Memahami Quran Surat Al-Kafirun
AsSAJIDIN.COM — Surat Al-kafirun adalah surat pendek yang turun kepada Nabi Muhammad SAW, di kota Mekkah.
Ayat terakhir dalam surat Al-kafirun ini berbunyi lakum dinukum waliyadin. Kosa kata dalam Bahasa Arab menjadi salah satu kalimat yang cukup sering digunakan masyarakat Indonesia.
Tahukah kamu apa arti kalimat Lakum Dinukum Waliyadin? berikut penjelasannya.
Pengertian Lakum Dinukum Waliyadin
Secara bahasa arti Lakum Dinukum Waliyadin adalah untukmu agamamu dan untukku agamaku.
Kalimat ini terdapat dalam ayat terakhir surat Al-kafirun.
Al-kafirun merupakan surat berisi tentang toleransi beragama.
Surat ini sangat terkenal karena kandungannya mengajarkan kita untuk bertoleransi antar umat beragama.
Dalam kitab suci Alquran diperintahkan untuk menghormati penganut agama lain. Ini sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, yaitu dasar negara Indonesia sesuai dengan jiwa dan kekhasan bangsa Indonesia yang berbhineka tunggal ika.
Seperti dalam potongan akhir ayat surat tersebut yang artinya, “Untuk mu agama mu dan untuk ku agama ku”.
Saling menjaga kerukunan beragama, tidak saling menjelekkan dan beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
Itulah rti Lakum Dinukum Waliyadin Ayat Terakhir Surat Al-Kafirun, Pedoman dalam toleransi beragama.
Surat Al Kafirun
Qul ya ayyuhal-kafirun(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai orang-orang kafir,
La a‘budu ma ta‘budun(a).
aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
Wa la antum ‘abiduna ma a‘bud(u).
Kamu juga bukan penyembah apa yang aku sembah.
Wa la ana ‘abidum ma ‘abattum.
Aku juga tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.
Wa la antum ‘abiduna ma a‘bud(u).
Kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.
Lakum dinukum wa liya din(i).
Untukmu agamamu dan untukku agamaku.”
