stand Up Comedy
ASSAJIDIN.COM — Penampilannya selalu ceria namun bersahaja. Dialah Puji Lestari, santriwati yang mondok di Pesantren Al Falah Musi Banyuasin.
Di balik kesehariannya itu, siapa sangka Puji, demikian biasa dia disapa, punya bakat yang tak banyak dimiliki orang, yakni stand up comedy. Itu lho menghibur orang dan mengajak tertawa dengan gaya monolog di atas panggung. Puji pun nengukir prestasi dari dunia melawak ini.
Puji ketika sedang berlatih di wisma atlet Jakabaring menceritakan awal mula dirinya berkenalan dengan dunia stand up commedy.
Kisah bermula ketika ada lomba POSPEKAB (pekan olahraga dan seni tingkat kabupaten) yang diikuti oleh para santri dari kabupaten Musi Banyuasin. Di antara cabang olahraga dan seni yang diikuti oleh para santriwan-santriwati yang menang adalah Cabor pencak silat yang dimenangkan oleh santri putra, kemudian grup hadroh putra, group hadroh putri dan stand up komedy putri yang dimenangi Puji.
Dari awal orang tua dan temannya mendukung untuk mengikuti acara komedy dan Puji alias Surtik pun semangkin bersemangat untuk mengikutinya.
Puji pun begitu yakin bahwa dia tidak akan mengecewakan Pondok pesantren Al- Falah dan teman-temannya terkhusus teruntuk orang tuanya. “Berkat doa orangtua saya bisa berhasil memenangi lomba itu,” katanya.
Santriwan dan santriwati yang mendapatkan juara satu akan lanjut dikirim mewakili Muba pada tingkat POSPEDA (pekan olahraga dan seni tingkat daerah) provinisi Sumsel.
Prestasi kembali diukir. Di tingkat Sumsel Surtik kembali meraih juara, mendapatkan medali perak, dari 10 peserta yang ikut.
“Ada rasa kecewa juga tidak dapat juara satu, karena gagal untuk mewakili Sumsel tingkat nasional, ” ujar Surtik yang ingin sekali merasakan naik pesawat terbang, suatu hal yang belum pernah dia rasakan selama ini.
Selang beberapa minggu pimpinan ponpes Al-falah memanggil Puji. “ Mbak Puji mau apa gak untuk dilatih di Wisma Jakabaring untuk mewakili Sumsel ke tingkat nasional. Say jawab a mau lah pak emang juara satunya kenapa pak?
Yang menjadi juara satunya itu ternyata sudah kelas tiga SMA maka dari itu tidak bisa untuk mewakili Sumsel.
Rezeki memang semua Allah yang mengatur. Siapa sangka Puji akhirnya bisa meakili Sumsel dan mewujudkan cita citanya bisa naik pesawat meski dia gagal meraih juara di tingkat nasional. “Saya bisa bertemu dengan idola saya Komeng dan pak Ginanjar. Senang sekali,” katanya. (*)
Kontributor : Kanti
Prestasi Puji:
Juara 1 stand up comedy tingkat kabupaten
Juara 2 stand up comedy tingkat Sumsel
