Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

KALAM

Kubur Memanggilmu, Bersiaplah! (6) : Hiasi Diri dengan Memperbanyak Sedekah

ASSAJIDIN.COMWahai saudara-saudaraku yang seiman …

Bersedekah dengan ikhlas memberikan banyak syafaat khususnya ketika kita sudah meninggal dunia.

Sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Ahmad, “Naungan orang beriman di hari kiamat adalah sedekahnya.” (HR. Ahmad).

Semua amal baik akan mendapatkan balasannya. Dan amal baik tersebut akan memberikan penerangan di alam kubur, serta mengantarkan kita kepada pintu surga.

 

Kematian Su’ul Khatimah

Menurut Direktur Aswaja Center PWNU Jawa Timur, KH Ma’ruf Khozin, bersedekah juga bisa membuat Muslim terhindar dari kondisi kematian su’ul khatimah.

Nabi Muhammad SAW melalui hadis riwayat Thabrani, mengatakan, “Sedekah dapat meredam murka Allah dan mencegah mati dalam keadaan buruk.

Di alam kubur pun bersedekah dapat memberi pertolongan karena pahalanya amat dekat pada diri setiap Muslim yang telah wafat.

“Jika ada orang Islam meninggal maka pahala shalat di dekat kepalanya, pahala sedekah di sebelah kanannya dan pahala puasa di dadanya,” ujar Nabi Muhammad SAW dalam hadis riwayat Abu Nuaim.

Kiai Khozin juga memaparkan, bersedekah juga bisa menolong Muslim di Hari Kiamat.

“Setiap orang berada di bawah bayangan sedekahnya hingga manusia selesai diputuskan hukumnya,” ujar Kiai Khozin mengutip hadis riwayat Ahmad.

Dalam hadis riwayat Bukhari, pun disebutkan tentang hikmah di balik sedekah.

Nabi SAW bersabda, “Lindungilah diri kalian dari neraka walaupun dengan sedekah sebiji kurma”.

 

Kisah Ahli Kubur

Berikut ini ada kisah menarik yang dialami oleh salah seorang tabi’in ahli hadits yang bernama Sayyid Tsabit Al-Bunani.

Mari kita ikuti kisahnya …

Sayyid Tsabit memiliki kebiasaan setiap malam mengkhatamkan Al-Quran dan suka ziarah kubur pada malam Jumat pasti bermalam di pemakaman. Biasanya Tsabit melakukan munajat semalam suntuk sampai waktu subuh tiba.

Lihat Juga :  Adab Mendengar Pembicaraan

Saat munajat tiba-tiba Sayyid Tsabit terkantuk dan dalam tidurnya tersebut beliau mimpi bahwa semua ahli kubur keluar dari kuburannya.

Di mimpi pertama ini, Tsabit melihat mereka keluar dengan pakaian mewah dengan wajah bersinar. Mereka diberi nampan berisi aneka makanan.

Tapi ada sedikit kejanggalan bahwa di tengah-tengah mereka terlihat seorang pemuda yang rambutnya acak-acakan, pucat mukanya serta baju yang dipakai lusuh dan compang-camping.

Selain itu, matanya berair meneteskan air mata. Pemuda tersebut juga tidak terlihat membawa makanan sebagaimana yang lain.

Setelah itu, semua ahli kubur kembali ke kuburan masing-masing dengan wajah berseri-seri. Mereka pada bahagia. Kecuali pemuda ini, ia pulang dengan kepala merunduk dengan muka yang pucat pasi.

Melihat keganjilan pada pemuda tersebut, Sahabat Tasbit menyapa dan bertanya padanya,

“Siapa engkau sebenarnya wahai pemuda? Mereka terlihat membawa hidangan dan kembali dengan suka cita, sedangkan dirimu tidak menemukan makanan. Engkau pulang dengan tangan hampa, penuh duka cita.”

“Saya menjadi orang asing di tengah-tengah mereka. Karena tidak ada seorang pun yang mengingatku walau hanya dengan kebaikan dan doa.

Adapun mereka, ada anak, keluarga, dan kerabat yang mendoakan, yang mengirim pahala amal baik dan sedekah. Tiap malam Jumat pahala semua itu sampai pada mereka,” jawab pemuda yang berpakaian compang camping tersebut.

Pemuda tersebut bukan tidak memiliki keluarga, diceritakan pada saat detik-detik kematiannya, bermula hendak melaksanakan ibadah haji bersama ibunya.

Lihat Juga :  Kubur Memanggilmu, Bersiaplah! (7) Dinginkan Dia dengan Memperbanyak Bacaan Tasbih

Namun sesampainya di Mesir, ia dijemput ajal. Lantas, setelah ibunya menikah lagi, ia tidak ingat pada anaknya walau hanya sekedar mendoakan.

Setelah mendengarkan kisah tersebut, Sayyid Tsabit merasa prihatin pada pemuda tersebut. Beliau bertanya lagi perihal ibunya.

“Wahai anak muda, beritahu padaku di mana ibumu tinggal. Aku akan sampaikan tentang keadaanmu,”

“Ibuku berasal dari kota ini dan ia tinggal di rumah ini. Sampaikan keadaanku padanya. Jika ia tidak percaya, maka sampaikan pula bahwa di dalam sakunya ada 100 mitsqol perak peninggalan ayahnya, dan itu adalah haknya. Ia pasti akan percaya,” jelas anak muda.

Akhirnya Sayyid Tsabit Al-Bunani terbangun dari tidurnya, langsung mencari ibu dari pemuda tersebut.

Pada saat ketemu, beliau menyampaikan tentang keadaan anaknya. Ibunya baru percaya ketika beliau menyampaikan pesan sang anak tentang warisan ayahnya.

Setelah dicari, ternyata 100 mistqol perak memang ada dalam sakunya. Ia langsung pingsan. Setelah siuman, ia serahkan semua uang itu pada Sayyid Tsabit untuk disedekahkan.

Pada malam Jumat berikutnya, Sayyidina Tsabit mimpi bertemu dengan pemuda itu lagi.

Kali ini ia bersama dengan penduduk kubur yang lain. Ia berpakaian mewah dan nampak bahagia sekali. Lalu ia berkata pada Sayyid Tsabit,

“Semoga Allah SWT merahmatimu wahai Sayyid Tsabit sebagaimana engkau telah mengasihiku.

Sesungguhnya telah nyata bahwa keduanya bisa menyakiti yang ada di kubur saat berbuat maksiat. Sebaliknya keduanya akan membahagiakan ahli kubur bila melalukan kebaikan.

 

Sumber bacaan :

Alazharpeduli.or.id

Khazanah.republika.co.id

Jateng.nu.or.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button