One Day One Ayat : Surat Ali Imran Ayat 191, Tidaklah Allah Menciptakan Sesuatu Sia-sia

AsSAJIDIN.COM — One day one ayat kita kali ini adalah Surat Ali Imran Ayat 191.
Berikut bacaannya:
ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ
Latin:
Allazina yazkurunallaha qiyamaw wa qu’udaw wa ‘ala junubihim wa yatafakkaruna fi khalqis-samawati wal-ard, rabbana ma khalaqta haza batila, sub-hanakaa faqina ‘azaban-nar
Artinya:
“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka periharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali Imran: 191)
Dikutip dari buku Asbabun Nuzul: Sebab-sebab turunnya ayat Al-Qur’an karya Jalaluddin as-Suyuthi (2017:148-149), sebab turunnya Surat Ali Imran ayat 191 yang diriwayatkan Ath-Thabrani dan Ibnu Abi Hatim dari sahabat nabi yang bernama Ibnu Abbas, dia berkata,
“Orang-orang Quraisy mendatangi orang-orang Yahudi dan bertanya kepadamereka, apa tanda-tanda yang dibawa Musa kepada kalian?” orang-orang Yahudi itu menjawab “Tongkat dan tangan yang putih bagi orang-orang yang melihatnya.” Lalu orang-orang Quraisy itu mendatangi orang-orang Nasrani, lalu bertanya kepada mereka, “apa tanda-tanda yang diperlihatkan Isa?” Mereka menjawab, “Dia dulu menyembuhkan orang yang buta, orang yang sakit kusta dan menghidupkan orang mati.” Lalu mereka mendatangi Nabi Muhammad SAW. lalu berkata kepada beliau, “Berdoalah kepada Tuhanmu untuk mengubah bukit shafa menjadi emas untuk kami.” Lalu beliau berdoa, maka turunlah firman Allah ini.
Setelah Tuhan menunjukkan orang-orang munafik dan Yahudi yang suka sekali dipuji dalam hal yang tidak pernah mereka kerjakan, dan diambil pula hal yang demikian jadi I’tibar bagi umat Muhammad SAW.
Pada penutupnya Allah memberi peringatan kepada manusia agar tidak terperdaya dengan tipuan dunia yang sementara. Sebagai seorang mukmin selain mengejar perkara dunia (kebendaan) hendaklah disediakan waktu untuk hidup untuk alam selanjutnya, yakni akhirat.
Dalam ayat tersebut menjadi bukti bahwa tiada satupun dari seluruh ciptaan Allah yang sia-sia, melainkan dengan segala kebenarannya.
Ini merupakan balasan Allah kepada yang kaum mushrik. Namun orang-orang mukmin selalu mensucikan Allah dari perbuatan sia-sia.
Sesungguhnya Allah menciptakan segala sesuatu pasti ada manfaat dan hikmahnya. Tidak ada yang diciptakan Allah sia-sia belaka.
Sebagai contoh : Allah menciptakan nyamuk yang diklaim membawa penyakit dan membuat susah manusia, nyatanya bermanfaat, karena kemudian manusia berinovasi membuat obat pembasmi nyamuk dan sebagainya.
Allah menciptakan virus Corona yang melanda dunia selama dua tahun lalu membuat aktivitas dunia nyaris terhenti, tapi di balik itu semua manusia jadi tahu bagaimana menjaga kebersihan, berinovasi dan sebagainya. Tidak ada yang sia-sia. Wallahualam bishawabi.
