Anak Korban Eksploitasi Dijadikan Pengemis, Pemerintah Dinilai Telat Respon
AsSAJIDIN.COM — Setelah digemparkan penangkapan seorang nenek yang diduga mengekploitasi anak di bawah umur oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Palembang, Pemerintah Kota Palembang baru bergerak melakukan razia, Kamis (29/4/2021).
Hal tersebut pun disoroti oleh Pengamat Sosial Baginda Togar Butar-Butar mengatakan, permasalahan pengemis, anak jalanan, dan ekploitasi anak sudah menjadi permasalahan lama. Hanya saja tidak ada tindak tegas dari pemerintah untuk menyusuri sampai ke akarnya.
“Mereka (pemerintah) cenderung menunggu, ketika ada laporan baru merespon. Artinya mereka abai dengan tugasnya sebagai pemerintah dan gagal paham,” katanya saat dihubungi, Kamis (29/4/2021).
Baginda mengatakan, tidak hanya soal menertibkan pengemis di jalanan, mestinya pemerintah merespon cepat persoalan yang ada di masyarakat tidak harus menunggu setelah heboh pemberitaan di media sosial.
“Ini karena lambatnya respon dari pemerintah. Pemerintah baik Satpol PP maupun Dinas Sosial lebih aktif, responsif sebagai tugas mereka. Jangan hanya ketika ada nilai ekonomis baru responsif, jika tidak maka tidak respon,” ujarnya.
Meskipun telah dilakukan razia oleh Satpol PP dari tahun ke tahun, namun nyatanya pengemis dan anak jalanan ini selalu kembali ke jalanan terutama di traffic light. Hal ini karena tidak ada monitoring yang permanen. Setelah ada jurnalisme jalanan dan laporan baru bertindak.
“Apakah itu ritme kultur ASN kita, harusnya ASN jadi pelayan publik dengan pelayanan yang prima dan pegawai yang melayani,” katanya. (Kamayel Ar-Razi)
